Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
69


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar di langit biru, Min masih bergelung di dalam selimut tebal, ia membuka matanya dengan perlahan, dengan sedikit malas ia meraih ponsel yang berada di nakas


"Sial, sudah siang, aku terlambat pergi bekerja" Min menyibak selimut dengan cepat dan setelahnya tentu saja bergerak duduk, saat ingin melangkah turun, kaki kecil itu bergetar dan


Bruk


Min jauh bersamaan dengan seseorang yang membuka pintu kamarnya


"Istri"


Yang datang adalah Feng Yi, ia sudah menunggu sedari tadi dan yang di tunggu malah tak menujukan batang hidungnya, karena lelah menunggu ia bergerak naik dan yang ia dapati adalah tubuh lemah istrinya yang berada di atas lantai


"Istri, apakah kau baik baik saja?, mana yang sakit?" Feng Yi berucap setelah meletakan min kembali ke atas ranjang


"Kau demam" Feng Yi berucap sembari memegang dahi Min, masih sangat panas dan belum di sarankan untuk melakukan aktifitas apapun


"Aku akan berangkat bekerja" Min menjawab dengan keras kepala, Sejak Feng Yi muncul ia merasa jika dirinya sudah tak berguna lagi, saat ia sakit akan ada Feng Yi yang memaksa untuk merawatnya, terlebih akhir akhir ini ia sangat mudah terluka


Hal seperti ini tentu saja sangat menyulitkannya, benar yang di katakan orang orang, saat seseorang datang dalam hidup kita maka dia akan menanggung banyak hal untuk kita, dan kita yang awalnya baik baik saja dan kuat perlahan lahan menujukan kelemahan di hadapannya


"Kau sakit, dan jangan bekerja hari ini, kau selalu saja sakit, selalu saja terluka apakah kau tidak lelah?" Feng Yi berucap lembut sembari kembali menyelimuti Min, sebelumnya Min sudah terjatuh dan tentu saja Feng Yi lah yang menggendongnya untuk naik kembali ke atas ranjang


"Jika aku lelah apakah penyakit ku akan menghilang begitu saja?" Min bersikeras, ia tak bisa berdiam diri seperti ini, ia tak ingin menujukan kelemahannya, bagai manapun ia adalah gadis yang hidup dalam lingkungan penjahat bagai mana mungkin hal bodoh ini mempengaruhinya


"Setidaknya kau tidak memaksa kan diri dan membuat tubuh mu semakin sakit istri, dan itu hanya akan membuat ku menjadi semakin cemas" Siapa yang menyangka, mahluk angkuh mendominasi seperti Feng Yi bisa berbicara begitu lembut, bisa membujuk dan mengalah di hadapan gadis ini


"Aku baik baik saja, aku hanya ingin pergi bekerja, toh aku juga sudah sembuh, kau lihat aku akan berdiri"


"Istri, kau masih lemah"


"Aku tidak lemah"


"Baiklah baiklah, kau kuat bahkan sangat kuat"


"Terdengar seperti sebuah ejekan"


"Istri kau wanita yang kuat, aku tidak pernah ragu akan hal itu, akan tetapi saat ini luka mu sedang meradang, dan karena itulah kau jadi demam, aku akan membuatkan mu makanan dan meminta dokter datang, jadi patuhlah"


"Kau sangat perduli pada ku?" Min berucap dengan nada mengejek


Pria ini sangat bisa membujuk, ia bahkan bisa membuat Min tak berkutik, bisa membuat seorang Min Jiana menjadi patuh dan mendengarkan saran darinya


"Kau adalah istri ku, tentu saja aku kahwatir"

__ADS_1


"Feng yi" Min menatap Feng Yo dengan tatapan malas, mereka tak pernah menikah, akan tetapi Feng Yi sudah menyebutnya istri saat pertama kali berjumpa


"Baiklah baiklah, kau duduk diam di sini, dokter akan tiba dan kau harus tetap di sini, beristirahat dengan baik agar kau cepat pulih dan bisa kembali bekerja, aku hanya akan pergi memasak"


Feng yi membuka jasnya dan berjalan ke dapur untuk memasak makanan yang mudah di cerna


Luka yang di alami min bukan luka sembarangan, jika ia tak kuat maka min akan benar benar kehilangan nyawanya


"Makanan sudah datang" Feng yi berucap


Ia melangkah dengan Napan di tangan dan tentu saja dengan senyuman nan begitu lebar


"Nona" si dokter menatap sang nona dengan tatapan tanya


Pria yang datang bukan salah satu di antara mereka, dan juga bukan Seornag pelayan, dia adalah Feng yi pengusaha yang di takuti oleh banyak orang, namun hari ini malah datang bersama makanan dan senyuman lebar, pemandangan langkah ini, entah berkah atau kutukan


"Biarkan saja dia, karena telah selesai kau boleh pergi" Min berucap dengan nada ringan


