Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
Bab. 20. Hiro, Milea. Apa kalian tahu siapa aku?"


__ADS_3

"Jadi, Diamond itu ... si bule mesum itu!" kaget Mona seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan. Kedua matanya membola, dengan alis terangkat tinggi. Pantas saja, Rose langsung syok , hingga tak sadarkan diri. Masa lalu yang mati-matian ia coba kubur, kini tiba-tiba bangkit keluar.


Kebetulan yang sungguh luar biasa, bahwa promotor dari kompetisi anak jenius mengundang para pemenang makan malam di penthouse miliknya sebagai tanda terima kasih.


Kebetulannya lagi, salah satu pemenang itu adalah benih yang bule mesum alias Walls Diamond tanam beberapa tahun yang lalu. Rose, bersumpah untuk tidak akan pernah menemui pria itu lagi seumur hidupnya. Tapi, takdir seakan mempermainkan dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan, Mon. Katakan apa yang harus aku lakukan!" pekik Rose dengan histeris dan bernada frustrasi. Kedua matanya telah basah, kantungnya bengkak sebab ia telah menangis semalaman. Sekujur tubuhnya mendadak menjadi lemas tak bertulang.


Kenapa ia menjadi selemah ini. Pria itu, begitu besar memberi trauma dalam hidupnya. Menyiksanya setengah mati dengan bayang-bayang itu selama bertahun-tahun. Kini, dengan seenaknya tiba-tiba hadir lagi, Bahkan secara kebetulan berhubungan langsung dengan salah satu anaknya.


"Kau harus tetap menemuinya. Sekarang atau nanti itu sama saja. Kalian pasti akan terhubung suatu saat," ucap Mona menyadarkan Rose untuk menerima kenyataan dan menghadapinya. Bukan terpuruk dan tenggelam dalam ketakutan.


"Apakah pria itu menyadarinya? Mereka berdua sangat mirip? Lalu bagaimana dengan orang di sekelilingnya. Pihak penyelenggara, para juri? Apakah mereka memenangkan, Hiro karena suatu hal? Apakah ini semua ini rekayasa pria itu? Mona, jelaskan padaku! Pria itu pasti ingin merebut, Hiro dariku!" pekik Rose benar-benar kalut dan panik.


Mona akhirnya dapat menenangkan, Rose. Ia pernah berada di posisi trauma seperti sahabatnya ini. Hanya saja kasus mereka berbeda. Rose memiliki aset yang harus di jaga sepenuh jiwa raga. Apalagi, kedua anaknya itu begitu istimewa.


Bagaimana pun, di balik trauma dan kebencian mendalam yang Rose rasakan. Ada hal yang tak boleh ia abaikan. Dimana dalam hal ini, menyangkut lekat pada kedua buah hatinya. Hiro dan Milea berhak mengetahui siapa papa mereka.

__ADS_1


Keduanya juga berhak menerima kehidupan layak yang di miliki oleh Walls Diamond. Di saat, Rose risau dan gelisah menanti pertemuan dengan papa dari kedua anak kembarnya itu. Hiro dan Milea, tengah bahagia melihat sebuah bukti takdir di hadapan mereka.


"Aku akan meng-copy batang bukti. Lalu mengirim file yang asli pada paman Will," ucap Hiro yang langsung mendapat anggukan cepat dari sang adik. Jadi, ternyata sekutu dari Hiro adalah, Will. Asisten pria yang ternyata adalah papa biologis mereka.


Hiro pun memasukkan file tersebut ke dalam mesin fax. Di tempat lain, Will ternyata telah menerima bukti akurat yang di kirim oleh Hiro. Seketika, senyum penuh kemenangan terbit di wajahnya yang lumayan tampan itu.


Hari yang di nanti pun tiba.


Rose telah menguatkan hati dan juga perasaannya untuk menghadapi masa lalunya yang buruk itu. Meskipun, sebab dari masa lalu tersebut telah memberikannya buah hati yang luar biasa hebat. Sehingga, Rose mencoba berdamai dengan dendam juga rasa penyesalannya yang mendalam.


Hingga hari ini ia dapat berdiri tegak dengan wajah tersenyum. Mona pun tenang melepas kepergian sahabatnya itu. Ia cukup mengantar sampai ke depan bangunan yang tinggi menjulang di hadapannya. Sungguh kawasan elit yang hanya sanggup di huni oleh para crazy rich.



