
Di balik mejanya Feng yi menghela nafas dengan pelan, memejamkan matanya sembari mengingat dengan baik wajah gadis itu
Tangan lentik itu mulai bergerak menggoresi kertas, dan dalam beberapa saat lukisan yang sempurna telah jadi
Di depan sana terlihat Min yang sedang tersenyum lebar, di bawah pohon persik dan di hadapan dengan hamparan bunga yang indah
Min terlihat semakin menawan saat di padukan dengan nuansa yang kuno
"Sama seperti sebelumnya, kau sangat cantik permaisuri, jangan kabur kaburan lagi, aku sudah memutuskan untuk mengejar mu dan selamanya akan begitu" Feng yi tersenyum saat melihat lukisan itu Ia melangkah mengambil bingkai dan memasukan lukisan min ke dalam bingkai, meletakan ya di atas meja
Dengan demikian ia akan lebih tenang dan merasa jika setiap saat berada dan di pantau oleh istrinya
"Presedir" Chan Yu baru saja masuk ke dalam ruangan menemukan Feng yi yang sedang tersenyum, ia sedikit terkejut namun tak berani bersuara
"Bagai mana dengan hasil kerja mu?" Feng Yi membuka suara, yang di tanyakan hanyalah seputar hasil kerja, ia sudah bekerja keras menemukan Min, bermulai dengan sebuah petunjuk yang begitu abstrak hingga bertemu dengan gadis itu berserta wujud aslinya
"Setelah melihat nyonya di bandara orang ku mengikutinya, hanya saja nyonya tiba tiba menghilang, dan bahkan belum di temui sampai saat ini" Chan yu berucap
Ia sudah berpesan dengan bawahnya untuk menjaga Min dengan baik, namun bahkan belum beberapa jam pesan di katakan laporan kegagalan sudah datang, mereka sudah melakukan pekerjaan dengan begitu baik, hanya saja Min lah yang terlalu licin hingga dengan mudah melarikan diri dari pengawasan mereka
"Tuan"
Chan yu sedikit cemas dengan ekspresi yang di tunjukan, setidaknya luapkan saja emosi, atau bagai mana, melihat Feng yi yang diam seperti ini membuatnya berprasangka buruk
__ADS_1
Feng yi meraih bingkai yang baru ia letakan, tersenyum lebar sembari menatap lukisan di tanganya
"Sampai kapan kau menghindar permaisuri?, Apakah tidak lelah bermain petak umpet selama ini, kau datang hari ini dan dalam waktu beberapa detik kau sudah menghilang begitu saja, kau sangat senang melihat ku seperti orang gila karena mencari" Feng yi berucap dengan nada pelan, membuat Chan yu semakin panik saja
Apakah Feng yi benar benar menjadi gila karena gadis itu?, mengapa?, ia adalah orang yang bersama Feng Yi selama bertahun tahun dan selama itu juga ia tak pernah melihat Feng Yi menujukan perhatiannya pada seorang gadis, akan tetapi kali ini malah menjadi bodoh Tampa memiliki sedikitpun penyesalan di hati
"Tuan?"
