Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
KJSMP. PERKENALAN.


__ADS_3

Novel ini adalah sekuel dari Aku Bukan Pemuas R4njang. Mengambil cerita dari salah satu tokoh yang bernama Walls Diamond.


Dia adalah seorang pemuda yang slengean, tidak pernah serius. Namun, Wall's Diamond memiliki otaknya yang sangat jenius. Dirinya adalah hacker yang kemudian diangkat sebagai ahli IT di perusahaan sang kakak sepupu, yang tak lain bernama Arjuna Satria.


Namun, Arjuna membebaskannya. Sebab, perusahan di negara adidaya yang memiliki ratusan gedung pencakar langit telah meminang penemuan Wall's dan memberinya jabatan sebagai salah satu Presdir di sana.


Alat itu, adalah penangkal System peretasan. Perusahan yang memiliki alat ciptaannya itu akan aman dari hackers sehebat apapun. Apalagi jika Walls langsung yang memantaunya.


Sebab kejeniusannya itulah, dalam usia 24 tahun, Walls Diamond telah menduduki peringkat teratas hacker dan ahli IT yang di perhitungkan dunia.


"Ku kira kau hanya tau paha dan dada wanita saja," cibir Arjuna kala mereka bertemu di salah satu negara dengan harga menginap hotel termahal.


Tentu saja ia bisa bicara seperti itu kepada sang sepupu. Sebab, selama Walls kuliah tak sekalipun pemuda itu tanpa wanita. Walls adalah player kelas kakap. Bisa di bilang Casanova kecil.


Sepertinya tak ada wanita yang mampu menolak pesona seorang Walls Diamond. Kecuali ...


Seorang wanita yang ia temui kala itu di bandara.


Pada saat itu, di bandara internasional sebuah negara besar terkemuka.


"Kita akan kemana?" gumam Rose Brania, seorang wanita muda yang cantik, memiliki pengetahuan dan skill sebagai seorang dokter bedah. Namun, karena suatu hal ia kabur dari negara tersebut bersama dengan Mona Boncabee.


"Apa kau tidak memiliki rumah untuk pulang Rose?" tanya Mona, sang sahabat senasib sepenanggungan yang segera di jawab dengan gelengan oleh Rose.


"Baiklah, kita sama. Aku juga tidak memiliki rumah saat ini. Karena aku tidak mungkin kembali ke rumah lama. Mereka taunya aku sudah mati ketika aku memilih menikah dengan Max," ucap Mona berkata sendu sembari menundukkan wajahnya. Mereka berdua adalah korban dari kegilaan Mad Max.


Max, adalah suami psikopat Mona yang juga seorang ketua gangster. Namun, kakak sepupu dari Walls yaitu Arjuna telah mengalahkannya. Sementara, Max telah menyisakan segenggam trauma pada kedua wanita cantik ini. Tak terkecuali pada Rose. Dimana kala itu, Rose bermaksud menyelamatkan nyawa Mona dari kebiadaban siksaan Max.


"Sudahlah, kita juga memiliki modal yang cukup. Aku sudah menarik tunai di tiga tempat. Sementara itu, card-nya aku biarkan tenggelam di ATM terakhir. Aku yakin mereka tidak akan bisa melacak kita," jelas Rose pada Mona yang lebih tua dua tahun darinya. Sementara, Rose baru menginjak usia 25 tahun.


"Kau pintar Rose!" puji Mona dengan senyumnya. " Kita bisa tinggal bersama dan saling menyayangi sebagai saudari," ucap Mona lagi yang kali ini di sambut dengan pelukan oleh Rose.

__ADS_1


"Kita ke negara I saja!" seru keduanya serempak.


ย Sementara itu, di bandara SH, negara I.


"Kau keren Bang! Aku baru saja tiba di bandara, mungkin beberapa jam lagi akan segera sampai ke rumah sakit, " jelas Walls Diamond, seorang hacker muda berwajah tampan dengan rambutnya yang pirang. Ia berbicara melalui ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต yang melekat dengan manis di caping telinganya. Dirinya baru saja tiba di tanah air, dimana ia dilahirkan di negara tropis ini.


"Baiklah, sampai ketemu di rumah sakit ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ!" seru Arjuna di seberang telepon.


"Ayo cepat!" seru Walls pada asisten yang membawakan barang-barangnya. Dirinya sudah tak sabar untuk melihat keponakan kecilnya yang baru saja lahir.


Tiba-tiba ...


BRUAGH!


"Aww ...!" pekik seorang wanita yang terpental karena tabrakan dengan pemuda itu.


"Maaf, Noโ€“na." Walls pun seketika terkesiap ketika ia hendak membangunkan wanita yang ditabraknya hingga jatuh.


