Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
24


__ADS_3

Yan Li melangkah kembali ke ruanganya dengan menggeleng gelengan kepalanya, ia tak tau mengapa ia menujukan ruangan sang presedir pada si gadis


Ia hanya merasa jika si gadis memang sangat tergesa dan sangat perlu berjumpa dengan presedir mereka, ia juga hanya ingin melihat pertunjukan, ia sudah mendengar nama besar Presdir Feng sejak lama, akan tetapi ia tak pernah melihat Feng Yi bergerak


"Ada ada saja aku sudah sangat berbaik hati memberi jalan untuknya, tentang hasil hanya akan melihat kemapuan yang di miliki saja, ada gadis yang dengan susah payah baik ke atas ranjang sang presedir hanya untuk mendapatkan status istri dan ada juga gadis yang bahkan tak mau menerima status istri hanya karena alasan cinta, mahluk di dunia ini benar benar begitu beragam, hingga seorang gadis datang dan mengatakan jika dirinya di paksa menikahi presedir, orang bodoh mana yang akan percaya" Yan Li menghela nafas pelan sembari mendudukkan diri di kursinya


"Semoga dia bisa, aku mempertaruhkan diri ku dalam hal ini" Yan Li berucap pelan, menikahi presedir Feng?,


Ia fikir itu adalah nasib yang paling sial di dunia ini, kehidupan yang sangat sulit sudah pasti sudah menanti, sudah lah, gadis itu hanya sedang mengelabuhi, jika memang bukan calon istri maka paling hanya akan di marahi sedikit


"Kau ini kenapa, datang datang langsung membicarakan presedir" Chan yu bersuara, gadis ini sedikit berkelainan, berbicara sendiri apakah bekerja di perusahaan ini membuat otaknya terganggu, Yan Li yang merasa di tatap oleh Chan yu hanya bisa menghela nafas pelan


"Huh sungguh nasib seseorang tak ada yang tau, bahkan seornag gadis yang malang datang, kehidupanya setelah ini akan menjadi amat sangat menyedihkan" Yan Li kembali bermain peran, karena Chan yu begitu engan menyinggung presedir Feng maka ia ingin melihat amarah presedir Feng Yi yang sesungguhnya

__ADS_1


Pasti sangat menarik, presedir Feng begitu tenang seperti air yang mengalir, ia tak mengatakan banyak kata, mulutnya akan terbuka hanya untuk membahas perihal kerja, jika tidak maka ia hanya akan diam dan melihat dokumen


"Yan Li, jangan bermain apa yang baru saja kau perbuat?, jangan membuat ku berada di ambang kematian lagi Yan Li, sebelumnya kau membuat kekacauan dan akulah yang akan menjadi tumbalnya" Chan yu langsung berdiri dengan terkejut, seorang gadis datang lagi, suasana hati Feng Yi tak terlalu baik akhir akhir ini, pasti akan menimbulkan masalah untuk mereka


"Aku hanya berniat untuk membantu gadis malang saja, ia datang, huh, aku bahkan tak bisa berkata kata lagi pokoknya sangat menyedihkan saat ini aku bahkan hanya bisa mengasihaninya saja" Yan Li menghela nafas seolah benar benar mengasihani gadis yang ia bawa ini, ia lelah bekerja bermain sedikit juga bukan hal yang bisa di perhitungkan, apa lagi ia bisa melihat pertunjukan tampan harus menjadi korban dan di salahkan


"Siapa yang kau bawa ke sini?, Yan Li kau jangan bercanda dengan ku, Yan Li oh Yan Li, kau menepatkan ku dalam posisi sulit lagi, kau ini memiliki dendam apa pada ku, apakah kau leluhur ku" Ucap Chan yu berbisik pelan, saat Yu li bahkan baru saja mendudukkan diri di balik meja kerjanya


"Kau ini berlebihan, dia hanya seorang gadis yang sangat malang, aku hanya kasihan hingga membantunya" Ucap Yu Li menghela nafas pelan sembari menghidupkan komputernya, Chan yu menaikan alisnya dengan tanya


"Sudah berada di ruang presedir mungkin tadi aku hanya menujukan jalan saja, huh dia adalah gadis yang di jodohkan dengan Presdir, hanya gadis lemah yang berusaha memperjuangkan keadilan, benar benar malang, akan tetapi aku merasa sangat terkesan dengan sikap perjuangannya yang tampa takut itu karena itulah menyukainya dan karena itu jugalah aku membantunya " Ucap Yu Li menghela nafas pelan dan setelahnya dengan begitu acuh membuka beberapa map untuk memeriksanya, memastikan jika semua pantas untuk di serahkan pada sang Presdir


"Oh tidak, Yu Li, kau membuat kita dalam masalah, kau membawa orang asing masuk ke dalam ruangan presedir, kau sedang mencari mati, kau membawa orang ke lantai atas bahkan juga menujukan ruang presedir" Ucap Chan yu dengan panik,

__ADS_1


Bagai mana mungkin Yu Li menjadi sebodoh ini?, Bagai mana mungkin ia memasukan orang asing ke dalam ruangan CEO mereka, semua benar benar akan berakhir sampai di sini


"Kau ini ada apa?, reaksi mu ini berlebihan, dia hanya seorang gadis lemah yang meminta keadilan, dan kau bertingkah seolah ia adalah orang jahat dan kita akan mati jika membantunya, kejam sekali, bukankah saling membantu salah kewajiban bagi setiap manusia" Ucap Yu Li dengan nada malas,


Chan yu bahkan bertindak begitu berlebihan, hanya seorang gadis, tak akan bisa membunuh tuan es mereka


"Kita akan benar benar mati Yu Li, kau benar benar agh, bahkan membawa orang masuk ke dalam ruangan presedir, kau tau apa yang terjadi setelah ini?" Chan yu semakin kesal, ingin marah akan tetapi Yan Li juga tak bisa di salahkan, ia hanyalah pekerja baru yang tak mengerti Feng yi


"Ku katakan sekali lagi ya asisten Chan dia hanya gadis malang aku kasihan padanya hingga membantu, lagi pula kedatanganya kali ini hanya untuk membantu keadilan dan jaminan masa depan atas dirinya" Meskipun tau akan bencana yang akan datang Yan Li hanya berpura pura tak tau


Melihat wajah panik Chan yu yang seperti ini seperti hiburan baginya, Chan yu memang suka mengeluh, akan tetapi ia merasa jika kemarahan dan kekahwatiran Chan yu sangat menggemaskan


"Kau Yan Li, ah, kau bisa saja melakukan apapun yang kau mau, tapi jangan mencoba untuk mengusik bos, kita benar benar akan habis, berakhir sampai di sini" Chan yu berucap penuh kekesalan

__ADS_1


Karena tau berbicara tak akan menghasilkan apapun ia segera berlari ke ruangan sang presedir, menyeret gadis itu keluar sebelum keberadaanya di ketahui


"Yan Li oh Yan Li, aku tau kau gadis yang baik dan ramah pada siapapun, tapi bisakah kau tidak membuat kita dalam masalah, ini sangat berbahaya dan kau menentang bahaya ini lagi" Keluh Chan yu sembari terus melangkah menuju ruangan sang presedir.


__ADS_2