Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
30


__ADS_3

"Huh" Chan yu menghela nafas pelan dan mendudukkan diri di balik meja kerjanya, selama beberapa waktu ini benar benar


Melelahkan sekali, ia harus bekerja dan merawat Feng yi yang begitu keras kepala, jika tak di temani maka ia akan sangat sulit di hadapi


Akan tetapi ia hanya bisa melanjutkan pekerjaan ini, mengeluh tak akan menghasilkan apapun, jika masalah ingin selesai maka di kerjakan, Feng Yi sedang sakit dan mau tak mau ia yang mengambil alih banyak hal


"Kau ini sangat suka mengeluh, tapi ngomong ngomong, sudah dua minggu ini Presdir tak masuk kantor apa yang terjadi" Yan Li berucap dengan nada pelan


Sudah beberapa waktu berlalu, sejak kejadian itu presedir Feng yang di tolak dak menyisakan luka di kakinya, sejak saat itu pula ia sudah tak masuk ke perusahaan membiarkan semuanya di urus oleh asistennya


Chan yu memang asisten yang berkemapuan dan bisa di andalkan, hanya saja presedir Feng yang tiba tiba meninggalkan pekerjaan, luka yang ia alami sebelumnya ia fikir tak begitu parah, hanya karena benturan saja sampai libur begitu lama, bos memang bebas melakukan apapun


"Kau ini sangat suka menggosip Yan Li" Chan yu menghela nafas pelan, Yan Li ini terlalu bersemangat, saat datang maka ia akan bertanya tentang banyak hal, huh melelahkan sekali


Ia lelah dengan bekerja, ia lelah menemani Feng Yi yang harus menjalankan terapi dan hal lain sebagainya, kehidupanya sejak Feng Yi sakit berubah drastis, pekerjaannya bertambah bukan dua kali lipat bahkan sudah tiga kali lipat


"Aku hanya bertanya"


"Kau bertanya atau memaksa ingin tau akan hal ini?"


"Tentu saja ingin tau, aku merasa sangat penasaran, aku merasa jika semua tak bisa berakhir begitu saja, apakah luka presedir Feng sangat parah?" Yan Li berucap bertanya, ia tak menyangka jika presedir Feng akan dikalahkan oleh seorang gadis yang tak mencintainya, huh menyedihkan sekali


"Kau ini hanya ingin tau dan untuk kebutuhan gosip mu saja, dasar gadis tukang gosip"

__ADS_1


"Chan yu, kau berkata seolah hanya aku saja, aku hanya merasa penasaran, presedir begitu kuat bagai mana mungkin bisa berubah begitu cepat, sebelumnya masih sangat kuat dan beberapa waktu kemudian malah menjadi kaca yang rapuh" Yan Li berkomentar, ia sudah bekerja beberapa waktu di sini, dan selama bekerja ia tak pernah melihat Feng lalai akan pekerjaannya, selama ia bergabung Feng Yi juga terlihat seperti pria yang angkuh dan bisa mengatur semuanya dengan baik


"Tidak ada yang istimewa Yan Li, yang cantik, Presdir hanya terluka dan dokter datang untuk mengobati menurutmu apa yang bisa terjadi?" Chan yu menghela nafas pelan, tak ada yang istimewa dari ini, presedir Feng nya sakit ia di limpahkan begitu banyak pekerjaan


Ia bahkan masih harus ke mansion Feng untuk memastikan jika Feng yi meminum obat dan bahkan menemaninya menjalani terapi, Cedera sebelumnya membuat tulangnya menjadi retak, ia sudah perlahan membaik hingga akhirnya malah kembali terluka


Entah berapa keras benturan itu, bahkan membuat kulit yang kuat dan sehat mengeluarkan begitu banyak darah segar


