Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
61


__ADS_3

"Kuman ini jangan menempel lagi" Feng yi meraih tangan min dan mengelapnya dengan tisu, ia mengelapnya dengan pelan, namun tentu saja menyeluruh


Tangan itu hampir menggapai tangan cantik istrinya, ia tak akan membiarkan kuman kuman kotor ini melekat pada istrinya, tidak akan pernah


"Kau ini ada apa?" Min memiringkan kepalanya


Pria ini?, Begitu emosional, bahkan langsung memukul tuan muda Wen di  ruangannya Ia memang ingin Feng yi memukul Wen Juling, tapi tidak di sini, tidak di dalam ruanganya, Feng yi bisa saja meminta orang untuk memukul Wen Juling untuk memberikanya pelajaran atas perlakuan hari ini


"Tangan kotor itu sudah hampir menyentuh tangan mu, harus di bersihkan agar tidak di kontaminasi"


Feng yi mengabaikan tatapan Min yang bingung, sekarang ia masih terfokus pada tangan Min yang kotor karena manusia kotor itu


"Huh, kau ini" Min menghela nafas pelan


Hanya sebuah tangan yang menyentuhnya, dan pria ini malah melakukan hal yang begitu berlebihan


Bagai mana jadinya jika Feng yi tau jika tangan kecil ini sudah begitu kotor dan berlumuran dengan darah


Sudah puluhan bahkan ratusan nyawa yang ia renggut, Feng yi akan menganggap nya kotoran jika ia tau apa yang bisa di lakukan oleh Min Jiana

__ADS_1


Meskipun begitu ia tak masalah, beginilah cara mereka hidup, beginilah cara mereka bertahan, selama ini hanya ada dua pilihan, membunuh atau di bunuh


"Sekarang sudah bersih" Min berucap, ia sudah mengelap tanganya sedari tadi, Feng Yi begitu bersemangat menariknya saat bajingan Feng itu keluar, membersihkan seluruh tanganya seolah tangan itu begitu kotor


"Feng Yi, kau ini gila?" Min menarik tanganya dengan kesal dan hal ini membuat Feng Yi berhenti dengan aktifitasnya


"Belum, ini belum bersih, mari mencuci tangan, Aku akan meminta Ji Li membawakan sabun" Feng yi menarik Min ke luar untuk mencari wastafel dan mencuci tanganya, Min menjadi semakin kesal dengan hal yang di lakukan oleh Feng Yi, sebenarnya apa yang di inginkan mahluk ini


"Jangan berlebihan Feng yi, kau ini sangat menyebalkan, aku hanya hampir di sentuh, dia tak benar benar menyentuh ku, mengapa kau begitu panik" Min mantap Feng Yi dengan tatapan tajam, pria ini begitu berlebihan dalam segalahal


Pria bajingan itu tak melakukan apapun padanya, tapi Feng Yi?, bersikap seolah ia adalah gadis yang paling kotor di muka bumi ini, tidak cukup mengelap tanganya dengan tisu ia malah semakin menjadi jadi dengan memiliki ide untuk mencuci tanganya


"Meskipun tidak sampai tapi ia akan bergerak menyentuh, aku tak suka jika tangan mu kotor oleh mahluk kotor itu" Feng Yi bertindak begitu berlebihan membuat Min menjadi berfikir apakah Feng Yi akan tetap menerima dirinya jika ia tau jika Min juga tidak sebersih itu


"Bagai mana jika kenyataanya tangan ku adalah tangan kecil yang bahkan sangat kotor, berlumuran dosa dan darah" Min menatap Feng Yi dengan tatapan tanya?, pria ini sangat tak ingin melihat tangan yang kotor, akan tetapi, tanganya adalah tangan yang menjadi alasan kematian orang lain


Ia adalah gadis kejam, ia membunuh banyak nyawa menghancurkan banyak kebahagiaan dan menghabisi begitu banyak manusia


