Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)

Kembalinya sang pemimpin (Transmigrasi Sang Pemimpin S2)
8


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dengan begitu cepat, Yue dan Jia begitu setia di samping sang Nona, dokter mengatakan jika sang nona akan membaik, ia akan menjadi orang yang akan menyambut sang nona saat kembali melihat dunia nan luas ini


Sebelumnya wajah sang nona memucat seakan tak memiliki harapan namun, setelah penantian panjang akhirnya pucat itu kembali memerah,


Menjadi cantik dan bersinar, keduanya tak memiliki niat untuk melakukan apapun dalam masa penantian ini, meskipun pekerjaan banyak mereka memilih untuk tetap tinggal dan menemani sang nona,


"Ugg" Lagi lagi Min melenguh jari jari itu perlahan bergerak dengan sendirinya,


Suara itu dapat di dengar dengan begitu keras oleh keduanya, hal ini membuat keduanya sedikit terkejut


Saat berbalik keduanya langsung di sambut dengan wajah cantik sang nona yang sudah mulai membuka matanya secara perlahan, sangat terharu, namun keduanya masih tetap diam ingin menggangu


"Di mana ini?" Pertanyaan lirih itu lah yang pertama kali mereka dengarkan


Pertanyaan konyol namun menjadi ciri khas orang yang baru saja terjaga dari tidur yang panjang, terlalu klasik namun Yue dan Jia memilih untuk tak mengusiknya,


Ia terdiam untuk beberapa saat sembari menatap dengan lekat sekelilingnya dengan bingung,


Saat ini ia sudah di sambut dengan ruangan luas ini, ruangan yang penuh dengan aroma obat dan beberapa bagian tubuhnya terasa tak nyaman karena selang selang yang menempel di tubuhnya,


"Nona, akhirnya, akhirnya anda bangun, akhirnya nona kembali, terima kasih nona, terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, terimakasih" Ucap Yue sela Isak mereka


Keduanya merasa sangat senang akhirnya mata indah itu kembali terbuka dan mereka akan kembali ke kehidupan mereka semula


"Yue, Jia" Suara serak itu lah yang langsung menyapa Indra pendengaran keduanya yang bahkan langsung tersenyum lebar, hari hari ini sudah lama ia nanti untung saja memiliki kesempatan kedua


"Benar nona, ini Yue dan Jia, bagai mana perasaan nona, apakah nona perlu sesuatu" Jawab keduanya dengan penuh semangat, ia saat ini kedua gadis itu hanya ingin duduk lebih lama dan melihat Min lebih lama dengan demikian meskipun mimpi ia tak akan merasakan penyesalan sedikitpun

__ADS_1


"Biarkan aku beristirahat, kepala ku masih pusing, dan kau langsung menyambut ku dengan tangisan seperti ini" Min menatap keduanya dengan tatapan malas, ia baru saja membuka mata setelah tertidur begitu panjang


Ia merasakan jika ia hidup di tempat lain, akan tetapi ia tak ingat apapun yang akan terjadi, setelah jiwa kembali ke tubuh semua hal yang menghilang dan tak ada satupun yang bisa ia ingat, saat ini hanya ada satu kejelasan dadanya terasa sesak seolah sudah kehilangan sesuatu yang sangat berharga


"Nona kau mengejek ku, aku hanya terlalu bersemangat, karena pak tua Kim itu kau malah koma selama dua tahun, melihat mu membuka mata seperti ini bagai mimpi bagi kami" Yue menggembungkan pipinya dengan kesal, ia hanya mengatakan apa yang ia pikirkan saja, ia tak memiliki niat lain dan tak ada tujuan


"Kau menyumpahi ku mati Yue?" Min mengejek, gadis ini bahkan mengatakan hal yang tak baik setelah salama dua tahun tertidur


Ia baru saja bangun dan Yue malah membicarakan begitu banyak omong kosong membuatnya menjadi malas saja


