Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
25


__ADS_3

Saat ini Min sudah berada di depan pintu ruangan presedir maka tentu saja ia harus segera masuk, mereka sudah berusaha untuk merevisi semuanya, bahkan orang orang kembali sibuk menyiapkan hal ini, Roseblu tak pernah memaksa Tang Xi untuk berkerja sama dengan mereka, namun?,


Min merasa harga dirinya di lukai oleh sifat angkuh sang presedir Tang Xi ini, bagai mana tidak mereka bahkan di tolak bahkan Tampa melihat apa yang mereka tawarkan,


"Se.."


"Keluar" Suara sentakan itu terdengar begitu jelas dan hal itu jelas membuat Min Jiana membulatkan matanya dengan sempurna, pria ini membuatnya menjadi terkejut, belum masuk ia sudah di usir dengan begitu kejam, dasar pria ini, Ia bahkan belum selesai berbicara sudah di usir, Min menghela nafas pelan sembari melangkah mendekat,


Gadis seperti Min Jiana bukan orang yang akan takut dengan pria ini, orang orang menganggap Feng Yi pria kejam dan dingin, akan tetapi Min tak perduli, perusahaan baru bangkit perlahan setelah pengurangan begitu banyak karyawan, di dunia bawah ia memang bisa berbuat sesuka hati akan tetapi dalam bisnis resmi seperti ini tentu saja butuh rekan yang kuat,


Jika berhasil melakukan kerja sama ini maka setidaknya Roseblu akan menjadi lebih stabil, ia memang bukan orang yang memiliki niat akan mundur dengan sendiri, orang bodoh mana yang berani menganggu mereka


"Apakah kau tuli" Suara dingin itu kembali menyapa Indra pendengaran Min Jiana, Ia mengeram kesal atas sikap kasar mahluk angkuh ini


Nada sarkas yang keluar dari mulut Presdir Tang Xi ini tentu saja membuatnya merasa tak suka, ia tau mahluk ini angkuh, tapi apakah se angkuh ini?


"Apakah seperti ini sikap yang akan di tunjukan oleh seorang yang memiliki pendidikan seperti presdir perusahaan Tang Xi ini?, Sangat tidak ramah dan pantas mendapat bintang satu" Ucap Min dengan nada nan begitu menohok,


Pria ini biasa meninggikan dirinya sendiri, ia datang tapi bukan untuk merendahkan diri, ia akan memaksa Tang Xi melihat proposal ini terlebih dahulu, jika tak berhasil membangun kerja sama maka anggap saja mereka sedang tak beruntung


"Apakah aku sudah benar benar gila?, Bahkan suara Chan yu pun berubah menjadi seperti suaranya" Batin Feng Yi dengan kesal, suara itu, ia mengenal dengan baik suara itu wajah itu bahkan selalu datang dan  menghantuinya membuatnya seperti orang gila, mencari hal yang jelas jelas tak pernah ada, suara nan sarkas bahkan terdengar begitu lembut di telinganya, ucapan menohok itu seakan memberi pencerahan dalam kehidupanya


"Sesuai dengan rumor, pemimpin Tang Xi tak lebih dari seorang pria angkuh yang keras kepala, akan tetapi juga tak bisa melakukan hal yang tak masuk akan seperti ini, kami dengan rendah hati mengajukan proposal kerja sama bahkan di tolak tampa penjelasan apapun, kalian juga tak melihatnya" Ucap Min semakin berani meneruskan langkahnya mendekati sang Presdir yang sedari tadi menatap map-nya dengan tatapan kosong


Feng yi berada dalam kebingungan, dan Min tak mengetahui itu, dan tak ingin tau, kedatanganya kali ini untuk mendapatkan kerja sama ini


"Aku benar benar gila, sudahlah, jangan menganggu ku lagi" Gumamnya pelan sembari meletakan map yang ia pengan dengan asal, bagai mana mungkin?, Suara itu?, nada ejekan itu?, mengapa?, Hanya dia?


mengapa selalu dia, mengapa?, apakah memang sudah gila, menginginkan dan mendambakan seseorang yang jelas hanya berada dalam imajinasinya


"Mana mungkin?, Orang bodoh mana yang begitu bernyali hingga berani menantang maut mengatakan jika anda gila, anda bahkan masih terlihat begitu sehat dan sangat bugar" Ucap Min setelah berada tepat di hadapan Feng Yi,

__ADS_1


Feng Yi mendongak pelan, menatap Min dengan tatapan kosong, ia mengerjakan matanya beberapa kali, apakah ia kembali berhalusi nasi?


Deg, jantung Min berdegup kencang, pria?, Pria ini?, Dia?, Perasaan yang ia paksa pergi seketika kembali, hati yang sakit dan sesak, seolah menambakan seseorang namun tak tau siapa, merindukan seseorang yang bahkan tak pernah ia temui,


Semua mungkin bisa di tipu dan menipu, akan tetapi tidak dengan perasaan, hatinya merasa hal yang begitu tak mengenakan, ini membuatnya kesulitan dalam menenangkan diri sendiri


Brak


"Tuan" Suara Chan Yu terdengar begitu panik hingga lupa jika ia membuka pintu ruangan sang Presdir  dengan begitu kasar,


Yan Li mengatakan jika gadis yang datang adalah orang yang mengaku sebagai calon istri sang tuan, Chan yu sendiri tidak mengetahuinya, ia tak ingin kembali di marahi karena sembarangan memasukan orang asing ke dalam ruangan miliki sang tuan


"Chan yu?, Kau di sana?, Lalu dia?, Dia?" Ucap Feng yi menunjuk Chan yu dan Min secara bergantian, wajah datar nan dingin selama ini ia tujukan sudah menghilang entah kemana, di gantikan dengan wajah konyol yang jelas sangat tidak cocok berada di sana


