
Di dalam ruangan nan begitu sepi, bernuansa putih, bau obat obatan tercium begitu menyengat memenuhi ruangan yang sunyi sepi ini, tak jauh dari pintu utama terdapat seorang gadis yang terbaring lemah di bakar tampa daya, matanya masih setia terpejam seolah tak memberikan kesempatan orang orang untuk memiliki sedikit harapan atas nyawanya
Setiap harinya ia hanya akan di temani oleh seluruh peralatan medis yang digunakan untuk menopang kehidupan, waktu berjalan dengan begitu cepat tampa terasa dua tahun telah berlalu dengan begitu saja, semua masih sama, ia masih betah dengan keterdiamanya sudah begitu banyak upaya yang di lakukan untuk mempertahankan nyawa yang sudah berada di ujung kematian itu.
Sudah puluhan bahkan ratusan dokter yang menanganinya, hasilnya tetap sama, dokter dokter ahli yang selama ini berada di dalam kelompok mereka bahkan tak bisa melakukan apa apa, setiap dokter hanya mengatakan jika semuanya tergantung pada takdir, para dokter itu bahkan seketika lupa jika mereka adalah sekelompok orang yang tak percaya dengan takdir, takdir hanya membodohi manusia.
Ia adalah Min Jiana, sosok yang selalu di kenal sebagai gadis kuat dan sangat di takuti oleh semua orang dan saat ini?, Ia bahkan tak lebih dari raga kosong yang begitu betah dengan tidur panjangnya itu, saat ini ia tak lebih dari seornag gadis lemah Tampa daya.
Suara langkah kaki terdengar jelas menyusuri sepanjang koridor, kaki indah itu terus melangkah maju menuju sebuah ruangan yang berada di lantai paling atas, ruangan di buat khusus untuk Min Jiana, ruangan yang jauh dari segala hiruk pikuk dari kepadatan aktivitas dunia yang melelahkan ini,
Ruangan yang khusus untuk pasien sangat khusus, langkah terus membawanya ke ruangan yang sunyi sepi itu, dan dengan gerakan pelan kop pintu di putar, perlahan terbuka menampilkan dua orang gadis yang masih setia dengan wajah datarnya itu,
Wajah yang bahkan mampu membuat orang mundur saat melihatnya, kedua gadis itu berjalan pelan mendekat dan duduk di samping si pasien dengan begitu pelan, seperti biasa, mereka akan datang untuk sekedar menjenguk, dan datang untuk melaporkan segala pekerjaan mereka pada Min Jiana yang merupakan pemimpin mereka
Meski saat ini mata terpejam keduanya yakin jika sang pemimpin dapat mendengarkan mereka, dan bahkan mereka juga sangat yakin jika suatu saat mata indah itu perlahan terbuka dan kembali menjalani kehidupan yang penuh bahaya seperti sebelumnya
"Nona bahkan masih sangat betah diam" Ucap Yue sembari menghela nafas dengan pelan,
"Tak apa nona, sekarang kau sedang lelah dan ingin beristirahat, aku mengerti, kau sudah bekerja sedari muda dan pastinya itu sangat melelahkan bukan?"
"Nona, kau tau?, Dua tahun sudah berlalu sejak hari itu, kami memang tak kehilangan arah, namun kami kehilangan pemimpin kami, meskipun kau lelah ku fikir kau sudah beristirahat begitu lama, membuat kami menjadi begitu kahwatir setiap harinya"
Saat ini ia hanya bisa menatap sang nona dengan tatapan begitu iba, siapa yang menyangka, Min Jiana yang begitu kuat seketika tumbang hanya karena sebuah peluru, ini memang terdengar seperti lelucon, namun?, Inilah kenyataan, kenyataan yang terpaksa mereka hadapi
__ADS_1
"Huh, biarkan nona beristirahat Yue, jangan menganggu nona" Jia yang ikut menghela nafas pelan
"Nona sudah tidur terlalu lama, apakah ia benar benar sudah lupa dengan segala misi dan pekerjaan kita, bekerja tanpa nona terasa sangat melelahkan" Yue berkometar, nonanya sudah tertidur begitu lama
"Nona akan bangun setelah waktunya tiba"
"Tentu saja nona harus bangun, karena semua akan menjadi tak menyenangkan jika ia tak ada" Waktu berlalu dengan begitu cepat dan sudah hampir 2 tahun nona mereka memejamkan matanya, tak ada sedikitpun tanda akan kembali, ia terlihat tertidur dengan begitu nyenyak seolah alam mimpi lebih menarik dari pada
Mereka sudah melakukan segala macam upaya namun tak ada perubahan apapun pada gadis yang masih begitu setia memejamkan matanya itu, terkadang ia bahkan menyalahkan dirinya sendiri, menganggap dirinya yang menjadi penyebab sang nona terbaring lemah seperti ini, anda saja ia tak lengah, sang nona tak akan pernah merasakan hal seperti ini