"Jangan lanjutkan lagi, ia ingin sendiri dalam waktu dekat ini, biarkan saja ia menghilang, semakin kita mencari maka ia akan pergi semakin jauh" Feng Yi menghela nafas, keberadaan orangnya sudah di ketahui oleh min, dari itulah ia bisa melarikan diri dengan mudah, dengan pemahaman dirinya terhadap Min di masa lalu maka hal yang seperti ini adalah hal yang sering terjadi
"Baik tuan, jika tak ada hal lain saya permisi" Chan yu meninggalkan ruangan dengan penuh kebingungan, sebelumnya begitu bersikeras untuk mencari, akan tetapi dalam sesaat malah menjadi tak bersemangat seperti itu, membuatnya serba salah
"Ada apa lagi dengan mu Chan yu?" Yan Li berucap dengan nada mengejek, wajah masam Chan yu terlihat semakin kecut saat keluar dari ruangan Presdir, apakah presedir Feng memarahinya lagi
"Hari ini presedir begitu aneh" Chan yu menghela nafas pelan sembari mengambil gelas dan memasukan air ke dalamnya
"Ia tak marah saat aku gagal menjaga istrinya"
Bisik Chan yu dnegan begitu pelan, sejak kemunculan min Chan yu lah yang menjadi orang yang sangat di rugikan, setiap hari mencari orang tak jelas, setiap waktu malah di olok olok oleh seorang yang begitu menyebalkan membuatnya lelah saja
"Bukankah itu berita bagus?" jika tidak marah maka akan sangat baik, lagi pula hanya kecelakaan dikit aja
"Itu mengerikan, aku takut jika Presdir diam diam mengirimkan ku pembunuh untuk menghabisi nyawa kecil ku ini" Chan yu merengek dengan nasib buruk yang akan menimpanya cepat ataupun lambat, ia akan tetap menjadi orang yang begitu malang
__ADS_1
"Dasar kau pria yang sangat pengecut, presedir sangat membutuhkan mu dan tentu saja kau tak akan di singkirkan dengan mudah" Yan Li memukul kepala Chan yu dengan kesal, Feng Yi kejam dan perhitungan, akan tetapi mereka orang yang berada di sekeliling Feng Yi, Feng Yi memiliki caranya sendiri untuk melakukan sebuah kebaikan
"Semoga saja, tapi ku perhatikan sedari tadi kau begitu kelelahan, apa yang terjadi?, Jam berapa kau kembali semalam" Chan yu menghela nafas pelan, mendapat Maslah juga bukan hal yang menyenangkan dan di inginkan, ia tak bisa banyak berbicara dan melangkah menuju meja kerja untuk menyelesaikan apa yang harus di selesaikan.
"Hampir jam 12 lelah sekali" Yan Li duduk di hadapan Chan yu, pria ini sudah hampir waktu makan siang dan pria ini begitu fokus melakukan perhitungan
"Beginilah dunia kerja" Yan Li menghela nafas pelan, dunia kerja ini adalah kelelahan, jika tak ingin lelah maka tak perlu bekerja karena bekerja bukan hal yang bisa di jadikan mainan dan lelucon orang lain
"Yah akhirnya, jika lelah beristirahat sambil mengatakan banyak keluhan, setelah lebih baik maka akan kembali bergerak dengan teratur" Chan yu menghela nafas pela
"Kau pintar, begitulah kehidupan, jadi jangan terlalu di bawa pusing, jalani saja apa yang bisa di lakukan"
"Kau tak ada di posisiku, selain di anggap tak berguna aku juga menjadi serba salah, jika gadis itu di temukan apakah presedir akan benar benar kehilangan akal" Chan yu menghela nafas pelan, hari ini mengatakan tidak dan dalam waktu singkat ia akan di panggil untuk menemukan cintanya lahi
"Cinta memang seperti itu, akan dengan mudah membodohi orang"
"Semoga saja dia tak memanfaatkan cinta yang di miliki presedir"
"Kau melihat dengan jelas bukan?, Dalam sekali lihat saja kita semua sudah tau jika Presdir lah orang yang paling bersikeras dengan perasaan ini"
"Itulah yang kita kaitkan, memiliki cinta adalah sikap alami manusia, hanya saja cinta yang seperti ini, aku takut jika akan membuatnya menjadi kecewa"
"Sudahlah, jangan bergosip, aku akan menemui Presdir untuk mengingatkan jadwalnya"
__ADS_1
"Huh baik lah, kau sangat tidak seru, saat aku bersemangat bergosip Kau tak berminat sedikit pun, dasar wanita kejam"
"Bekerja dan terus bekerja" Yan Li terus bersenandung sembari memfokuskan diri pada pekerjaannya