Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
Bab. 40. Kejutan Yang Mendekatkan Hati ( Menuju Tamat )


__ADS_3

Hari ini, di pagi yang cerah. Bahkan mentari baru saja menampakkan batang hidungnya.


Seluruh anggota keluarga dari Klan Dragon Strom telah berkumpul.


Hanya, Joy yang memasang wajah cemberut. Jika bukan karena Arjuna yang menahannya, mungkin saat ini ia tengah berada di dalam pesawat menuju rumah dimana Milna dan ketiga anak mereka menunggu di mansion miliknya.


Sayang, Arjuna tetap memaksa dirinya ikut piknik keluarga sekalian penyambutan anggota baru dalam klan mereka. Yaitu, Rose dan kedua anaknya. Hiro dan Milea.


Sebenarnya, ini adalah ide dari anak perempuan dari Walls ini. Ia sempat bertukar pikiran dengan kedua anak Arjuna dan Susi. Yaitu, Elisa. Kemudian, putrinya itu bercerita kepada Satria Junior. Berhubung, Satria anak mami. Sehingga dirinya tak bisa menyimpan apapun dari Susi.


Jadilah, Arjuna membuat acara piknik misi Mempersatukan Mama-Papa yang di cetuskan Milea menjadi acara besar klan Dragon Storm.


"Pasanglah senyum mu, Joy. Kau tidak akan tau apa yang tengah menantimu," ucap Better ambigu. Namun, lantaran pikiran hot Daddy tiga anak ini tengah bersama keluarganya di sebrang benua. Jadilah, Joy tidak terlalu peduli terhadap apapun yang orang katakan padanya.

__ADS_1


Tak pernah sekalipun jauh dari keluarga kecilnya lebih dari dua hari. Bahkan, demi Walls ia sudah hampir satu pekan terpisah dengan si kembar manis Hexy dan Foxy. Juga, baby R, alias Relixi. Ia juga merindukan aroma tubuh, Milna yang selalu mampu membuatnya tersiksa kerinduan ini.


Walls, kau tak tau betapa, Abang Joy menyayangimu.


Dan, Joy, kau juga tak tau betapa Walls mengerti akan perasaan mu.


Satu keluarga itu, harus mengerti perasaan satu sama lain tanpa mereka berbicara sekalipun.


"Bagaimana?" Arjuna menepuk bahu adik sepupunya yang sejak tadi tak bergeser untuk menatap Rose dari kejauhan. Wanita itu, tengah bermain kena jaga dengan kedua anak dan juga keponakannya.


Arjuna tergelak mendengar ucapan dari adik sepupunya yang badung ini. Walaupun begitu, Walls sangat peduli terhadap kesulitan sesama, terutama anggota keluarganya.


"Pertunjukkan di mulai, jet telah sampai di landasan hotel XX. Black dan Red sedang menempuh Milna dan ketiga anaknya."

__ADS_1


"Biar Abang, yang mengatur sisanya. Sekarang giliran mu memberi kejutan untuk istri tercintamu itu. Atau, roketmu akan karatan selamanya." Arjuna berbisik dengan nada sarkas di ujung kalimatnya.


"Sial! Kenapa kau menyumpahi ku!"


Tak ayal, walls pun menghampiri ketempat di mana, Rose duduk santai sambil menyeruput minuman dingin yang telah berembun itu.


"Hai, aku ada kejutan untuk mu. Ku harap, kau tidak melihat harga atau apapun itu. Tapi, lihatlah bagaimana perjuangan ku dalam membuatnya. Tunggu sebentar." Walls mengedipkan matanya sekilas sebelum ia beranjak. Hiro dan Milea menghampiri mama mereka.


Dari kejauhan, nampak Arjuna, Susi dan kedua anak mereka, Satria dan juga Elisa. Juga ada Better yang tengah merangkul Vanish. Istrinya itu sejak tadi asik mengusap perutnya yang sudah nampak begitu buncit. Vanish berharap kali ini ia dapat melahirkan anak yang sempurna. Tanpa kurang suatu apapun juga.


Bukan lantaran ia tak menerima jika keadaan anaknya, berkebutuhan khusus. Seperti Putri Liona. Dimana salah satu, kaki putrinya itu telah diamputasi sejak kecil. Juga, Liona memiliki kelainan darah. Hanya, sampel dari tulang sumsum sang adik yang dapat menyelamatkan hidup Liona. Karena itu, terpaksa Better menjauhkan Vanish dari Liona. Sebab, Vanish tidak boleh hamil dalam keadaan tertekan.


"Apa yang papa kalian rencanakan untuk, Mama? Apakah ini ada hubunganya dengan kalian berdua?" selidik Rose. Sambil menatap intens pada putra dan putrinya itu.

__ADS_1


Bahkan, beberapa anggota keluarga yang lain nampak serius menatap kearahnya.


...Bersambung...


__ADS_2