
Hari sudah beranjak siang, Feng yi, Yan Li beserta Chan yu sedang berjalan beriringan memasuki sebuah restoran, hari ini mereka akan bertemu dengan pemimpin Roseblu dan tentu saja akan membicarakan kerja sama yang sudah tertunda beberapa saat
Setelah beberapa saat kemudian Min, Ji Li dan Ming Yan juga melangkah dalam restoran yang sama, tujuan mereka?, Tentu saja masih sama, yakni membicarakan perihal kerja sama antara Roseblu dan Tang Xi, awalnya merekalah yang mengajukan kerja sama dan lambat laun pasti ada masa untuk bertemu demi membicarakan kerja sama antar mereka
"Selamat siang" Ucapan Min bahkan belum terselesaikan seseorang langsung menyeruduk dan memeluknya dengan begitu erat, Pria ini begitu tergesa dan kehilangan pengendalian dengan begitu mudah, Chan yu dan Yan Li hanya menutup mulut mereka dengan begitu rapat
Orang orang Roseblu mungkin tidak tau bagai mana sulitnya mereka menghadapi Feng Yi akhir akhir ini, segala hal yang di lakukan oleh mereka selalu salah di mata Feng Yi, Feng Yi sudah seperti anak yang baru menginjak usia remaja saja, percintaan di atas segalanya, oh hal bodoh apa itu
"Akhirnya kita bertemu" Bisik Feng yi dengan nada lirih, Ia masih bertahan dengan posturnya, ia meminta orangnya untuk mengawasi Min, akan tetapi jika Min tak ingin di awasi siapa yang bisa melakukanya?
Awalnya begitu sibuk di dalam pencarian hingga akhirnya bertemu, Min begitu sensitif dan sangat perasa, saat seseorang mengikutinya maka ia sudah mengetahuinya sedari awal
"Ah anda?, Saya bahkan tak pernah menduga jika seorang terhormat di Tang Xi melakukan hal ini, melakukan pelecehan di tengah umum seperti ini" Ucap Min dengan nada sarkas,
Pria ini lagi, apakah di dunia ini masih ada pria yang begitu tak tau malu?, tentu saja, inilah salah satunya, pertama bertemu mengatakan hal yang tak masuk akal, setelah nya mengirim orang orang mengawasi, dan akhirnya?, mereka bertemu malah menjadi semakin tak tau malu
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, Feng Yi begitu ber semangat dalam memeluknya, bahkan tampa tau jika dirinya telah menekan luka yang masih menganga lebar, dapat di pastikan jika luka ini akan kembali mengeluarkan darah
"Dia datang sendiri menyerahkan diri, dan setalah beberapa saat malah menghilang seolah tak pernah ada sebelumnya" Ucapnya dengan nada ringan, ia hanya terlalu bahagia hingga tak terkendalikan
Feng Yi menatap min dengan tatapan lekat, gadis ini sangat licin seperti seekor belut, saat sudah berada di dalam pengawasan bahkan orang orang tak di beri kesempatan untuk berkedip sedikitpun, karena setelah mata berkedip maka Min akan menghilang,
"Presedir Feng, berprilaku seperti ini tak baik, anda memeluk seorang wanita di hadapan umum seperti ini, bagai manapun pria dan wanita harus memiliki batasan" Min berucap dengan nada kesal,
Pria ini menjadi semakin semena mena dan tak tau malu, harus selalu ada batasan antara pria dan wanita dan mahluk ini bahkan tak ingin tau akan hal ini, wanita lajang tentu saja harus menjaga dirinya dengan baik, pria ini mengaku sebagai orang cina namun tak mengerti etika sekecil ini
"Tak pernah ada batasan untuk sepasang suami istri, hal yang tak pantas hanya untuk orang orang yang lajang, sedangkan aku?, aku bahkan hanya memeluk istri ku sendiri" Feng yi berucap dengan nada ringan, sejak awal Feng Yi merasa jika hal yang ia lakukan adalah hal yang sangat wajar, mereka sepasang suami istri, siapa yang berani melarang mereka?
"Presdir kau ini benar benar gila, sudah sangat tidak tertolong lagi” Min menghela nafas kesal, Pria ini sejak bertemu selalu mengatakan istri, istri dan istri, ia tak pernah ingat kapan mereka menikah dan tak pernah tau kapan berjumpa
Pria ini sudah menjadi sangat tak tau malu saat pertemuan pertama, pria bodoh mana yang mengejar seseorang yang ia inginkan dengan membabi buta seperti ini?, pria mana yang bisa akan melakukan hal bodoh ini, Feng Yi, pria yang begitu terkenal, menjatuhkan harga dirinya hanya untuk sebuah tujuan yang tak di ketahui
__ADS_1
“Aku gila karena mu, jadi aku tak keberatan sedikit pun"
"Kau tidak keberatan akulah yang merasa keberatan, kita tak pernah saling mengenal dan kau?, membuat ku merasa semakin jijik"
"Karena istri ku memilih untuk meninggalkan jika aku tak memiliki inisiatif, aku tak akan melepaskan mu kali ini, tak masalah jika kau sudah lupa, aku tak akan menyalahkannya untuk ini, asal aku ingat dengan semuanya maka aku akan membantu lu pelan pelan" Feng Yi menggenggam tangan Min dengan pandangan begitu lekat dan penuh ketulusan
“Huh sangat lelah berbicara dengan pria gila seperti anda, ingat presedir Feng kita tak pernah dekat dan tak pernah mengenal sebelum ini, anda begitu bermurah hati, takutnya malah memiliki niat lain, saya bukan wanita yang bermurah hati, takutnya malah membuat Presdir Feng yang terhormat merasa tak puas" Ucap Min dengan nada mengejek,
"Istri jangan berkata seperti itu, kau hanya sedang lupa untuk sementara, aku akan menunggu mu" Feng Yi masih menatap Min dengan tatapan nan begitu lekat dan mendalam, ia tak memiliki niat lain, yang ia inginkan adalah hati dan cinta istrinya, hal yang sedari awal memang miliknya
"Kau sudah benar benar tak tertolong lagi, sekarang lepas jika tidak saya akan menganggap jika ini pelecehan" Min hanya bisa berbicara dengan mulut tertutup, pria ini tak memiliki rasa malu sedikitpun, tak tau diri dan terlihat seperti seorang playboy yang begitu amatir
"Istri, jangan mengatakan itu" Feng Yi menghela nafas pelan, dia berkata dengan begitu kejam dan memaksa Feng yi untuk melepaskan pelukanya dan setelahnya melangkah mundur,
Meskipun masih menujukan senyum yang ramah Min bahkan masih terlihat kesal karena ketidak sopanan presedir Tang Xi ini
__ADS_1
Sejak awal pria ini seakan memiliki niat terselubung atas dirinya, ia tak tau mengapa pria ini sangat bersikeras mengejarnya, ia tak pernah merasa bertemu, pria ini dengan tak tau malu mengaku ngaku sebagai suaminya
Sebuah pelukan bukan kesalahan, namun memeluk orang yang tak di kenal itu adalah pelecehan, dan hanya pria cabul yang akan melakukan pelecehan pada orang yang tak ia kenal