Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
44


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar, Min membuka matanya perlahan, ia membulatkan matanya terkejut saat terbangun di sebuah ruangan nan nampak asing,


Ia bahkan tak mengenal tempat ini, bukan rumah sakit apa lagi kamarnya, lalu di mana ini?, Mengapa ia harus sampai di tempat ini


"Kau sudah bangun" seorang gadis datang dengan pakaian tidur, di tanganya terdapat Napan yang berisi semangkuk bubur dan susu hangat, ia tuan rumah yang ramah, sebelumnya Tampa sengaja menemukan seorang gadis yang malang, karena mereka saling mengenal maka ia akan tak akan memperhitungkannya


"Kau" Min menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya, dengan luka dan keadaanya semalam, seorang gadis membantu dan bahkan merawatnya dengan begitu santai?, apakah gadis ini psikopat?


"Jangan menatap ku seperti itu, membuat ku tak nyaman saja" Si gadis melangkah dengan begitu ringan, mereka sudah bertemu beberapa kali, karena sudah bertemu maka bisa di katakan saling mengenal


"Kau sekretaris Tang Xi waktu itu?" Min tak habis fikir, dia adalah sekretaris yang ia tipu sebelumnya, gadis licik ini bahkan dengan begitu mudah terpercaya di permukaan akan tetapi di dalam hatinya menyimpan banyak rahasia yang begitu besar


"Hm, kita bertemu sebelumnya keadaan mu masih sangat baik baik saja, dan bahkan meninggalkan presedir Feng dalam keadaan buruk, namun kali ini giliran kau yang terluka" Ia berucap dengan anda pelan


Dia adalah Yan Li, sebelumnya ia merasa lelah di dalam apartemennya dan memilik keluar untuk mencari udara segar, namun siapa yang menyangka jika malah bertemu dengan gadis malang yang sedang terluka begitu parah


Ia gadis yang berbesar hati membantu siapapun Tampa pamrih, ia bisa berbuat baik dan juga menjadi sangat buruk, semua akan di perlakukan sesuai dengan sikap mereka masing masing


"Tenang saja, tak perlu takut dan menatap ku seperti itu, sedari awal pertemuan kita aku merasa jika kita adalah orang yang begitu akrab, ternyata kita bernasib sama" Yan Li duduk di pinggiran ranjang sembari memegangi dahi Min


"Kau sudah sembuh, luka mu meradang dan malah membuat mu demam semalaman" Yan Li mengambil beberapa obat di dalam laci dan memberikanya pada Min


"Minumlah, aku tidak akan memberimu racun, luka mu sedikit serius, hanya saja perlu sedikit lebih hati hati, jangan sampai ada yang menyadari jika luka ini kau dapatkan dari misi yang gagal" Yan Li berucap ringan, Gadis ini begitu menyedihkan, ia pernah berada di dalam posisi ambang kematian, dan ia sangat tau bagai mana perasaan Min saat ini


"Kau adalah sekretaris seorang presedir di Tang Xi, bagai mana mungkin memiliki nasib yang sama seperti ku, jangan mengolok dan bermain lelucon dengan ki" Min sudah tak bisa mengelak lagi, gelagat Yan Li menujukan jika ia sudah mengetahui identitas lain yang di miliki oleh Min ini


"Sekarang mungkin tidak, hanya saja aku pernah dalam lingkaran itu, itu melelahkan, aku tak perduli, kau ingin percaya atau tidak yang pasti aku orang berpengalaman" Yan Li menjawab ringan, ia berada dalam lingkungan dunia gelap selama bertahun tahun, saat berumur 25 tahun baru bisa melepaskan diri karena di kecewakan oleh orang yang sangat ia cintai, tak masalah, hanya putus cinta saja, kehidupan tak akan berhenti sampai di sana saja

__ADS_1


"Kau begitu serius dan bertekad, karena aku baik aku akan percaya dengan mu"


"Sudah seharusnya seperti itu, aku penolong mu dan kau malah menganggap ku pembohong"


"Hanya saja aku masih tidak percaya dengan yang kau katakan, kau adalah seorang sekretaris Tang Xi yang berkemapuan, kau juga terlihat lembut seperti gadis lainya, siapa yang percaya jika kau adalah salah satu dari orang dunia hitam"


"Kau juga begitu kan?, Kau seorang pemimpin di perusahaan, tapi kau melakukan pekerjaan lain juga"


"Kau ini, aku bahkan menyangka jika gadis seperti mu mengatakan hal se penting ini dengan begitu gampang"


"Apa yang harus ku takuti, aku pembunuh dan kau juga, bedanya kau masih berkecimpung di dalamnya sedangkan aku sudah selesai dan meninggalkan pekerjaan yang seperti itu, tapi, sudah lah, aku membuatkan mu bubur, luka mu sedikit dalam, untuk beberapa hari aku akan merawat mu" Yan Li menjawab dengan lugas, kematian adalah hal yang selalu bermain main dengannya selama ini, perihal kematian ini ia tak mengalami rasa takut sama sekali


"Kita tak saling mengenal dan tak pernah dekat, mengapa kau membantu ku" Min mengalihkan pembicaraan, Gadis ini dari luar terlihat mengakui akan tetapi siapa yang akan percaya dengan itu, ia jelas sedang menggali informasi darinya


"Tidak ada alasan yang penting" Yan Li menjawab ringan, ia bertanya tanya apa yang berada dalam otak kecil min, gadis ini terlalu waspada dan malah membuat orang lain merasa tidak nyaman


"Mustahil, kau fikir aku akan percaya, kita sudah hidup di zaman apa sekarang?, setiap Budi tentu saja harus di balas, apa yang kau inginkan sebagai balasan atas kebaikan mu ini?"


"Itu tidak akan terjadi, setiap penolong tentu saja harus mendapat bayaran dari yang di tolong"


"Kita senasib"


"Hanya itu"


"Ya, aku membantu mu karena alasan ini, toh aku juga tak di rugikan"


"Alasan seperti ini adalah alasan yang amat sangat klasik, membuat ku sedikit geli jika mendengar"

__ADS_1


"Kau ini"


"Katakan saja bayaran apa yang kau ingin kan sebagai jasa atas kebaikan mu"


"Bagai mana jika menjadikan ku teman mu"


"Hanya itu?"


"Ya, ku fikir kita senasib dan juga terasa akrab, kita akan cocok jika bersama"


"Kau bermulut manis"


"Kau tau dengan jelas bagai mana cara kerja orang orang seperti kita"


"Kau benar"


Min berucap, karena gadis ini ingin berteman maka ia tak akan menolak, Yan Li adalah gadis yang berasal dari organisasi gelap


Ia ingin tau tapi tak memiliki hak untuk bertanya, bukankah ia mengatakan jika ia telah meninggalkan dunia gelap itu, dan mungkin saja tersimpan cerita menyakitkan di sana, ia tak ingin membuka luka lama yang di tutup mati Matian oleh Yan Li


"Jangan bermenung, makanlah makanan mu, jika kau ingin istirahat lebih lama maka akan lebih baik, dan jika ingin kembali maka katakan saja alamat mu, aku akan mengantar mu kembali kerumah, dengan aman dan selamat"


"Bukankah kita sudah menjadi teman, kau sendiri yang mengatakannya"


"Aku tak mungkin lupa dengan ucapan yang baru saja ku sebutkan"


"Karena kita teman maka aku akan merepotkan mu berada di tempat mu beberapa waktu"

__ADS_1


"Baiklah, jika begitu beristirahat lah disini, aku akan pergi bekerja"


"Hm, baiklah"


__ADS_2