
Sudah terhitung 1 bulan setelah ia meminta kesempatan, Min tau jika Feng yi begitu keras kepala, jika ia menjadi keras maka semua akan hancur Kali ini ia akan menghadapi Feng Yi dengan kelembutan,
Karena sudah terlanjur memberi kesempatan maka ia hanya bisa menghadapi Feng Yi saja, prihal tuan muda Wen yang di buang keluar tentunya akan menimbulkan perkara.
Sejak ia membuat keputusan untuk membiarkan Feng Yi ia sangat sadar jika hal seperti ini akan terjadi, dengan tempramen dan kesombongan Feng Yi ia tak akan menyerah dengan mudah, ia tak ingin berdebat lagi, seumur hidup selalu mendebatkan hal ini dan itu, apakah tidak merasa lelah?, apakah tidak merasa muak?, ah, sudahlah, jika sudah begini maka biarkan berjalan seperti seharusnya
"Kau tak akan menerima kerja sama dengan Wen grup bukan?, jangan mendekati mereka, mereka sangat licik, meskipun aku tak meragukan kemampuan yang di miliki istri ku tapi akan lebih baik mencegah dan menghindar saja" Feng Yi masih memastikan, jika Min tak akan menerima kerja sama ini
Ia yakin dengan kemapuan yang istrinya miliki akan tetapi ia tak ingin menerima resiko, ia tak ingin menerima jika ada kemungkinan terburuk, ia akan melakukan apapun untuk menjauhkan istrinya dari segala jenis masalah yang akan mendatanginya
"Tidak, aku akan mendengarkan mu, apakah kau sudah lega dan tenang?, jika sudah kau bisa pergi aku akan bekerja dan biarkan aku fokus dengan pekerjaan ku" Min mengangguk saja, ia memang tak berniat menerima Kerja sama dengan Wen grup,
Hanya saja pembicaraan harus tetap di lakukan, mereka pebisnis, semua bisa di negosiasi dan ia tak ingin menyinggung siapapun, ia masuk ke dalam lingkaran ini dalam beberapa bulan lalu dan tak ingin membuat daftar Maslah terlebih dahulu
"Baiklah jika demikian aku pun bisa merasa lebih lega, sampai bertemu nanti aku akan menjemput mu, kau jangan pulang dulu, tunggu aku" Feng Yi tersenyum lebar segera meninggalkan ruangan, sedangkan Min?, ia hanya melihat kepergian Feng Yi dalam keheningan, pria ini terlalu mendominasi membuatnya kesulitan untuk bergerak, bosan dan tertekan sekali
Pintu tertutup Min hanya menghela nafas pelan dan menekan salah satu tombol telpon yang berada di mejanya, kerena pengacau itu sudah pergi maka ia harus kembali bekerja
"Yue"
__ADS_1
"Nona, sebelumnya baik baik saja, dan beberapa saat aku melihat jika Wen Juling malah di seret seperti itu" Yue melihat jika tuan muda keluarga Wen mendapat perlakuan buruk di Roseblu maka ini akan merusak nama Roseblu
Ia hanya melihat saat tuan muda Wen di seret keluar, ia sibuk dengan pekerjaannya, tak sengaja melihat perlakuan buruk yang di dapatkan oleh bajingan Wen itu, huh, benar benar pantas untuk di buang, sampah masyarakat yang tak berguna
"Dia bertindak kurang ajar dan Feng Yi memberinya pelajaran?" Min menghela nafas pelan, Hal yang di lakukan oleh Feng Yi juga bukan hal buruk, Feng Yi melindunginya dengan begitu tergesa, meskipun ia bisa melindungi diri sendiri
"Hah?"
"Kau yang akan melakukan rapat dengan tuan Wen" Min meletakan beberapa dokumen di atas meja, ia sudah berjanji dan tentu saja tak akan mengingkarinya,
Anggap saja ia menjadi semakin bodoh, akan tetapi setelah di fikir kembali yang di katakan Feng Yi ada benarnya juga, lagi pula jika ia mengingkari janji ia tak ingin melihat Feng Yi yang menjadi semakin overprotektif padanya, Feng Yi itu keras kepala, jika ia mengingkari janji maka hal yang akan di lakukan Feng Yi adalah memindahkan ruang kerjanya ke Roseblu, itu hanya akan semakin menyulitkannya
"Dia memukul Ming Yan di ruangan ku, dan Feng yi memukulnya, jadi seperti itulah yang terjadi" Min menjawab dengan ringan, pria bajingan itu memukul Ming Yan yang malang, dan bahkan ingin mengganggunya dan Feng Yi tak akan diam jika hal itu terjadi
"Dan?"
"Feng Yi melarang untuk melakukan pertemuan denganya, lalu kau yang akan mengantikan ku menemui tuan tua Wen itu" Min menjawab santai
"Nona kau membicarakan presedir Feng berkali kali, ia seperti ini dan seperti itu" Yue tersenyum kecil menatap Min dengan tatapan curiga, gadis ini, awalnya begitu menolak dalam beberapa saat saja sudah menjadi gadis yang begitu patuh, sangat menggemaskan dan sangat menyenangkan jika di ganggu
__ADS_1
"Kau masih memiliki tenaga menggoda ku, pikirkan apa yang akan kau lakukan saat berhadapan dengan tuan Wen, pastikan kau berhati hati tuan Wen orang yang sangat licik" Menatap Yue dengan tatapan malas, saat ini hanya ingin memberikan pelajaran pada bajingan Wen itu, ia akan melakukan perhitungan, oh tentu saja, ia tak akan diam saat orang yang ia lindungi di sakiti, di dalam hatinya Jia Yue dan Ming Yan memiliki posisi yang sama, sama sama orang yang akan ia lindungi
"Ah baiklah, nona, apakah kita akan memberi ia pelajaran?, dan perihal licik?, aku tak takut sama sekali dia boleh menjadi pria yang licik, tapi aku juga bukan orang yang baik" Yue berucap, bajingan itu berani begitu sombong tentu saja harus di beri pelajaran, ia tak tau jika ia berhadapan dengan siapa
"Tidak perlu, kau hanya perlu menakutinya saja"
"Tapi nona, sampah masyarakat itu bukankah lebih baik di bunuh saja?, sangat menganggu mata saja"
"Hari ini ia membuat masalah di Roseblu dan ini akan menjadi kesempatan orang yang memiliki niat buru, kehidupan bisnis lebih kejam dari dunia kita, hari ini ia datang dan jika hari ini ia terluka maka semua orang akan menganggap kita yang melakukanya" Meskipun ingin memberi pelajaran juga tak bisa membunuh
"Ah jika begitu baiklah, tapi nona, selama ini kau begitu tak terkendali, namun kali ini?, Kau malah tak mau melakukan pertemuan hanya karena presedir Feng yang melarang" Yue hanya bisa patuh saja, jika tak di bunuh maka Yue hanya akan sedikit menggodanya saja lah, anggap saja ini kebaikan dari nonanya
"Jangan menggoda ku, lakukan pekerjaan mu"
"Huh, baiklah baiklah, kau ini, telah hampir luluh malah sok bersikeras" Yue terkekeh dan setelahnya memutuskan sambungan telpon
"Nona, kau sudah mulai tergoda dengan Feng yi, hanya saja anda tak ingin mengaku, tak masalah, masih ada dua bulan lagi, dan kita lihat apa yang akan terjadi" Ucapnya
Setelah itu ia segera bergerak meninggalkan ruangan, jika sang nona tak bisa menghadiri pertemuan maka ia akan pergi, sekretarisnya juga tak kalah cerdas dari Ji Li
__ADS_1