"Nona bangun lah, jangan tidur lagi, apakah kau tidak lelah jika harus berbaring seperti ini?" Yue masih belum bisa mempercayai ini, mereka bahkan sudah bekerja
Ah menghadapai segala bahaya sedari muda, satu bahkan lima peluru tak akan membuat mereka mati begitu saja, mereka memiliki cadangan nyawa atau mungkin juga dewa yang tak sudi mendekati mereka karena mereka yang berlumuran dengan dosa, saat ini mereka hanya bisa bekerja dengan begitu giat hanya untuk satu misi dan tujuan, menghancurkan siapapun yang menghalangi mereka, kematian tak begitu mudah di terima,
"Tapi sampai kapan?, Jika nona benar benar mati maka aku akan mengikutinya, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan selalu menemani nona dalam keadaan apapun, bahkan di neraka sekali pun" ia mengeluh karena ia tau min tak menyukai orang yang mengeluh, jika ia mengatakan banyak keluhan mungkin saja min akan kesal dan memilih untuk membuka mata
"Kita semua memiliki kesetiaan yang sama pada nona, jadi kau jangan katakan itu, nona tak akan suka jika kau mengatakan itu, sekarang lebih baik kau kembali ke markas, dan lakukan bagian mu, jangan melakukan hal yang jelas jelas tak menguntungkan mu, nona akan kembali ji waktunya telah tiba"
"Lalu bagai mana dengan nona"
"Jangan menganggu nona lebih lama lagi, biarkan nona beristirahat"
“Huh baiklah jika demikian” Yue menghela nafas pelan sembari mengambl tasnya, ia harus pergi menyelesaikan pekrejaanya
__ADS_1
"Jia, apakah kau benar benar akan menemui tuan Lin" Ucapnya lagi, Jia akan bertemu dengan pria yang begitu licik, Jia memang kuat akan tetapi ia sedikit takut jika Jia tak bisa kembali lagi, ia sudah hampir kehilangan sang nona ia tak ingin Jia ikut menyusul sang nona dan meninggalkan dirinya dengan pekerjaan yang amat banyak ini
"Transaksi kali ini memiliki untung yang begitu besar, kita seperti burung patah tulang sejak nona tak sadarkan diri, kita butuh uang ini, meskipun perkembangan pasar gelap tidak terlalu buruk akan tetapi juga tak bisa di bilang baik
"Tapi tuan Lin begitu licik"
"Aku akan atasi, manusia licik, sudah berapa banyak kita berhadapan dengan orang orang seperti itu, dan kita masih ada dan bertahan sampai sekarang kan?”
"Huh baiklah, aku hanya berharap kau akan baik baik saja dan, berapa lama kau akan ke Canada?"
"Hanya 2 hari, kau hanya perlu memantau markas untuk sementara waktu, keadaan perusahaan juga masih berada dalam kedali, bekerjalah dengan baik, kita tak bisa melepas apapun milik nona, setelah nona terjaga baru lah biarkan dia memutuskan, akan mempertahankan beberapa perusahaan bersih itu atau kembali berada dalam lingkungan pasar gelap"
"Perusahaan itu, sejak si tua Kim mati kita harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengurusnya, jika mengingatnya membuat ku marah saja, keadaan perusahaan juga sangat tak mengenakan, orang orang yang di miliki pak tua Kim itu suka sekali membuat masalah, aku hanyalah wakil presedir, mereka menganggap ku begitu tak berpengalaman hanya karena aku lebih muda, padahal kemapuan seseorang tak bisa di ukur dari umur mereka, menyebalkan memang, hidup di lingkaran pasar gelap lebih baik, di perusahaan orang orang dengan bangga mengatakan jika diri mereka bersih, akan tetapi kenyataanya mereka tetaplah manusia yang licik dan kejam" Yue memprotes
Sejak muda ia berkecimpung dalam pasar gelap, saat itu usianya baru 20 tahun dan ia mengambil alih begitu banyak pekerjaan, ia lebih menyukai orang kotor dari pada orang yang berpura pura bersih namun kenyataanya malah begitu menjijikan
"Sudah lah, jangan mengatakan banyak omong kosong, sekarang pergilah ke markas, paman akan membantu mu di sana" Jia berucap pelan, pekerjaan takada yang benar benar bersih, manusia itu serakah dan tamak, mereka menyembunyikan itu dengan baik
"Huh baiklah, nona, aku pergi bekerja dulu, kau harus ingat dengan ucapan yang ku katakan sebelumnya, jangan terlalu lama tertidur dan lari dari tanggung jawab, aku lelah menghadapi mereka, mereka semua sangat menyebalkan"
"Kau sudah selesai?"
"Tentu saja sudah, baiklah, Jia, aku akan pergi, kau juga harus berhati hati dengan orang orang itu"
__ADS_1
"Baiklah"