Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
37


__ADS_3

"Ketua, para kandidat sudah menunggu dan sudah saatnya melakukan intervew" Ji Li berucap dengan nada pela


"Suruh mereka masuk"


Ji Li bergerak meninggalkan ruangan untuk memanggilkan beberapa calon kandidat yang akan melakukan intervew hari ini


Pintu ruangan min terbuka, Ji Li datang bersama dengan seorang gadis yang cukup cantik, dengan perawakan yang indah dan tubuh yang seksi


"Jika demikian saya mohon diri nona"


Ji Li bergerak mundur untuk meninggalkan ruangan, ia merasa jika ini akan menjadi intervew pribadi dan ia tak memiliki hak untuk tau


"Selamat siang"


"Silahkan duduk" Ucap Min dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan,


"Anda bisa keluar" Ucap Min singkat


Yang lainya menyusul, sudah lima orang yang masuk namun selalu keluar dengan wajah kesal,


Ada yang mengomel dan ada yang menangis, pekerja seperti apakah yang di berikan oleh Yue ini,


Min menghela nafas pelan hingga seorang wanita melangkah masuk, min menjerngit pelan, wajah itu bahkan sangat familiar, bahkan sangat dekat,


"Selamat siang, nona, kau ini kau?, Benar benar diri mu?" Si wanita berucap dengan begitu antusias Ia bahkan hampir meneriaki Min karena terlalu bersemangat


"Apakah kita saling mengenal?, apakah kita pernah bertemu?" Min memiringkan kepalanya


Wanita ini, ia terlihat tidak asing, perasaan saat bertemu dengannya bahkan melebihi saat ia bertemu dengan gadis di Tang Xi beberapa waktu lalu, ada keakraban yang membuat tubuhnya hampir tak terkendali dan ingin segera menghambur dalam pelukan si gadis


"Ah tidak, hanya kesalah fahaman" Ia berucap dengan nada gagap, ia terlalu bersemangat karena bertemu hari ini,


"Silahkan duduk"

__ADS_1


Min menghela nafas pelan sembari meraih map yang berada di hadapannya, ia membolak baliknya sebentar dan setelahnya beralih menatap wanita yang saat ini berada di depan matanya


"Nyonya Ming Yan, masih begitu muda, sudah menjadi  Seorang ibu rumah tangga tak berpengalaman, lalu apa yang membuat anda tertarik mengenai perusahaan ini, dan apa kemampuan anda hingga berani mengajukan lamaran sebagai asisten pribadi saya" Ucap Min pelan, Min masih berusaha untuk berfikir kapan dan dimana?


Ia merasa dekat, saat melihat wanita bernama Ming Yan ini, seolah ingin memeluk dan mengatakan ribuan keluhan Yang ada dalam pikirannya


"Benar, saya sudah menyelesaikan perguruan tinggi saya sejak lima tahun lalu, dan saya tentu saja memiliki pengalaman dalam mengurus anda, dan memenuhi kebutuhan anda" Ucapnya dengan penuh percaya diri


Ia sudah bertekad, ia sudah bertekad untuk berada di sisi Min, pertemuan mereka adalah suatu keberuntungan, ia akan merasa lega jika melihat Min baik baik saja,


Saat terjaga kepalanya terasa begitu pusing dan beberapa ingatan melintas begitu saja,


seperti kaset rusak dan seorang laki laki yang tak lain adalah suaminya sendiri langsung memukulnya dengan kejam, laki laki bajingan itu bahkan dengan tak tau malu membawa seorang wanita kerumah mereka


di masa lalu ia begitu lemah, ia begitu tak berdaya dan di buatkan oleh cinta sehingga ia menjadi bodoh, hingga suatu ketika ia mengalami mimpi yang sangat panjang, seolah seperti ingatan yang datang dari kehidupan di masa lalu, entah apa yang membuatnya mendatangi tempat ini dan memilih untuk mendaftarkan diri menjadi pegawai di tempat ini


Ia mendapatkan kekuatan hingga akhirnya memiliki keberanian untuk melakukan hal yang selama ini ia takuti, ia bercerai dan memilih untuk hidup sendiri setelah suatu ke kejadian menyedihkan itu menghampirinya


"Sayang sekali nyonya saat ini  saya mencari seorang asisten pribadi bukan sedang mencari seorang pengasuh" Ucap Min pelan,


"Apakah nona baik baik saja?" Ucapnya panik sedang Min bahkan menatapnya dengan lekat sedari tadi, dia, dia orang yang sangat ia kenal


