
Mentari kembali bersinar di langit biru, Yan Li masih memejamkan matanya dengan begitu cantik, semalam ia membantu seseorang yang begitu menyedihkan
Dan bahkan ia harus mengurus pria ini dalam waktu yang begitu lama, ia kelahan karena bekerja, dan bahkan harus merawat pria yang hampir mati Ini adalah luka tembakan dan tak bisa di berikan pada dokter dan rumah sakit, luka luka seperti ini hanya di dapatkan oleh orang orang yang berada dalam dunia gelap, jikapun tidak maka target dari salah satu organisasi
Ia tak ingin ikut campur dalam hal apapun, akan tetapi ia juga tak bisa membiarkan orang mati di depan matanya, ia berbaik hati hingga malah menimbulkan kerepotan bagi dirinya sendiri
"Ahh" Yan Li melenguh pelan,
Sudah pagi ternyata ia akan bangkit dan bersiap untuk pergi bekerja, namun sebelum itu ia akan menyiapkan makanan untuk pria ini
"Jika bukan aku orang baik maka aku akan dengan mudah membuang mu, salahkan saja hati ku yang begitu lembut" Yan Li terus mengomel sembari membuat bubur untuk si pria, pria itu lihat apa yang akan ia katakan setelah ini
Setelah selesai ia melangkah kekamar dengan Napan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air hangat
"Kau?" Saat membuka pintu ia sudah di sambut dengan tatapan tanya dari seorang pria, pria kecil itu bahkan menatapnya dengan tatapan Linglung, ia melangkah untuk semakin dekat, karena sudah memasak tentu saja akan memberikan pria kecil ini makan, ia terluka dan Yan Li bukan gadis berhati kejam
"Akhirnya kau bangun juga, merepotkan ku saja, lalu bagai mana?, apa perasaan mu?, apakah ada yang tidak nyaman?" Ia meletakan Napan di atas nakas dan bergerak mendekati si pria, ia memegangi dahi si pria dengan pelan
"Jangan banyak bergerak, kau terluka meskipun tidak terlalu serius juga tak bisa semena mena, hm, sepertinya tubuh mu sudah baik baik saja kau sudah sembuh dan demam mu juga sudah turun, syukurlah jika begitu" Yan Li memperingati pria kecil yang bergerak bangkit ini, ia mendapatkan luka tembakan karena luka tembakan itu pula ia sakit, ia hanya orang biasa dan tak akan bisa tahan dengan peluru yang menembus dagingnya yang lembut
__ADS_1
"Kau siapa?, dan di mana ini, apa yang kau lakukan pada ku?, kau ingin menculik ku atau kau ingin menyandra ku untuk mengambil ke untungan dari ku" Di pria menatap Yan Li dengan tatapan nan begitu tajam, tatapan penuh waspada seolah jika ia lengah sedikit saja maka ia akan kehilangan nyawanya yang berharga
"Kau terlalu banyak melihat drama bocah, menculik mu juga bukan hal yang akan memberi ku keuntungan" Yan Li menjawab dengan ringan, pria ini memiliki imajinasi yang tinggi, ia hanya membantu, lagi pula pria dewasa mana yang masih di culik, sangat tak menguntungkan
"Lalu?" Si pria memiringkan kepalanya, ia di serang sebelumnya dan saat bangun malah berada di sebuah ruangan dan jangan lewatkan kedatangan gadis cantik dengan Napan di tanganya
"Tak perlu banyak bertanya, akan lebih baik jika kau menghabiskan makanan mu dengan segera dan ini adalah obat untuk mu" Yan Li bukan tipe orang yang akan menjelaskan sesuatu pada orang asing, ia berbaik hati menolong, ia tak ingin balasan untuk pertolongannya, hanya batas rasa kemanusiaan saja
"Obat?, Apakah sudah mendapatkan resep dokter?, Bagai mana jika ini berbahaya, bagai mana jika aku menjadi overdosis karenanya" Si pria kembali beraksi dan itu membuat Yan Li menghela nafas pelan
Pria kecil ini, apakah tidak ada hal yang bisa di katakan dengan lebih masuk akal?, jika ia ingin membunuh mengapa ia merepotkan diri untuk membantu sebelumnya
"Kau hanya akan di seret ke penjara jika kau ke rumah sakit, dasar bodoh, habiskan saja makanan mu dan minum obat, setelahnya pergi dari rumah ku, tak bisa apa apa tapi banyak bicara, dasar bocah kecil yang naif" Yan Li menatap si pria dengan tatapan malas
Pria ini bahkan sangat cerewet, jika ia ingin membunuh maka pria ini sudah akan mati lebih dahulu, pria berkulit lembut ini dapat dilihat ia hanyalah pria kecil yang mencintai tubuhnya, kali ini terkena tembakan dan malah merusak tubuh saja
"Kau galak sekali, dan aku bukan pria kecil, aku adalah pria yang sudah dewasa" Si pria menggembungkan pipinya kesal, ia hanya bertanya apakah obat ini akan aman dan tak akan membuatnya mati
Ia sudah berada di ambang kematian semalam, ia sangat takut hingga berlari dengan sekuat tenaga, ia juga terluka, mengapa gadis ini tak membawanya kerumah sakit, ia hanya sedikit cemas mengapa gadis ini malah mengatakan hal kejam seperti itu
__ADS_1
"Aku tak tau kau korban ataupun salah satu di antara mereka, aku tak perduli juga tak ingin perduli, yang jelas sekarang makan makanan mu, akan buru buru pergi bekerja, tutup saja pintunya dan akan terkunci secara otomatis, jangan berani mencuri di rumah ku karena setiap sudut rumah sudah di penuhi CCTV" Yan Li tak ingin melanjutkan pembicaraan, sudah pagi dan ia harus segera kekantor dan bekerja, ia sudah menjalani kehidupan yang nyaman selama beberapa waktu ini, malah kembali jatuh dan berada di keliling orang orang ini lagi, dunia memang sangat sempit
"Dasar gadis jahat, kau bahkan mengatakan hal yang begitu jahat pada ku, lagi pula tidak ada hal yang bisa ku curi dari sini, kamar kecil dan perabotan yang biasa, mencuri hanya akan membuat ku repot saja" Si pria semakin kesal, ia juga tak memiliki niat untuk mencuri, ia memiliki banyak harta harta curian buka hal yang menarik baginya
"Kau tau jika rumah ku ini tidak mewah, tapi orang seperti mu juga tak bisa di pegang kata katanya"
"Kalo begitu kenapa kau tidak menjaga ku saja sampai aku sembuh, aku akan membayar dengan harga yang lebih tinggi"
"Aku bukan pengasuh mu dan tidak ada pemikiran untuk menjadi seornag pengasuh, makan makanan mu dan obat ini, kau akan bertahan sampai nanti malam, setelah sampai di rumah obati lukamu dengan baik, jika tidak maka jangan salahkan aku jika gerombolan belatung akan menggerogoti mu" Yan Li menjawab ringan
"Kau ini, kau adalah seorang gadis mengapa memiliki mulut yang begitu jahat"
"Aku mengatakan kebenaran, aku sudah mencongkel peluru peluru itu dengan pisau buah, dan jika kau tak membersihkannya dengan cepat maka jangan salahkan aku karena luka mu"
"Psikopat, kau mencongkel peluru dengan pisau buah, dan bahkan masih menakuti ku"
"Aku tak memiliki waktu untuk meladeni mu"
Yan Li segera bergerak meninggalkan kamar untuk bekerja
__ADS_1