Kembar Jenius Si Mantan Playboy

Kembar Jenius Si Mantan Playboy
Bab. 17. Rencana Rahasia Hiro


__ADS_3

"Aku harus memenangkan kompetisi ini. Sekarang tujuanku bukan hanya perkara hadiahnya saja. Tapi, aku harus membuat pria itu melihatku dan kagum. Lalu, ia akan tertarik dan mencari tau tentang keberadaan kami. Ya, inilah rencana ku sekarang ...," gumam Hiro sambil menunggu giliran tampil.


Hiro sebentar lagi akan tampil di grand final, kompetisi anak jenius. Ia terpilih dari sekian ratus kontestan kini menyusut hingga hanya tersisa lima orang saja. Hiro adalah satu-satunya peserta termuda. Sementara yang lain rata-rata berusia sepuluh tahun.


Salah satu hal yang membuat dirinya mampu menyingkirkan kandidat yang lain adalah, karena di usianya yang paling muda, telah memiliki kemampuan dalam menguasai tiga bahasa asing. Hiro juga dewasa dalam berpikir juga pandai berbicara. Membuat para dewan juri memilihnya untuk masuk ke tiga besar.


Apalagi, wajah Hiro yang begitu mirip dengan salah satu promotor dari acara ini. Membuat beberapa mulut, berkasak-kusuk membicarakan hubungan antar keduanya. Walls, yang jengah memilih tidak hadir dan menyaksikan secara streaming di kantornya saja.


"Kenapa anak itu bisa begitu mirip dengan ku sih?" gumam Walls yang mulai curiga, dan semakin ingin tau. Apalagi, kala ia melihat sendiri bagaimana pola berpikir, Hiro ketika di tanya mengenai bahasa asing yang ia kuasai. Anak itu juga bercerita, pertama kali mengenal komputer lantaran ia memenangkan kuis yang diadakan salah satu programmer game. Akhirnya, Walls pun memanggil Will sebagai asistennya agar menyelidiki silsilah keluarga dari Hiro.


Atas saran dari, Will. Untuk memudahkan penyelidikan mereka, Walls harus menjadikan Hiro sebagai pemenang dari kompetisi ini. Tentu saja itu akan semakin menimbulkan kecurigaan pada semua orang. Atas hubungan yang di miliki oleh keduanya. Walls menjadi dilema. Namun cara itu adalah satu-satunya agar ia dapat mengetahui siapa orang tua dari Hiro. Sebab, pemenang utama akan di undang secara terhormat dan khusus ke penthouse, dimana itu adalah kediamannya.


Di saat, Walls memikirkan bagaimana memenangkan Hiro lewat jalur singkat. Di sisi lain, Hiro tengah berusaha keras berlatih. Demi dapat melewati setiap tantangan yang di berikan oleh dewan juri. Berkat kepintarannya, Hiro pun berhasil. Membuat para dewan juri berdecak kagum sekaligus memberi standing applause padanya. Sayang, lagi-lagi ia tak membiarkan sang mama menonton secara langsung. Sehingga, Rose haruslah pasrah menyaksikan aksi sang putra melalui layar laptopnya.

__ADS_1


"Maaf, Ma. Hiro akan mempertemukan kalian jika memang semua bukti telah mengarah padanya. Sehingga, kalian berdua tidak akan pernah berusaha mengelak. Jika sekarang, maka salah satu dari kalian akan menolak bahkan berkilah dengan seribu alasan," gumam Hiro kala melihat tampilannya yang begitu tampan di cermin ruang ganti.


Bahkan, Hiro tidak membiarkan kembarannya juga menampakkan diri. Entah kenapa, perasaannya mengatakan jika dirinya harus merahasiakan keberadaan saudari kembar juga sang mama.


"Bos, anda tidak perlu melakukan apapun. Anak itu berhasil dengan usahanya sendiri. Huaahh, wajah serta keimutannya mampu menyihir semua audiens. Sehingga mereka memberi vote padanya. Bahkan, rating dari stasiun televisi itu naik drastis," ucap Will melaporkan keadaan yang terjadi, semenjak Hiro masuk dalam kompetisi.


"Anak itu memang hebat. Entah, bakatnya itu menurun dari siapa? Tapi, aku ... seperti melihat diri sendiri kala bercermin. Di usianya yang baru lima tahun lebih, ia sudah duduk di kelas tiga. Aku pun dulu lompat kelas, tapi tidak setinggi itu. Entah, seperti apa masa depannya nanti. Aku seperti melihat sesuatu tenaga di sembunyikan di balik wajah polosnya," ucap Walls pada Will Asistennya.


"Ya mirip dengan anda, Bos. Dimana wajahnya polos bak malaikat tapi kelakuan macam Devil," celetuk Will asal. Tentu saja hal itu memancing sesuatu terlempar kearahnya.


"Bos! Anda ingin membunuhku ya!" pekik Will kaget sekaligus takut. Huh, yang benar saja. Walls baru saja melempar belati kecil ke arahnya. Untung saja, kemampuan reflek Will bagus sekarang. Sehingga, senjata yang dapat di lipat dan di masukkan kedalam saku itu menancap pada bahu sofa.


"Iya, kau mati saja sana! Punya anak buah kerjaannya selalu mengatai ku!" hardik Walls geram setengah mati. Pasalnya, apa yang Will katakan itu semua benar. Jika diperhatikan dari wajahnya, yang polos dan menawan. Mana tau jika ternyata, Walls adalah serigala kecil.

__ADS_1


Cassanova iya, player pun dan maniak juga. Semua predikat di borong menjadi satu. Hanya saja kemampuannya bertarung enam tahun yang lalu masih payah. Itulah yang pernah dikatakan oleh istri dari sahabat sang abang, yaitu Joy Kinder. Bahkan, ia lebih sering mundur dan menggunakan tekhnologi untuk membantu memudahkan aksi empat sekawan.


Dimana anggotanya terdiri dari pria dewasa, hanya dialah yang saat itu masih muda. Joy, Better, Arjuna dan dirinya.


"Kalau saya mati, nanti anda tidak punya kawan sesama jones, Bos!" celetuk Will lagi tak ada kapoknya. Padahal dia sudah tau juga, bahwa Bos-nya ini enteng tangan. Mirip sekali dengan Arjuna. Apa, lantaran Walls sering dikasari oleh Abang sepupunya itu, sehingga sifat ini menurun?


"Sial kau! Aku pasti akan menemukan wanita itu dan, memerintahkan padanya agar menghapus kutukan ini!" geramnya seraya mengeratkan gigi gerahamnya.


_______


"Bocah itu menang, Bos! Meskipun, saya belum mendapatkan datanya karena di rahasiakan. Tapi, seluruh dunia akan tau siapa keluarga anak itu sebenarnya," lapor Snake Eye. Iris kuningnya menatap lurus ke depan.


"Baiklah, pada saat itu tiba! Pastikan dia sebagai, umpan!" titah Andreas, yang saat ini tengah memberi makan hiu-hiu macan di bawah kakinya. Sebab, pada mansion mewah miliknya ini, terdapat kolam air asin yang berisi berbagai jenis hiu.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2