"Dokter, apakah lukanya sudah di periksa, bagai mana?,"


"Tuan Feng, saat ini nona hanya demam karena peradangan luka beberapa waktu lalu, hanya dengan istirahat dan memakan makanan yang sehat dan bergizi maka dalam waktu dekat nona akan kembali pulih"


"Kau dengar itu, kau harus istirahat dan banyak mengonsumsi makanan yang bergizi Istri, dan satu lagi paling penting kau juga tidak boleh bekerja untuk beberapa waktu ini agar proses pemulihan mu cepat dan bisa kembali beraktifitas bebas seperti biasa" Feng yi melangkah menuju ranjang


"Buka mulut mu, makan bubur, minum obat dan beristirahat lah"


"Aku bisa makan sendiri, tak perlu kau suapi"


"Kau sedang sakit, dan aku akan menyuapi mu, sekarang patuhlah"


"Aku memang sedang demam, tapi tangan ku tidak patah, aku bukan gadis selemah itu tangan ku masih baik baik saja dan aku bisa memakan makanan ku sendiri"


"Tangan mu memang tidak patah, tapi luka mu meradang istri, kau tak bisa bergerak bebas dalam beberapa waktu ini"


"Aku baik baik saja"


"Dengarkan dokter Istri, jika kembali terbuka, maka hanya akan menambah waktu istirahat mu, kau ingin kembali bekerja kan?, jadi dengarkan kata dokter dan sembuh dengan cepat, dan selama kau sakit biarkan aku melayani mu" Feng yi menyodorkan sendok ke hadapan Min


Dengan sedikit ragu min membuka mulutnya membiarkan bubur masuk ke dalam sana


"Bagai mana rasanya?, Apakah tidak enak?, Ini pertama kali bagi ku"


"Kau adalah seorang pebisnis yang di takuti oleh banyak orang juga orang menyebut mu sebagai orang kejam, ku fikir kau hanya bisa menujukan wajah angkuh mu, tak menyangka kau juga sangat pandai menjaga orang yang sakit"

__ADS_1


"Aku bisa menjadi apapun yang kau inginkan istri, aku adalah pria kejam di hadapan orang lain aka tetapi menjadi pria yang manis di depan istri ku"


"Dasar bermulut manis, dari mana kau belajar hal itu, setidaknya kau sudah memiliki banyak mantan"


"Bagai mana mungkin?, di kehidupan sebelumnya, saat ini dan akan datang hanya ada kamu seorang, jadi kau bisa tenang istri dan tak perlu kahwatir aku di rebut orang lain"


"Kau sangat percaya diri sekali"


"Tentu saja, pria yang begitu mengagumkan bagai mana bisa di abaikan dengan mudah"


"Dasar pria narsis"


"Istri aku sudah mengatakannya, aku bisa jadi apapun di hadapan mu, sekarang makan lah"


Min mengangguk dan membuka mulutnya, selama beberapa tahun ini ia terbiasa mandiri, saat sakit ia harus bangkit dan bekerja, mendapatkan perhatian perhatian kecil dari seseorang sangat langka baginya


Dan saat ini?, Semua perhatian seolah menghujaninya, setiap hari Feng yi akan datang dan membawanya pergi, mengatakan kata kata yang romantis, meski mulut mengatakan tidak suka ia tetaplah seorang gadis


Hati seorang gadis akan luluh jika di kejar dan didekati seperti ini, setiap hari selalu dihujani dengan perhatian cinta dan kasih sayang, perhatian ini tampa sengaja membuatnya terbuai dan diam diam menikmati


"Makan mu sudah selesai, sekarang minum obat mu, aku akan melihat mu di sini"


"Apakah kau tidak pergi bekerja?"


"Istri ku sedang sakit di rumah bagai mana mungkin aku begitu kejam meninggalkannya"


"Aku bukan istrimu"


"Dan segera menjadi istri ku, semua hanya tentang waktu saja"


"Menyebalkan"


"Beristirahatlah istri, aku akan menemani mu" Feng yi membantu Min merebahkan tubuhnya


"Feng yi, mengapa kau menghabiskan begitu banyak waktu untuk ku" Min berucap semabari menatap Feng yi dengan tatapan lekat


"Karena aku mencintai mu" Feng yi menjawab dengan begitu ringan, tangan besar itu menarik selimut dan membiarkan Min tenggelam di dalamnya


"Bagai mana jika aku bukan gadis yang baik, kau hanya akan menyesal karena menginginkan ku, kau pria yang memiliki kuasa tinggi, mendapatkan pasangan bukan hal yang sulit bagi mu, aku adalah gadis jahat dan kejam, bersama ku hanya akan membuat mu berada dalam masalah, karena aku bukan orang baik seperti yang kau pikirkan " Min berucap


"Maka aku akan tetap mencintai mu"


"Dasar"

__ADS_1


__ADS_2