Wajah, wanita itu masih saja mampu membuatnya mabuk kepayang hingga hampir melupakan niat mereka berkumpul di tempat itu. Rose pun sama, dirinya tengah berperang melawan rasa takut dan bencinya setengah mati. Jika menuruti perasaannya, ingin sekali ia mencakar wajah tampan Walls yang tanpa dosa itu menggunakan garpu taman biar saja hancur sekalian. Ouuww ... wanita cantik yang kejam kau Rose!


Bagus saja, yang hadir di sana bukan hanya dirinya. Tapi masih ada dua keluarga yang lainnya. Mereka adalah keluarga pemenang. Namun, peserta kedua adalah keluarga kelas atas. Sehingga obrolan dari para pria ini tentu saja berkaitan dengan bisnis. Rose berusaha berbaur dengan para, ibu. Wajahnya terkesiap ketika mereka mulai menanyakan keberadaan ayah di kembar. Reflek, Rose dan Walls sama-sama menoleh dan saling beradu dalam pandang.

__ADS_1


Namun, Rose kembali menatap wanita yang bertanya padanya. Ia mencoba tenang dan tersenyum lebih dulu sebelum menjawab semuanya. "Papa mereka berdua, tidak ingin nampak di publik. Biarlah keberadaan hanya akan menjadi milik kami bertiga. Dia sangat pemalu," jelas Rose, mengarang dengan cara aman.


Walls seketika terkekeh, mendengar penuturan Rose terhadap salah satu tamunya. Baginya, alasan, Rose tidak masuk akal. Dirinya, mana ada ciri-ciri pemalu. Apakah, itu termasuk sindiran? Bisa saja ia mengakui kedua anak kembar ini sekarang. Tapi, apakah yakin jika hal tersebut aman bagi jantung saat ini?


"Hiro, bagaimana jika suatu waktu ... papamu akan tampil di publik dengan menggandeng kalian?" tanya Walls dimana saat ini, ia tengah berusaha sekuat tenaga menahan gejolak bahagia di dalam dadanya. Sesekali ia pun melihat pada gadis kecil cantik yang bernama Milea. Gadis imut yang memiliki warna rambut yang sama dengannya, pirang. Sementara, Hiro coklat kehitaman seperti, Rose.


"Sebagai anak, kami berdua akan menerima keputusan yang dibuat dan di keluarkan oleh orang tua kami. Sebagai anak tentu saja, aku dan Milea akan sangat senang," jawab Hiro seraya menatap Walls tanpa kedip. Tentu saja hal itu memancing rasa kepo dari salah satu orang tua peserta.


"Pantas saja, anda menyembunyikan identitas, Tuan. Sebab, anda tidak ingin jika putra anda, Hiro, dimenangkan lantaran papanya sendiri adalah promotor acara ini, benar begitu kan? Semua karena anda ingin, Hiro menang karena kemampuannya bukannya nama besar anda!" ucap salah satu orang tua peserta yang teramat teliti dan peka.


"Uhukk!" Rose terbatuk-batuk, mendengar pertanyaan dari Walls. Bahkan, seketika kedua matanya melirik tajam ketika mendapati jawaban dari anaknya.


Acara makan malam pun usai sudah. Meninggalkan sesuatu yang membuat sekujur tubuh Rose merinding seketika. Ia dan kedua anaknya tertahan di lantai akhir gedung ini. Meskipun bersama dengan kedua anaknya, rasa takut dari trauma itu masih menghantuinya.


"Ma, tidak akan ada yang berani menyakitimu, selama ada aku di sini," ucap Hiro yang mendekati Rose lalu memberi genggaman dengan tangan kecilnya.


Dari kejauhan, ternyata ucapan Hiro terdengar oleh telinga Walls. "Kau, telah memiliki dua pengawal kecil. Mereka nampaknya tidak akan segan berperang denganku demi melindungi mu." Walls bergumam dengan semburat kekaguman di wajahnya.

__ADS_1


"Hiro, Milea. Apa kalian tahu siapa aku?" tanya Walls ketika ia telah duduk kembali di depan kedua anak kembar yang memasang senyum termanis mereka untuknya.


...Bersambung ...


__ADS_2