"Ah maaf, saya mohon nona, jangan tolak saya, beri saya kesempatan, sekali saja, saya mau melakukan apapun, saya bisa di tempatkan di manapun, sejak awal perusahaan ini sangat jarang membuka lowongan, saya hanya memiliki sedikit kesempatan, saya mohon nona, apapun akan saya lakukan, tak harus menjadi asisten anda, menjadi seorang cleaning servis pun saya bersedia" Ucap si wanita dengan cepat,


Dari pandangan saja ia tau jika dirinya akan di tolak, dari itu ia hanya bisa sedikit memelas untuk tetap bertahan, saat ini ia begitu miskin, anak yang ia sayangi telah meninggal dunia, ia harus membalaskan dendam pada mantan suaminya


Sebelum itu ia harus menjadi kaya terlebih dahulu setelah kaya barulah ia melakukan hal yang bakan tak akan pernah di bayangkan oleh bajingan itu.


Di seberang meja Min bahkan masih menatap si wanita dari tas sampai bawah perubahan wajahnya, aura ia merasa mengenal semuanya dengan baik, mengapa wanita di hadapannya ini terasa begitu tidak asing


Di mana mereka bertemu, mengapa ia bahkan tak mengingatnya, ia terdiam sejenak, entah mengapa ia juga merasa jika mereka memiliki hubungan yang begitu baik, mengapa perasaan ini ada


Ia bukanlah orang yang bisa dengan mudah di dekati, namun ada apa dengan wanita ini?, Mengapa ia bahkan tak bisa mengendalikan dengan sendiri

__ADS_1


Min menghela nafas pelan, terlebih dalam keadaan seperti ini, ia hanya bisa mencoba, bisa bertahan ataupun tidak maka tergantung pada diri sendiri


"Baiklah, hanya ada satu kesempatan, tiga bulan percobaan, jika anda tak berkemampuan maka anda akan di keluarkan, dan jangan berharap bisa memasuki perusahaan lagi di masa depan" Ucap Min pelan,


"Saya siap" Ming Yan berucap dnegan penuh semangat hanya ada satu kesempatan, tak akan ada kegagalan ia akan bekerja dengan begitu keras untuk itu


"Dan, di masa depan ada begitu banyak hal yang terjadi, lakukan sesuai dengan instruksi, dan jangan mempertanyakan apapun"


"Baik saya akan mematuhinya"


"Tiga bulan mendatang akan ada begitu banyak hal mengerikan yang terjadi, apakah kau bisa bertahan karena ini?, setelah menerima pekerjaan ini maka anda tak akan bisa mundur, jika mundur sama saja dengan kematian" Min berucap


Menjadi asistennya bukan pekerjaan yang bisa di lakukan oleh semua orang, sekretaris mungkin bisa ia pilih secara acak, namun seorang asisten pribadi tentu saja tidak


Sesuatu di dalam diri wanita ini membuat Min mempercayainya, dan memberinya satu kesempatan untuk bekerja bersamanya


Tiga bulan pertama, ia akan melalui masa tiga bulan untuk menentukan apakah ia bisa bertahan atau akan di jemput kematian


"Saya akan bertahan dan bersedia"


"Baiklah Kau bisa datang ke kantor ini sebagai asisten pribadi ku, dan sebagai seorang asisten, kau hanya perlu berpura pura tidak tau apa aku lakukan"


"Terimakasih nona terimakasih atas kesempatan yang anda berikan" Ucap sang gadis dengan bahagia,


"Baiklah, Ji Li, bawakan kontrak kerja sama"


"Baik nona" Ji Li datang bersama sebuah kertas yang bahkan ia sendiri bergetar menyentuhnya


"Ini adalah pilihan anda sendiri, jika telah masuk maka tak akan bisa keluar dengan selamat"


"Saya akan melakukan segala upaya terbaik untuk bertahan"


"Bagus jika begitu, Ji Li kau akan mengajari dia, memberi tau apa apa saja yang harus ia lakukan dan tidak boleh di lakukan, saya harap anda bekerja dengan keras" Ucap Min pelan, dan setelahnya menyilakan Ming Yan meninggalkan ruangan, ia menghela nafas pelan

__ADS_1


Min perlahan berdiri dari duduknya melangkah pelan ke pinggiran jendela untuk menikmati kota, dua Minggu berlalu begitu saja, terakhir kali Min harus ke Amerika semua masih baik baik saja, namun, setelah di tinggal beberapa saat beberapa Maslaah datang


"Ini sangat aneh, aku merasa begitu dekat dengannya, tapi aku bahkan tak pernah bertemu dengannya, selama ini aku selalu sibuk dengan urusan ku, bagai mana mungkin bertemu dengan orang biasa seperti itu" Ucap Min pelan, tatapannya melayang di udara


__ADS_2