"Dia, apakah dia nyata?, dia sudah di sini?, dia kembali, dia bukan ilusi dan harapan ku, ia nyata, ia berada di sini" Ucap Feng yi, menjadi ling lung, sedangkan Min masih berdiri di tempatnya,


"Kau" Feng yi terlalu terkejut hingga melangkah dalam pandangan kosong


Perihal perasaan aneh yang tiba tiba menyerang ini hanya bisa di lupakan dan di abaikan begitu saja


"Benarkah ini kau?, kau sudah kembali?, kau?, Aku tau, aku tau, kau itu nyata, aku tau jika kau akan kembali, kau tak akan meninggalkan ku lagi kan?, Kita sudah berjanji untuk bersama di kehidupan selanjutnya, Kau harus menepatinya" Ucap Feng Yi dan dengan langkah tergesa mendekati Min, bahkan ia mengabaikan kakinya yang tersandung kursi, dengan gerakan cepat ia memeluk tubuh Min,


Pelukan yang begitu tergesa dan sangat erat, bukan hanya Min yang terkejut, Chan Yu pun sama, ia menjadi orang yang lebih terkejut di bandingan Min yang notabennya sedang di peluk dengan begitu erat


Sejak kapan Feng Yi punya inisiatif seperti ini?, sejak kapan mahluk ini membiarkan tubuhnya di sentuh oleh mahluk bernama wanita itu?, sejak kapan?, Chan Yu bakan mengerjapkan matanya, oh tidak ia bahkan mendapat tatapan tajam itu lagi,


Sepertinya keberadaanya memang sedikit salah, apakah yang di katakan Yan Li itu benar?


"Maaf presedir, saya akan menunggu di luar" Chan yu dengan senyum konyol kembali menutup pintu dan kembali ke mejanya dengan jantung yang berdegup kencang, entah mengapa, pemandangan yang baru saja ia lihat terasa begitu horor


"Huh, untung saja aku cepat pergi, jika tidak maslah besar akan membuat ku kesulitan" Chan yu bergumam, ia berfikir jika gadis itu akan di usir seperti kebanyakan gadis yang datang, akan tetapi?, gadis ini malah membuat Feng Yi menjadi linglung sesaat hingga memeluknya begitu saja

__ADS_1


"Aku tidak melihat apapun, aku tidak melihat apapun, ingat ya Chan yu, aku tidak melihat apapun" Chan yu terus bergumam menuju ruanganya, ia tak melihat apapun


"Agh, sial matilah aku, aku membuat presdir terganggu, ini bukan hal yang akan ku lewati dengan mudah, sudah lah, aku harus menenangkan diriku terlebih dahulu" Chan yu bergumam, ia harus menenangkan diri, Feng Yi tak bisa di singgung dan ia telah menganggu


Saat Chan yu sibuk bergumam Feng Yi malah masih memeluk Min dengan pelukan erat, ia nyata, gadis ini nyata, semua mimpi yang berlalu juga adalah kilas kehidupan mereka di masa lalu, anggap saja ia bodoh bahkan masih menantikan istrinya salam reinkarnasi akan tetapi inilah kenyataan yang ada


"Lepas"


Min dengan nada datar, untuk beberapa saat ia malah menjadi begitu terlena, pelukan ini malah terasa begitu hangat, oh tidak jangan sampai, jangan sampai ia terlena, jangan terlena dengan hal yang begitu tak masuk akal ini, kedatanganya untuk membicarakan perihal kerja sama, tak ada hal lain selain itu


Mengapa ia malah ingin menagis, jangan sekarang, ia tak boleh menagis di hadapan mahluk angkuh ini, jika itu terjadi maka mahluk ini akan menjadi besar kepala, ia tak boleh terlena, ia tak pernah mengenai Feng yi,


Perasaan seperti apa ini, mengapa ia seakan kehilangan kendali atas dirinya sendiri, dan ini, ia tak bisa membiarkan hal seperti ini berlangsung begitu lama


"Tidak"


"Presdir Feng, hargai diri anda sendiri, lepaskan saya, kita tidak saling mengenal"


"Jika sebelumnya tidak maka saat ini sudah, aku tak akan melepaskan pelukan ini dan tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi, dan kau jangan pernah berfikir untuk pergi dari ku, kau milik ku selamanya akan begitu" Bisiknya lirih, Feng Yi berucap dengan penuh


keyakinan, ia sudah menjadi begitu dilema selama ini


Mereka ditakdirkan dalam dua kehidupan, tentu saja ini adalah takdir, cinta mereka akan kembali bersemi, jika saat ini tak kenal maka Feng Yi tak akan merasa keberatan untuk memperkenalkan dirinya dan memulai semuanya sejak awal


Gadis ini masih seperti dirinya yang dahulu, keras dan mandiri, jika dahulu ia mampu menahlukkan hati Min maka saat ini pun akan sama, ia akan mengejar Min, ia sudah memutuskannya sekarang


"Saya tak menyangka jika seorang Presdir Feng bisa melakukan hal sehina ini, mesum"


Min kasar melempar proposal di tangannya ke wajah Feng yi dengan kasar, Ia sedang marah, marah dengan dirinya sendiri, sejak awal ia suah memiliki tekad dengan proposal itu, akan tetapi?, saat tiba malah ingin bergegas pergi


Ia sangat marah pada dirinya sendiri dan ingin memukul Feng yi sampai mati, hanya saja ia tak bisa melakukan itu Identitasnya saat ini tak mendukung jika ia melakukan kekerasan, karena tak ingin lepas dalam kendali maka ia memilih untuk meninggalkan Tang Xi.

__ADS_1


__ADS_2