"Manusia mana yang tak berdosa?, manusia mana yang begitu sempurna?, aku hanya tak ingin istri ku di sentuh oleh bajingan kotor Wen itu" Feng Yi berbicara cepat, awalanya memang ia hanya diam saja akan tetapi ia tau sejak awal mengenai identitas Min,

__ADS_1


Mereka telah bersama di kehidupan sebelumnya, min mungkin sudah lupa akan tetapi ia dapat mengingatnya dengan baik, saat itu saat Chen Mian Li mengakui jika dirinya bukan Chen Mian Li yang kaisar Zhao kenal, Chen Mian Li yang saat ini adalah jiwa kejam dari dunia lain, ia adalah pembunuh berdarah dingin,


Ia selalu berhati hati tapi malah dengan begitu gegabah mengatakan hal yang begitu naif seperti ini


"Baiklah baiklah, sekarang lepaskan aku dan tangan mu begitu kuat menggenggam ku" Min berucap, ia tak menyangka jika Feng Yi sekuat ini, ia gadis kuat bahkan akan begitu tak berdaya saat berada dalam genggaman sang presedir kejam ini


Min menghela nafas pelan dan setelahnya duduk di balik mejanya, pria ini sangat labil, awalnya bersikap seolah mahluk yang sangat anti dengan hal kotor akan tetapi dalam sekejap malah mengatakan jika tak ada manusia yang bersih, semua penuh dengan tipu muslihat dan kejahatan


"Jangan menerima rapat kali ini, jika dia datang langsung tendang keluar" Feng yi menatap Min dengan tatapan nan begitu lekat, Rapat kali ini bersangkutan dengan tuan Wen, dengan Wen Juling yang telah di singgung ia tak akan melepaskan Min dengan mudah, ia tak meragukan kemampuan yang Min miliki akan tetapi ia takut jika hal buruk terjadi pada istrinya


"Iya, tapi kau mencengkram tangan ku terlalu keras, kau ingin menyakiti ku, lihatlah bekas yang kau tinggalkan di sana" Min menujukan bekas yang berada di tanganya, Feng Yi, pria ini memang sangat tak terkendalikan, ia bahkan tak segan menyakiti Min, gadis yang ia klim sebagai istrinya


Melihat itu Feng Yi sontak melepaskan genggamannya dengan cepat, ia hanya tak ingin Min mendapatkan masalah, Wen Juling sialan itu berani mengusiknya dan bahkan begitu bernyali mengganggu miliknya, ia tak akan melepaskannya begitu saja


"Ah, maaf, aku, aku hanya" Feng Yi menatap dengan penuh penyesalan, ia hanya tak ingin Min kotor, bukan berniat untuk menyakiti apa lagi membuat Min merasa dirinya rendah


"Sudah lah, sekarang semua sudah selesai kan?, Dia sudah ditendang keluar dan tangan ku juga sudah bersih seperti semula kau bisa tenang, sekarang segeralah kembali ke Tang Xi, setelah makan siang aku akan ke sana untuk rapat" Min menghela nafas pelan, ia tak ingin terlalu lama berurusan dengan pria ini, ia tak ingin di ganggu lebih dari ini, pria ini semakin semena mena bahkan berani untuk mengambil keputusan untuk dirinya, Min masih sangat mampu untuk menjaga dirinya


"Kita akan pergi bersama" Feng Yi berucap dengan wajah serius, ia tak akan membiarkan istrinya pergi sendiri, masalah Tang Xi?, Chan yu dan Yan Li ada di sana dan mereka akan mengatasi masala di sana

__ADS_1


"Aku memiliki hal lain"


"Patuhlah Feng yi" Min berucap dengan begitu lembut dan membuat min hanya bisa menghela nafas dengan putus asa, pria ini meskipun di hentikan ia tak akan mendengar, biarkan saja ia melakukan apa yang di inginkan


__ADS_2