"Kau ini sangat membosankan Chan yu, sudah lah kau sangat tak seru, kau tak menyenangkan lebih baik kembali pekerjaan ku, kau sangat kuno dan kolot, tidak bisa di ajak bergosip" Yan Li berucap dengan nada malas dan kembali mendudukkan diri di balik meja, mengambil map dan memeriksa pekerjaan yang akan ia lakukan


"Dasar gadis tukang gosip, setiap hari bergosip dan selalu mengomentari orang lain, jika presedir tau pasti dia akan menghukum mu, masalah pribadi presedir tak bisa kita campuri, ingat ranah sendiri"


Chan yu mendengus kesal, gadis ini, tak ada hari tampa bergosip, bahkan kali ini selalu saja mempertanyakan Feng yi, seolah sedang menertawakan nasib malang yang sedang menimpa feng yi saat ini


"Dasar gadis aneh" Chan yu menghela nafas pelan sembari melihat ke arah komputer, sudah ada beberapa email yang terkirim dan ia harus kembali ke mansion Feng Yi, pria itu tetap bersikeras bekerja, ia tak keberatan jika diam di rumah akan tetapi juga tak bisa hanya santai


Karena pekerjaan seperti ini memang tak bisa di lakukan oleh asisten sepetinya maka ia akan membawa barang barang ini ke mansion Feng kembali


Ia bisa mengontrol dan mengecek dokumen yang masuk akan tetapi tentang keputusan tentu saja tak bisa di lakukan, ia hanya bisa bolak balik saja


"Kau mau kemana lagi?, kau baru saja sampai malah pergi lagi"


"Ke mansion Feng, selesaikan pekerjaan di sini dengan baik aku akan segera kembali"

__ADS_1


"Dasar pria itu, ia bahkan lebih suka bolak balik dari pada mengatakan hal yang di alami oleh Feng Yi, jika begitu bagai mana aku bisa tau bagai mana kelanjutan dramanya" Yan Li mendengus kesal, ia hanya ingin menikmati drama


Biasanya pria akan menjadi sangat tertarik, terlebih Feng Yi, ia sudah terbiasa angkuh dan di puja oleh semua orang akan tetapi kali ini ia mendapat sebuah penghinaan, yaitu penolakan, sebagai orang yang angkuh Feng Yi tak akan bisa menerima begitu saja


"Bekerja bekerja, sebulan penuh bekerja" Yan Li bersenandung sembari mengecek pekerjaannya, hingga akhirnya bunyi telpon menghentikan aktifitasnya


"Selamat siang" Seperti biasa Yan Li akan menerima telpon dari resepsionis dan pastinya untuk melaporkan sesuatu yang ada di bawah


"Selamat siang sekretaris Yan" Ucap seornag dari seberang sana, terjadi sesuatu di loby dan tentu saja harus melaporkan pada sang atasan


"Hm, ada apa Nona Lao" Yan Li menjawab dengan sopan


"Dari orang perusahaan Wei ingin menemui presedir, akan tetapi mereka belum membuat janji" Gadis di seberang telepon menjelaskan, Yan Li hanya menghela nafas malas, jika tak membuat janji bagai mana bisa bertemu, presedir Feng bukan orang yang bisa di temui begitu saja


"Presdir tidak sedang di tempat saat ini, katakan jika telah membuat janji baru bisa mencari waktu, nona Lao, aku harap kau bekerja dengan profesional" Yan Li mengingatkan, ia suah sangat tau bagai mana tempramen pemimpin perusahaan Wei ini, akan tetapi saat ini tuan Feng tidak berada di ruangan,


Dan Yan Li memilih untuk tidak berpura pura menjadi orang yang ramah lagi, ia tak ingin bertemu maka Lao nan juga tak bisa melakukan apapun


"Yang dikatakan sekretaris Yan akan saya dengar"


"Ah Baiklah jika demikian" Yan Li menutup sambungan telpon dengan malas


"Dasar orang kaya tidak tau aturan, memiliki niat buruk malah membuat orang lain susah" Yan Li bergumam dengan malas

__ADS_1


__ADS_2