"Astaga! Kau membuat bajuku kotor!" pekik Rose seraya mendelikkan matanya kearah pemuda di hadapannya ini. Ketika ia mendapati pakaiannya yang terkena tumpahan kopi Starbek.


"Bos! Anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang menjadi asisten pemuda yang berambut pirang dengan warna mata ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


"๐˜'๐˜ฎ ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ, ๐˜ž๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ," ucap Walls tetap tak memindahkan pandangannya pada hasil maha karya sang pemilik semesta di hadapannya. Karena, Rose sangat cantik dengan kealamian pada wajahnya.


๐˜ ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฐ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜บ, ๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ช๐˜ด, ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜‰๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ช๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. Walls menelan air liurnya sendiri, jakunnya turun naik seiring pikiran liarnya ketika memandangi wajah Rose yang cantik.


"Maaf, Nona. Lain kali jika mau minum kopi sebaiknya sambil duduk. Kan lebih enak," ucap Walls tentunya dengan seulas senyum manis memikat sebagai jurus andalannya. Namun, Rose semakin menatapnya horor.


๐˜Š๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฎ ... ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ. Batin Walls.


๐˜‹๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ! ๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜’๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ! Umpat Rose dalam hati. Kemudian Mona menarik tangan Rose Brania, mengajaknya untuk menjauh segera. Karena ia tau jika Rose mulai tersinggung saat ini. Akan tetapi Rose tetap tak bergeming.

__ADS_1


"Apa itu masalahmu! Kau seharusnya menggunakan matamu saat berjalan!" kilah Rose dengan berapi-api.


"Hei, Nona manis. Horor banget sih! Sejak kapan manusia jalan menggunakan mata? Bukankah seharusnya dengan kaki? Iya 'kan Will?" tampik Walls bahkan ia mengajak Will untuk mendukungnya.


"Itu kan hanya kiasan! Dasar bule mesum!" gemas Rose.


"Hei, atas dasar apa kau memberi julukan itu? Tapi, Aku sangat tersanjung." Walls tersenyum seraya mengedip nakal. Membuat Rose bergidik , sementara Mona menahan tawanya.


"Dasar gila!" Gumam Rose langsung meninggalkan Walls. Ia menggamit tangan Mona kemudian berjalan dengan cepat.


"Terimakasih atas pujiannya Nona cantik! Semoga kita bertemu lagi!" teriak Walls membuat Will menutup wajahnya karena malu akan kelakuan majikannya ini.


"Kita pasti akan bertemu lagi cantik," gumam Walls sambil melihat punggung Rose yang menghilang di balik tikungan koridor.


Sejak saat itulah, seorang Walls Diamond memiliki hanya satu target wanita saja. Karena baginya Rose itu pribadi yang unik karena tidak terpesona pada ketampanan. Bahkan, Wall's sempat berpikir apakah rating ketampanan pada dirinya menurun sehingga pesonanya tak lagi berkilau.


"Bagaimana mungkin Bos?" tanya Will heran. Ia sengaja menguping gumaman dari Bosnya itu. Kenalan saja tidak apalagi tukar nomer ponsel, lalu bagaimana bisa bertemu lagi? Begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran Will Smurf. Asisten dari Walls Diamond.


_____


"Kau perhatikan ini." Walls menunjukkan layar ponsel canggihnya itu, dimana di sana menunjukkan semacam ๐˜Ž๐˜—๐˜š. Sebuah pergerakan tengah terbaca dengan jelas.


"Kau tau Will, aku telah menempelkan alat pelacak pada tas nona yang cantik tadi. Jadi, mulai saat ini aku akan memantau pergerakannya. Bahkan aku dapat mendengar apa yang ia bicarakan jika nona tadi mengenakan tas tersebut." Walls menjelaskannya sambil senyum-senyum sendiri. Tatapannya menerawang jauh ke depan.


๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฉ, ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ! batin Will seraya menggelengkan kepalanya. Karena selama mengikuti Walls selama enam bulan. Will melihat belum sekalipun bosnya itu gagal dalam hal mengejar wanita.


Walls meskipun masih muda tapi sudah sangat ahli dan mahir dalam menaklukkan hati wanita.


"Tenang saja, Will. Nanti temannya akan kuberikan untukmu. Bukankah dia juga cukup seksi," goda Walls pada asistennya itu. Membuat Will sumringah seketika.


Ya, mau tak mau. Will mengikut saja apa aksi gila dari Bos-nya ini.

__ADS_1


Sebelum aku, pindah ke negara Clinton. Aku harus mendapatkan Rose Brania!" ujar Walls dengan senyum penuh arti setelahnya.


__ADS_2