
Diantara keramaian bahkan ia selalu merasa kesepian, ia merasa sendirian dan kehampaan yang tak memiliki ujung, ia tak tau sejak kapan dan mengapa perasaan ini muncul dan membuat hatinya di Landa kegelisahan nan panjang ini, ia sudah menjadi mahluk yang kehilangan sedari muda
Selama ini ia bisa hidup dalam kesendirian dan selama itu pula ia merasa jika dirinya baik baik saja, akan tetapi perasaan seperti ini sangat tak mengenakan, sangat tak nyaman, ia merasa jika suatu hal yang paling berharga sudah pergi dan meninggalkannya, kehampaan yang seperti ini lah yang membuatnya sering terdiam dan termenung sendiri, merindu pada orang yang bahkan tak pernah ia temui dan ketahui
"Huh, sudahlah, hanya hal bodoh, mengapa harus di fikirkan" Ia membatin, berusaha menenangkan dirinya sendiri, pikiran seperti ini hanya akan membodohinya jika terus di lanjutkan
kehampaan ini tak akan menghilang dengan berdiam diri, dari pada larut dalam hal yang tak berguna akan lebih baik Min bekerja setidaknya saat bekerja ia merasa jauh lebih baik di bandingkan duduk dan termenung seperti ini
"Ming Yan datang ke rumah ku dan ambil beberapa pakaian yang berada di koper" Min pada gadis yang berada di seberang telpon,
Ming Yan adalah gadis yang baru bekerja dengannya asisten yang ia pilih sendiri hari itu, dan selama bekerja Ming Yan juga begitu gesit, bukan itu saja ia merasakan sebuah perasaan berbeda saat bersama Ming Yan, ia tak seperti ini pada Ji Li, Saat berada di dekat Ming Yan ia malah merasa jika Jia ada di sini, sedangkan Jia jelas sibuk mengurusi bisnis dan markas sejak pertemuan awal ia merasa begitu dekat, begitu mempercayai akan segala kemampuan dan kesetiaannya, ia tak tau apa yang terjadi namun hatinya mengatakan jika mereka telah saling mengenal dan memiliki hubungan yang begitu dekat dengan
Banyak hal yang tak ia fahami, ia bahkan merasakan begitu banyak perubahan pada dirinya setelah berada di ambang kematian sebelumya, apakah ia benar benar menjalani kehidupan lain?, atau hanya mimpi konyol saja?, apakah mungkin ini ingatan yang ia lupakan sbelumnya?, ah bagai mana mungkin? ia ingat semuanya dengan baik bagai mana mungkin bisa mempercayai hal seperti ini begitu saja
"Baik nona" Ucap Ming Yan dengan nada pelan,
__ADS_1
Setelah telpon di putuskan Ming Yan segera bergerak meninggalkan , sang nona memerintahkannya untuk mengambil barang di rumah maka Ming Yan akan pergi
Sudah terhitung tiga bulan bersama dengan Min Jiana, dan selama itu pula mereka bekerja dengan baik, Ming Yan berhasil melalui masa
"Yue, bagai mana?" Min berucap, ia akan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu, ia merasa jika masalah ini bukan hal yang bisa di sepelekan, ia memang menganggap semua orang bodoh akan tetapi ada begitu banyak orang pintar yang berpura pura menjadi bodoh hanya untuk meraup sebuah keuntungan, Huh benar benar menyebalkan
"Semua sudah selesai dan sudah siap nona, semua sudah selesai, tinggal menunggu perintah dari anda, semua akan beraksi dengan satu perintah dari anda" Yue menjawab dengan mantap, Karena hari ini Min akan mendatangi markas tentu saja ia sudah harus bersiap sedari awal, hidup di dunia gelap memang seperti ini ada begitu banyak hal bodoh yang akan mengantarkan diri pada jurang kematian
hal yang terjadi bukan perkara sederhana tak sesederhana yang mereka pikirkan, ia harus bergerak dan segera menyelesaikannya, ia telah membuat keputusan yang salah hingga membuat semua orang menderita
Beginilah nasib orang dunia gelap, jika salah melangkah hanya akan kehilangan nyawa, di dunia ini yang kuat memang akan muncul sebagai pemenang akan tetapi sang pemenang juga bisa di hancurkan oleh kemampuan orang licik
"Bagus segera kumpulkan seluruh anggota di markas dan segera perintahkan mereka untuk bersiap penghancuran akan di laksanakan dalam waktu dekat, aku telah diam namun mereka tak bisa melepaskan ku dan menganggu ku, aku akan menghabisi mereka aku akan datang dalam waktu 30 menit" Min berucap dengan serius, begitu serius, ia suah memutuskan nya hari ini
Salahkan dirinya yang begitu terburu buru, sebelumnya ia melakukan kesalahan dan ia harus memperbaiki saat ini, ia sudah tertidur begitu lama, saat terjaga kembali malah mendapatkan semua hal yang menjadi kacau, hal rumit menjadi semakin rumit karenanya, karena sudah terjaga dan kembali ia hanya bisa melakukan penyelesaian saja, orang orang itu meremehkan
__ADS_1
"Nona, kita akan tetap menghabisi mereka" Tanya Yue pelan, Lawan yang sedang mereka hadapi saat ini juga bukan orang yang bisa di anggap sepele, orang tua ini sangat licik dan tau cara bermain, jika salah langkah mereka bukan menghancurkan mereka malah menjadi orang yang akan di hancurkan oleh orang orang ini
Ini memang kesalahan mereka yang tak mampu, selama kepemimpinannya ia berfikir jika perusahaan berjalan dengan baik akan tetapi siapa yang menyangka jika hal seperti ini bisa menganggu mereka, begitu banyak hal yang terjadi tanpa sepengetahuannya,
"Lakukan seperti yang telah kita rencana dari awal, tak perlu melakukan pertimbangan yang rumit itu, jika mereka di rasa menganggu maka habisi saja mereka, aku tak ingin hal ini berkepanjangan, anggap saja mereka sedang sial karena berani membuat perkara dengan kita" Min membulatkan tekad, nyawa anggota mereka bukan seperti bulu ayam yang bisa di biarkan terbang di manapun, setiap anggota mereka memiliki arti penting baginya
ia tumbuh dengan orang orang ini, Min sudah menganggap anggota bunga hitam sebagai saudaranya, mereka membangun dan membunuh siapapun yang melawan mereka, mereka tak bersikap kejam jika tak di paksa oleh keadaan
"Baik nona, semua sudah siap, kita akan berangkat dalam 30 menit" Yue mengerti bagai mana perasaan Min, Min selalu menghargai setiap nyawa milik anggotanya ia tak akan diam saja jika anggotanya ditindas, ia akan memberikan penjelasan pada anggota mereka yang telah mati
"jika telah siap maka segera laksanakan" Min Melangkah menuju jendela, menatap pemandangan indah dari ketinggian, kita adalah tempat yang begitu ramai, begitu banyak macam manusia yang tinggal dan menetap di tempat ini
ada banyak sifat dan keyakinan yang mereka percayai akan tetapi untuk seorang Min Jiana ia tak membutuhkan itu, ia hanya perlu mempercayai dan meyakini kemampuan yang ia miliki, takdir hanya sebuah lelucon baginya
"Baik"
__ADS_1
Setelahnya ketiganya meninggalkan kantor menuju markas, Ming Yan telah lolos dalam seleksi dan Min semakin mempercayainya.