"Tentu saja tidak nona kau baru saja bangun malah membuat ku merasa di sudutkan lagi, aku hanya sangat senang nona, akhirnya nona kembali pada kami, nona sudah terlalu lama diam dan pasti sangat merindukan suara merdu ku ini kan? Yue tersenyum lebar, ia hanya ingin mengatakan lebih


"Aku akan keluar memanggilkan dokter, dan kau, jangan membuat nona menjadi semakin pusing, nona masih belum pulih, ia masih perlu banyak tenaga untuk melayani mu" Jia berucap dengan nada ringan


"Kau ini, dasar mahluk kaku mengatai ku seolah olah aku sangat merepotkan, aku hanya ingin menujukan jika aku senang saat nona kembali, tidak seperti kau merengek setiap hari di hadapan nona yang pingsan, tapi saat nona terjaga kau malah menjadi tak bersemangat" Yue berucap dengan nada mengejek


"Dasar gadis kelebihan tenaga, aku tidak seperti mu yang sangat bersemangat hingga lupa jika nona butuh istirahat dan pemulihan"


Jia berucap sembari meninggalkan ruangan untuk memanggilkan dokter, saat ini tubuh sang nona begitu lemah, memanggil seorang dokter akan jauh lebih berguna dari pada sibuk berteriak tak jelas.


Dalam beberapa saat Jia datang bersama dengan Seorang dokter


"Dokter, periksa nona dengan baik" Yue ber


"Keadaan nona sudah membaik, hanya perlu beberapa waktu untuk pemulihan, dan menjalani terapi karena tubuhnya yang sedikit lemah" si dokter berucap dengan nada pelan


Ia tak menyangka jika sang nona akan terbangun secepat ini, waktu satu Minggu adalah waktu yang begitu cepat

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik" Ucap Yue dengan semangat,


Sedangkan min?, Masih terdiam sembari menatap di sekeliling?, A terlihat baik baik saja,


namun entah mengapa hatinya begitu sakit, hatinya merasakan sebuah kekosongan yang begitu menyesakan, seolah telah kehilangan hal yang berharga


"Nona?,.. nona?, Ada apa?, Apakah ada yang sakit?, Apakah ada yang membuat mu tak nyaman?, nona" Ucap Yue yang sudah sedari tadi memperhatikan Keterdiaman sang nona


"Aku lelah, aku ingin beristirahat, kau bisa keluar dan biarkan aku menenangkan diri" Ucap Min dengan tatapan kosong


Kepalanya sakit, ia merasakan suatu hal yang menghilang dari dirinya, namun?, ia tak tau apa yang sebenarnya membuat dadanya menjadi begitu sesak


"Nona?" Ucap Yue dengan tanya


"Anda sudah baik baik saja nona, jangan banyak berfikir, akan lebih baik beristirahat, agar tubuh anda kembali pulih" Jawab si dokter pelan,


ia jelas tak akan membiarkan Yue membuat nona mereka tambah pusing,


Bagai manapun sang nona baru saja terbangun, bagai mana mungkin ia bisa diam saat melihat Yue membuat sang nona berfikir keras,


Yue adalah mahluk yang di berkahi tuhan dengan ribuan celotehan, seolah celoteh tak akan pernah bisa berakhir dari mulut indahnya


dari itu Jia mengantisipasi agar sang nona merasa lebih nyaman, terlebih saat ini, nonanya bahkan baru saja terjaga dari tidur panjang


"Baiklah nona, kami tak akan menganggu" Jia membawa Yue meninggalkan kamar, nona mereka ingin beristirahat, dan tentu saja harus beristirahat


"Baiklah nona, nona juga akan beristirahat, aku tak menganggu mu hari ini, jadi kau beristirahat dengan baik agar bisa bangun bugar besok " Yue berucap dengan penuh ceria

__ADS_1


Ia menarik Jia meninggalkan ruangan


__ADS_2