Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
Bab. 25. Aksi Tak Sadar Usia


__ADS_3

Dorr!


Dorr!


Walls, yang baru saja tiba, sengaja mengarahkan tembakan itu ke atas. Karena para penjahat terlihat mencekal kedua anaknya dan juga Rose. Kedua rahang mantan Playboy itu mengeras dengan nafas yang terdengar memburu. Tatapannya begitu tajam bak elang yang tengah mengincar mangsanya


Sementara itu di tempat lain.


"Ada apa, Ar? Kenapa tiba-tiba wajahmu seperti itu? Katakan!" pekik Susi yang melihat perubahan pada wajah suaminya. Mereka baru saja sampai di penthouse milik Walls. Bahkan, kedua anaknya pun menatap dengan heran.


"Jaga anak-anak, aku akan membantu si anak badung itu menyelamatkan penerusnya yang dalam bahaya. Aku tidak yakin, Walls mampu menyelesaikan ini sendirian," ucap Arjuna seraya mengecup singkat kening istrinya itu.


"Haihh, ada-ada saja! Kapan sih, hidup tanpa bersinggungan dengan penjahat? Sepertinya dia lupa pada usianya," sungut Susi, seraya menyusul kedua anaknya yang telah masuk lebih dulu ke dalam penthouse.


Setelah keluar dari lift, ponselnya berdering. Susi pun mengeluarkan dari tas branded berlogo H itu.


"Halo, Van? Katanya mau kesini?" tanya, Susi pada sahabatnya yang kebetulan juga ada di negara ini.


[ Justru, karena itu aku menghubungimu. Masak yang banyak ya, kami akan kesana ketika waktunya makan malam! ]


Seketika wajah cantiknya yang masih awet itu, berbinar. Telah lama juga ia tidak bertemu dengan sahabatnya itu. Mungkin sekitar tiga sampai empat tahun lamanya. Kemudian, Susi mengiyakan. Ia cukup memerintahkan pada koki agar masakan banyak hari ini.


Namun, seketika kekhawatirannya pada kedua ponakan suaminya itu kembali hadir. Setahunya, Walls baru saja menemui anak-anak itu pada hari ini. Kalau saja, Arjuna tidak ada urusan projek mendadak di negara sebelah, mungkin tadi ia akan diam saja di kota ini dan bersama-sama, Walls menemui kembar jenius.


Sayangnya, ia harus menemani suaminya itu bertemu dengan klien demi membicarakan projek mereka. Karena, Arjuna menakutinya bahwa kliennya memiliki sekretaris yang sangat cantik dan seksi.


"Arjuna pasti dapat menyelesaikannya." Susi berbicara sendiri untuk meyakinkan dirinya bahwa suaminya itu pasti akan baik-baik saja. Secara, sudah lama Arjuna tidak meluruskan raganya dengan kemampuan bertarung yang di milikinya dulu. "Semoga saja encoknya tidak kambuh," gumamnya lagi.


Kembali pada keadaan kembar jenius si mantan playboy ini.


"Papa!!" sontak kedua anaknya yang berada dalam cekalan penjahat berteriak nyaring memanggilnya. Seketika wajah mereka sumringah di saat, Walls menampakkan wajahnya.


"Cepat turunkan kami penjahat! Papa sudah datang! Atau,kau mau nanti di cincang!" teriak Hiro sambil terus meronta.

__ADS_1


"Sial! Bagaimana dia bisa datang kesini!" umpat Snake Eye yang kini tengah mencekal pinggang, Rose. Ia tidak mungkin keburu meraih pistolnya yang berada di selipan pinggang. Begitu juga, dengan dua anak buahnya.


"Lepaskan! Atau peluruku ini akan melubangi kepala kalian!" ancam, Walls dengan tatapan nyalang pada ketiga orang ini di hadapannya ini.


Kedua anak buah Snake Eye, sontak bergeming. Langkah mereka seketika berhenti. Padahal, Jeep berada tak jauh dari mereka. Hampir saja rencana ini berhasil dalam waktu beberapa menit lagi. Akan tetapi, penyelamat telah lebih dahulu datang.


Walls Dan Will menodongkan senjata api mereka ke depan. Seraya waspada, dan bersiap. Berjaga-jaga jika para penjahat lainnya ada bersembunyi di sekitar tempat itu.


Dorr!


Walls memperingati sekali lagi dengan tembakan di udara. Berharap para penjahat itu melepaskan Hiro dan Lulu, sekarang juga.


Milea mengambil sebuah penjepit di dalam rambutnya. Lalu, dengan sekuat tenaga ia menancapkan ujung dari penjepit itu ke bawah telinga penjahat yang menggendongnya.


Jrep!


"Akh!"


Penjahat itu kesakitan dan sontak menjatuhkan raga Milea yang kecil dan mungil itu. Setelah jatuh, gadis kecil itu langsung bangun dan berlari ke arah belakang mobil untuk bersembunyi. Gadis kecil itu seakan tak peduli dengan lengannya yang lecet.


Tatapannya dengan, Milea sempat bertubrukan sesaat. Hingga sebuah senyum dan kerlingan mata ia berikan untuk putrinya itu.


Namun, kelengahannya itu di manfaatkan oleh salah satu penjahat yang menggendong, Hiro untuk melarikan diri. Sesaat Kemudian ...


Dorr!


Dorr!


"Argh!"


Penjahat itu pun ambruk dan Walls segera berlari untuk mengangkat, Hiro yang sempat terlempar ke depan.


"Hiro, kau--"

__ADS_1


"Aku baik, Pa!" jawabnya yang memotong pertanyaan dari Walls. Seketika, pria berambut kecoklatan itu menoleh ke asal tembakan. Dimana kini, raga penjahat itu telah menggelepar tak bergerak lagi.


"Abang!" pekik, Walls kaget. Karena nampak, Arjuna begtu gagah dengan stelan Coat-nya itu.


"Ck!" Arjuna, hanya melirik sekilas dan ...


Dorr!


Tembakan dari, Arjuna meleset lantaran Snake Eye telah lebih dulu melempar tubuh, Rose dan ia pun bersembunyi di belakang kendaraan.


Brughh!


"Aww!" pekik, Rose yang merasakan nyeri pada dagu serta siku tangannya. Penjahat itu melemparnya asal dan keras.Ia tak berani berdiri apalagi mendongak, tatkala mendengar suara tembakan kembali bersahut-sahutan. Perlahan, Rose merangkak untuk menghampiri putrinya yang bersembunyi di belakang mobil.


"Sayang, kau baik saja?" tanya, Rose dan Milea, kemudian menggeleng cepat sambil menutup kedua telinganya menggunakan telapak tangan.


Dor Dor Dor!


Suara tembakan kembali terdengar memekakkkan telinga. Rose pun langsung memeluk putrinya yang gemetaran itu.


Arjuna, dan Will mengarahkan tembakannya ke body mobil Jeep. Dimana Snake Eye bersembunyi di belakangnya.


Dorr!


Snake Eye membalas tembakan, hingga Arjuna dan Will berkelit dan bersembunyi di belakang pepohonan.


"Shitt! Kenapa tiba-tiba bantuan datang. Bagaimana pun, aku harus mundur. Kalau tidak, aku pasti akan mati konyol." Pria berwajah garang dengan iris mata berwarna kuning ini, seketika menyeringai. Ia mengeluarkan, senjata rahasia dari dalam sakunya.


Bletukk!


Blushhh!


Croosshh!

__ADS_1


Sebuah benda di lempar, dan seketika mengeluarkan asap yang membuat kedua mata menjadi perih serta napas, sedikit sesak.


...Bersambung ...


__ADS_2