
"Sudahlah, di terima atau tidak hanya perlu bertaruh saja" Setelah melakukan beberapa pertimbangan dan di sinilah ia berada, di tengah kemegahan gedung perusahaan Tang Xi,
Hal seperti ini hanya bisa di selesaikan dengan segera, jika di hambat lebih lama maka hanya akan menghabiskan banyak waktu, sebelumnya orang yang bertanggung jawab perihal ini di tolak mentah mentah dan kali ini ia pastikan jika Feng Yi akan melihat proposal nya,
Bisnis yang beresiko tentu saja akan di hindari, akan tetapi proposal yang di ajukan sebelumnya berbeda, proposal yang berada di tanganya adalah hasil kerja keras para orang yang kompeten, kecelakaan sebelumnya membuat nama Roseblu menjadi kehilangan wajah,
Mereka mengalami kerugian hingga mengeluarkan banyak uang karena proyek yang gagal itu, akan tetapi kali ini semua sudah berbalik, ia yakin dengan hal yang ia bawa, pebisnis tentu saja memperhitungkan untung dan rugi
"Jika hari ini benar benar tidak bisa mekipun sudah berusaha maka aku hanya perlu bergantung pada diri sendiri, jika berada dalam terdesak apapun bisa di lakukan" Batinya pelan, kedatangannya ke Roseblu langsung di sambut dengan masalah rumit yaitu kegagalan proyek
Setelah beberapa waktu masih harus membayar begitu banyak saham milik orang lain yang tak patuh, meskipun ada beberapa yang mau menjual juga ada yang bersikeras tinggal, masalah akan datang hanya menunggu waktu saja
Saat ini pun bisnisnya ilegalnya juga mengalami sedikit masalah, mereka sudah mengeluarkan begitu banyak uang untuk menutupi banyak hal, membuat Min harus menjadi tebal muka, hingga akhirnya memilih untuk bertemu dengan Feng Yi dan mencoba meyakinkannya mengenai proposal ini, jika berhasil maka keadaan akan perlahan membaik
"Gedung ini bahkan tak lebih megah dari Roseblu, akan tetapi malah begitu sombong, memaksa ku untuk melakukanya sendiri" Min menghela nafas pelan dan bergerak turun dari mobil
ia melangkah dengan ringan memasuki perusahaan, dari sekian banyak pekerja para penjaga juga tak bisa menghentikannya
"Feng Yi, kau membuat aku penasaran seperti apakah orang ini, begitu bernyali" ia membatin sembari melangkah mendekati seornag resepsionis untuk bertanya
__ADS_1
Ia tak pernah keperushaan ini sebelumnya, ia hanya bertindak sedikit ceroboh untuk tak di salah fahami, terkadang menjadi orang yang pura pura tidak tau adalah cara untuk melindungi diri
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu" Sang resepsionis ramah setiap perusahaan tentu saja selalu mendukung tinggi sebuah etika,
Demi kejayaan sebuah perusahaan tentu saja harus memiliki pegawai yang mampu dan kompeten, resepsionis adalah orang yang menjaga di lobi, mereka merupakan wajah perusahaan tentu saja harus menujukan sikap yang ramah dan wajah yang baik agar semua orang merasa nyama
"Nona apakah saya bisa bertemu dengan presedir Feng " Ucap Min dengan nada pelan
Ia akan segera bertemu dengan presedir bermarga Feng itu, berbicara dengan baik dak membuatnya menerima uluran tangan mereka, karena membutuhkan dukungan ia hanya bisa sedikit melapangkan hati, apapun yang terjadi ia akan mendapatkan kerja sama ini, proyek ini hanya akan berjalan karena persetujuan dari Feng yi itu
"Apakah anda sudah membuat janji nona?" Ucap si resepsionis lagi
Mereka harus berhati hati, Karana jika terjadi sedikit kesalahan maka semua akan berdampak pada pekerjaannya, mereka tak ingin menjadi korban yang malang, jika lepas dari sini karena tak mampu maka tak ada perusahaan lain yang berani menerima, peraturan seperti ini memang sudah ada sejak lama, jika sudah masuk akal sangat sulit keluar akan tetapi jika sudah keluar maka akan sangat sulit bertahan
"Tentu saja, jika tidak mana mungkin saya datang tampa membuat janji terlebih dahulu" Jawab Min dengan nada nan begitu ringan, ia berucap seolah sedang mengatakan sebuah kebenaran, hal seperti ini memang sangat wajar terjadi, jika tak hati hati maka akan memiliki akibat fatal
"Baiklah saya akan menayangkannya terlebih dahulu nona, atas nona siapa" Si resepsionis dengan nada pelan sembari menekan beberapa tombol, Min menghela nafas pelan dan berusaha untuk mengurungkan niat si resepsionis
Jika Feng Yi tau kedatanganya apakah ia akan di usir, tentu saja itu tak akan terjadi, karena sudah terlanjur di sini hanya akan ada dua pilihan, mendapatkan keberuntungan atau penolakan
__ADS_1
"Hal yang mendesak, apakah anda tak bisa mengatakan saja di ruangannya, saya sedang terburu buru?" Ucap Min dengan mendesak,
Mengatakan jika mereka sudah membuat janji, jelas jelas itu hanya sebuah kebohongan yang ia buat dan sepertinya juga tak bisa bertahan lebih lama, karena tak bisa masuk dengan baik hanya bisa menerobos saja
"Maaf nona, perusahaan memegang teguh kedisiplinan dan pelayanan, kami tak bisa melakukan hal yang akan membuat kami rugi, mohon pengertian dari anda" Ucapnya dengan nada pelan dan kembali menekan beberapa tombol di teleponnya,
Karena resepsionis tidak membantu maka ia hanya bisa menggunakan cara lain, ia tak akan sungkan melakukan segala cara, selama ia bisa menemukan Presdir Feng maka ia tak akan keberatan, Min menghela nafas pelan ia sudah meninggalkan resepsionis sebelumnya
Ia melangkah ke tempat yang tak di jangkau CCTV untuk menghilangkan jejak, ia tak bisa di temukan sekarang, ia tak akan pergi sebelum bertemu dengan Feng Yi, ia harus mengantarkan proposal ini apapun yang terjadi, kerja sama ini sangatlah penting baginya
Lagi pula ia bukan orang yang akan menjilat ludahnya sendiri, saat ia mengatakan jika akan menemui Feng yi maka ia akan dagang dan menemui Feng yi, dengan atau bahkan tampa persetujuannya masih banyak orang yang bisa di tanyai, resepsionis bukan satu satunya, ia yakin keberuntungan tentu masih berada di pihaknya
"Penjaga ada seorang gadis yang bertindak mencurigakan" si resepsionis langsung memberi tahukan penjaga untuk menangkap gadis asing itu, akan tetapi apa yang bisa ia lakukan Min sudah memiliki caranya sendiri
Meskipun dengan cara yang buruk ia juga harus bertemu dengan Feng Yi, memastikan jika Feng Yi akan melihat proposal ini
"Huh, jika bukan karena keadaan yang mendesak bagai mana mungkin melakukan hal seperi ini" Min menghela nafas pelan, ia di awasi dan di cari oleh penjaga, hanya bisa berlari dan mengganti pakaian agar tak di ketahui
Dalam satu gerakan dress berwarna merah itu langsung berganti warna, Min membenahi model rambutnya setelah merasa lebih layak ia keluar dari tempatnya menuju lift, resepsionis tak bisa di percaya penjaga juga sedang mencarinya
__ADS_1