
"Nona, tuan Wen memaksa untuk masuk" Ming Yan berucap pelan, Yue tak ada di sini
Sedangkan Ming Yan?, Ia bahkan sudah mendapat pukulan dari pemuda Wen ini, gadis malang ini menjadikan dirinya sebagai tameng akan tetapi ia tak perlu itu, siapa yang tidak tau bagai mana tempramen bajingan Wen ini, dan kali ini ia datang dan membuat kekacauan di Roseblu mereka
"Ming Yan, pipi mu?" Min berdiri sembari mendekati pipi Ming Yan yang memerah, pria ini benar benar pantas di sebut sebagai bajingan, bahkan memukuli seorang wanita tanpa berbelas kasih sedikitpun
"Dia menghalangi langkah ku, maka jangan salahkan aku jika menyakitinya" Wen Juling dengan nada sombong, ia bahkan duduk di sofa tampa di silahkan
Ia adalah tuan muda Wen yang selalu di semana mena pada semua orang, ia adalah putra dari pengusaha kaya Wen tentu saja ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan
"Tuan Wen, kedatangan anda begitu buru buru membuat ku tak bisa menyambut mu dengan baik" Min berjalan mendekat ke arah Wen Juling dengan tatapan datar,
Bajingan tak tau diri ini hanyalah sampah masyarakat, merusak tatanan dunia saja, akan tetapi ia tak bisa berbuat tidak sopan, jika hal buruk terjadi ia akan menjadi tumbal, ia berusaha keras untuk Roseblu menyinggung perusahaan Wen hanya akan menimbulkan masalah bagi mereka, Siapa yang tidak tau kalo tuan tua Wen adalah manusia yang begitu licik
"Beginilah menjadi seorang wanita, harus cantik dan anggun, dia adalah pemimpin kalian dan bahkan dia lebih bisa di andalkan dari mu" Wen Juling berucap dengan nada pelan,
Feng Yi menatap Wen Juling dengan tatapan tajam, Istrinya hanya bisa mendapat pujian darinya, pria lain tak memiliki hak dan kuasa atas itu merasa dirinya di tatap dengan tajam Wen Juling tentu saja membalas tatapan itu dengan tak kalah tajam
Saat keduanya menyibukkan diri dengan acara tatap menatap Min mengabaikannya begitu saja, ia lebih perduli pada luka di pipi Ming Yan ketimbang kedua pria yang tak tau malu ini
__ADS_1
Yang satu pria mesum yang tak tau malu dan yang satunya pria yang di bakar api cemburu yang membara
"Ming Yan, rawat luka mu dengan baik, Ji Li bawa Ming Yan keluar, dan biarkan ini selesai sampai di sini"
Min menggenggam tanganya dengan begitu erat, ia marah saat ada yang menyakiti orangnya, terlebih Ming Yan, rasa familiar rasa kekeluargaan begitu terasa saat ia bersama Ming Yan, ia tak tau mengapa, yang ia tau ia bertekad untuk menjaga Ming Yan dengan baik namun bajingan Wen ini malah memukulnya begitu saja
"Baik nona" Ming Yan segera meninggalkan ruangan
Ia tak perlu cemas dengan sang nona, saat ini Feng yi berada di dalam ruangan, ia akan memukul Wen Juling jika berani menganggu apa lagi menyentuh Min
"Tuan Wen, kedatangan anda kali ini sepertinya tak membawa ketulusan, kami akan mulai rapat dengan Wen grup setelah makan siang, namun sekarang tuan muda Wen grup malah datang tampa di undang bukankah ini menyalahi aturan"
"Sudahlah, buang saja kesopanan itu, aku datang hanya untuk memastikan jika kau akan menerima proyek yang akan di ajukan oleh ayah ku, aku mendengar jika Roseblu telah melakukan kecurangan, dan ku ingatkan pada mu presedir cantik, aku bisa saja diam dengan hal ini asalkan kau.." ia mendekat dan hampir menyentuh tangan Min, untung saja ia menarik tangan dengan cepat
Min menatap ke arah Feng yi yang bersiap untuk memukul, Min menggeleng pelan, hal ini membuat Feng yi mengundurkan keinginannya untuk memukul bocah sialan yang hampir menyentuh miliknya
"Proyek yang di ajukan Wen grup memang cukup berisiko, dan kami tak akan melakukan hal yang akan membuat kami menjadi rugi, kami akan membahasnya dengan tuan Wen setelah ini, dan sepetinya kedatangan tuan muda Wen saat ini sangat tak di perlukan" Pria ini sangat tak tau diri, ia mengajukan kerja sama dengan proyek yang begitu buruk, ia bahkan dengan tak tau diri memaksa dan menekan mereka
Sedari awal sudah menunjukan niat yang tidak baik, jika proyek ini benar berjalan maka merekalah yang akan merugi, tuan Wen hidup dengan begitu licik dan kejam selama ini, ada banyak cara untuk menipu dan menekan perusahaan lain, ia begitu tak tau diri hingga berani menganggu perusahaan mereka
__ADS_1
Min sedari awal memang ingin menolak, akan tetapi masih berusaha memberi muka pada Wen grup, ia tak ingin perselisihan di antara pebisnis, jika ingin bersaing maka bersaing lah dengan Adil, permainan licik seperti itu adalah hal yang sangat ia benci
"Jangan terlalu sombong, kau gadis yang cantik, jika kau.." ia mendekat dan bahkan hampir memeluk Min, Melihat itu Feng Yi sontak membulatkan matanya dengan tak suka, bajingan ini ingin mendekati istrinya
Lagi dan lagi Feng yi dengan sigap menjauhkan Min dari pria menjijikan ini, tangan kotor ini, tangan kotor ini tak akan pernah bisa meraih istrinya
"Kau" Ia mengeram kesal saat tubuhnya terlempar ke sofa, Bajingan dingin ini, siapa yang berani mengganggunya, ia adalah tuan muda Wen yang akan mendapatkan apapun yang ia inginkan, dengan penampilan pria ini mungkin hanyalah pesuruh ketua Roseblu imi
"Roseblu tak akan bekerja sama dengan Wen grup, aku akan memastikan itu, tuan tua Wen sangat sial karena memiliki anak bodoh seperti mu" Feng Yi menatap tuan muda Wen dengan tatapan datar
Min tak ingin membuat keributan akan tetapi ia ingin, ia sangat ingin memukul dan menguliti pria bajingan ini, jika ia benar benar menyentuh istrinya maka Feng Yi tak akan memberi ampun
"Kau hanyalah pesuruh dari mereka beraninya kau melakukan perhitungan dengan ku, aku adalah tuan muda Wen aku bisa melakukan apapun"
"Dan aku adalah presedir Feng, jika aku ingin kau bisa hancur hati ini juga" Feng Yi menarik min mendekati meja agar bajingan Wen ini tak mendekatinya, setelah membiarkan Min duduk di balik meja kerjanya Feng Yi menekan salah satu tombol di telpon di meja Min
"Datang ke ruangan Presdir" Feng yi dengan nada datar, pria bajingan ini begitu bangga dengan status menjijikan nya itu.
Dalam sekejap pada sekuriti datang dan langsung melempar tuan muda Wen yang semana mena ke luar dari Roseblu
__ADS_1