
"Ji Er, mengapa pria itu menyentuh tangan mu, mengapa pria itu menatap mu dengan penuh cinta, Ji er, kau adalah milik ku, bagai mana mungkin kau dengan mudah menyerahkan dirimu padanya?, Tubuh mu, matamu hati mu, jiwa dan ragamu adalah milik ku, mengapa kau masih tak menyadari itu"
Lu pen menatap gambar besar min di dinding, di sana min masih beranjak remaja, mungkin saja masih berumur sekitar 17 nan, saat gadis kecil berucap menjadi remaja dan begitu menarik di pandang mata
Sebelumnya ia sudah memata mati Min, setiap pergerakan yang di lakukan Min sudah berad dalam pengawasannya, ia tak akan melepaskan min begitu saja
dan perihal pria bajingan itu?, informasi mengenai pria ini begitu sulit di kulik oleh mereka, sepertinya seseorang misterius juga berada di belakangnya hingga dapat melindunginya dengan begitu baik, akan tetapi sampai kapan pun Lu Pen tak akan pernah menyerah, ia akan melakukan apapun untuk mencapai pada tujuannya
"Ji Er ku yang indah, apakah kau masih ingat dengan ku?, apakah kau masih mengingat saat kau mengerang di bawah ku?, Saat kita menghabiskan malam yang panjang dan penuh dengan kehangatan, apakah kau ingat?, Ah, kau bahkan tak bisa mengingat itu, malam itu kau berada di bawah pengaruh obat, awalnya aku berfikir setelah malam itu kita bisa menikah, jika kau mengandung anak ku kau akan menjadi milik ku suntuk selamanya, tapi mengapa saat aku terjaga kau malah memukuliku dan bahkan dengan begitu kejam membuang ku, Ji Er, kau kejam terhadap ku, tapi mengapa aku masih saja mencintai mu"
Sedari tadi sudah berbicara dengan gambar Min yang terpajang indah di dalam kamarnya, gadisnya gadis yang amat sangat ia cintai membuangnya begitu saja, dan hari ini ia melihat dengan matanya sendiri saat Seornag pria masuk ke dalam kehidupan Ji ernya, ia tak akan membiarkan itu, tak akan pernah
"Tuan" Lao Xing datang untuk memberi tahukan sang tuan tentang kedatangan orang yang begitu penting, akan tetapi Lu Pen masih kesal dengan yang ia lihat
ia melihat betapa baiknya dan patuh ya Min saat berada di sisi pria itu, saat pria itu mengatakan jika ia tak perlu bekerja maka min tak akan keluar untuk berkerja dan jika si pria bajingan itu meminta Min untuk makan dan beristirahat Min hanya bisa mengangguk pasrah saja, ini sangat tak adil untuknya
__ADS_1
"Tuan redakan amarah anda" Lao Xing kembali berucap pelan, selama bertahun tahun hal seperti ini sudah sangat sering ia lihat, bos mereka yang uring uringan karena seorang gadis
Bos mereka yang menjadi begitu tak terkendali hanya karena seorang gadis yang selama ini tertempel dengan gambar begitu besar di belakang dinding kamarnya
"Hm" Lu pen bergumam pelan sembari membuang asal pas Poto yang sebelumnya masih ia genggam
"Misi dari tuan besar, dan tuan besar ingin bertemu dengan mu, tuan besar baru saja kembali dan ingin kau menyambutnya secara khusus" Lao Xing berucap pelan, tuan besar yang di maksud adalah dermawan Lu pen, orang yang memberikan Lu pen kesempatan dan peluang untuk membalas dendam
Akan tetapi tenang saja, balas dendam yang di lakukan lu pen bukan dengan membunuh Min karena jika sampai hal itu terjadi maka orang yang menjadi gila dan di rugikan adalah Lu Pen sendiri ia terlalu obsesi dengan Min hingga tak keberatan melakukan hal buruk untuk bertahan
"Baiklah, suruh orang membersihkan semua ini" ia berucap dan setelahnya meninggalkan kamar menuju ruang kerjanya, Ia yang menjadi otak dari segala kekacauan yang terjadi pada Roseblu dan sebagai orang yang mengatur ia juga akan membereskan semua hal yang akan menyeretnya dalam masalah di akhir waktu
"Lao Xing, persiapan untuk nanti malam sudah di siapkan?" Lu pen mengalihkan pembicaraan, pembicaraan mengenai sebuah kepantasan?, gadis mana lagi di dunia ini yang pantas membuat seornag Lu Pen berjuang
"Sudah tuan, tinggal menunggu instruksi dari tuan kami akan melangkah" Lao Xing menjawab, ada pekerjaan yang akan di lakukan seperti pekerjaan yang biasa mereka lakukan yakni membunuh orang yang sudah di tunjuk dan setelahnya mendapatkan bayaran tinggi
__ADS_1
"Tak perlu, mereka sudah tak berguna, akan tetapi juga tak ada untungnya menghabisi mereka dengan cepat, kau tau ada beberapa hal yang paling membuat seseorang hancur?" Lu Pen menatap Lao Xing dengan tatapan tajam
"Saya tidak tau tuan?" Lao Xing menggeleng, ia bodoh dan tak mengerti apa yang sedang di katakan oleh sang tuan
"Yakni menjatuhkan seseorang yang merasa jika dirinya berada di atas awan, saat ia jatuh maka ia akan mengerti akan arti kehidupan, dan kedua adalah mematahkan mental mereka saat mereka ingin merangkak dan kembali ke puncak kesuksesan" Lu pen tersenyum jahat,
Bajingan Wen itu?, awalnya ia fikir bajingan Wen itu lebih berguna, akan tetapi siapa yang menyangka jika semua bisa di tepis dengan begitu mudah
Feng Yi menyelesaikan masalah yang di atur olehnya dengan mudah kali ini anggap saja ia kalah akan tetapi ia tak akan menyerah, masih banyak rencana dan hal yang bisa ia lakukan untuk membuat Roseblu menjadi kacau dan tak terkendalikan
"Ah, baik tuan, lalu bagai mana kita akan mengakhiri nasib Wen grup" Lao Xing bertanya, keadaan Wen grup menjadi sedikit goyah dengan beredarnya segala kejahatan yang di lakukan oleh Wen Juling di masa lalu
"Si bajingan Wen itu?, apakah sedari awal terlihat tulus?, sedari awal ia hanya sibuk dengan permainan katanya saja"
"Beberapa memang seperti itu tuan, ia berusaha meraup keuntungan dari kita dan berharap mendapatkan manfaat dari kita, orang licik sepertinya tidak baik di biarkan begitu saja"
__ADS_1
"Untuk saat ini biarkan saja Wen grup itu, meskipun ia licik, ia sudah menyimpan dendam pada Roseblu, lambat laun ia akan kembali menyulitkan Roseblu dan kita hanya akan mengambil manfaat dari itu" Lu pen masih merasa jika Wen grup bisa di manfaatkan
Dalam waktu dekat mereka hanya perlu melakukan hal yang akan membuat stuasi memburuk dan setelahnya hanya duduk diam dan biarkan orang orang bodoh itu melakukan hal untuknya, Saat kehidupan menjadi goyah maka di situlah titik terlemah seorang gadis, ia akan masih dalam kehidupan Min dan akan melakukan hal yang akan membuat Min terkesan dan menghargainya