Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
Bab. 36. Film Aksi


__ADS_3

Rose membelalakkan kedua matanya tatkala benda pipih di hadapannya ini menampilkan pertempuran yang sangat sengit.


Ia dapat melihat dengan jelas apa yang nampak pada layar laptop milik Walls ini. Seperti penyergapan yang di lakukan oleh sekelompok anggota yang berpakaian serba hitam. Menyerang sebuah lokasi, seperti villa mewah yang terletak di sebuah kaki bukit yang hijau.


Para penjahat dalam bangunan yang cukup luas dan tinggi itu sontak keluar. Rose tidak tau apa yang terjadi, mereka hanya terlihat kepanasan. Setelah keluar, mereka semua telah ditunggu oleh tim yang hendak menyergap.


Ledakan dari sebuah bom, membuat, Rose hampir terperanjat dari kursi yang tengah ia duduki. Walls, yang ikut menonton bersamanya tampak menyeringai. Kemudian, ia menelan puluhan tombol yang terdapat pada komputer miliknya yang lain. Terlihat, lebih canggih dengan layar yang lebih besar.


"Sebenarnya ini, film apa. Kenapa, mereka mengambil gambarnya dari jauh tanpa menunjukkan wajah para pemainnya?" Akhirnya, Rose bertanya juga. Ia sudah tidak tahan lagi untuk diam. Rasa penasarannya begitu meronta-ronta.


"Tidak perlu, begini juga seru. Lihat saja terus bagaimana aksi tim penyergapan ini akan menghabisi musuh tanpa sisa. Mafia kelas rebung, tidak akan ada istilah lagi untuk bersambung. Mereka akan tamat kali ini!"


Rose hanya bisa melongo mendengar penjelasan dari, Walls. Kenapa, pria ini nampak begitu faham alur cerita yang tengah ia tonton. Juga, terdapat amarah tertahan yang nampak berbeda. Terlihat, dari sorot matanya yang berapi-api.


Beralih ke pertunjukan langsung.


Dimana, pada saat ini, Joy tengah mengejar salah satu kaki tangan, Andreas. Karena, ia menyerahkan, gembong mafia itu kepada sahabatnya yaitu, Better. Pria maskulin berwajah Asia, dengan rambut panjang ikalnya yang di gelung asal.


Meskipun, mereka menggenggam senjata api di kedua tangan sekaligus. Tak lupa, sebahu benda panjang bernama katana, tersemat di punggung keduanya.

__ADS_1


Joy dan Better bukan hanya petarung ulung dalam menggunakan senjata api. Akan tetapi juga ketika menggunakan benda yang selalu di gunakan oleh para satria samurai itu.


Dentuman demi dentuman dari senjata api yang memuntahkan peluru, terasa begitu memekakkkan telinga. Karena itu, setiap bertempur mereka selalu menggunakan alat peredam suara yang di masukkan ke dalam lubang telinga masing-masing.


"Aku, seperti mengenal pria itu. Walls! Lihatlah! Dia pria yang beberapa hari lalu datang ke pernikahan kita kan!" pekik, Rose kaget. Hingga ia menyesali ucapanya yang beberapa kali keceplosan itu.


"Yup! Dia, Joy dan Better."


"Apa!" Rose seketika berdiri dari duduknya seraya membekap mulut dengan kedua tangannya.


Walls, menarik kembali tangan, Rose agar ia duduk kembali.


Kemudian, pria dengan wajah bule ini menampilkan seringainya.


Dimana terlihat di sana, baku tembak dan juga pertempuran dengan katana, satu lawan satu.


Hingga, puncaknya. Better dan Joy, yang berhadapan langsung dengan, Andreas.


Mereka berdua ternyata cukup lihai melawan, Andreas yang juga pandai dan mahir beladiri. Sementara, anak buah yang lain telah terkapar bersimbah darah mereka sendiri.

__ADS_1


Beberapa, anak buah yang di bawa oleh Joy pun menderita luka-luka. Namun, tak ada yang kehilangan nyawa mereka.


"Siapa kalian sebenarnya! Kenapa mencampuri urusanku hah!" Andreas yang telah mendapat luka hampir di sekujur tubuhnya, menghardik, Better yang masih mengacungkan mata katanya ke arahnya.


"Berani menyentuh salah satu anggota Klan Dragon Storm. Maka, riwayatmu akan tamat tanpa bekas."


Srett.


Jleebb!


Seiring jawaban yang keluar dari mulut, Better. Pada saat yang bersamaan pula, katana di ayunkan dengan epik. Hingga, raga Andreas yang kekar menggelepar sepersekian detik. Kini, raga itu kosong tanpa nyawa.


"Selesai, kan?"


"Yok pulang, kita ngopi!"


Sementara yang di depan layar laptop, terlihat Rose menahan napasnya. Baru kali ini ia melihat film pembantaian sadis tanpa sensor. Dimana pemerannya adalah pria-pria tampan nan gagah yang beberapa hari lalu mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan, Walls.


"Bisa, kau jelaskan ... barusan itu, apa?" tanya Rose yang pada saat ini tengah menatap pria menyebalkan yang tak dapat ia pungkiri telah menjadi suaminya itu.

__ADS_1


"Film aksi!"


...Bersambung ...


__ADS_2