Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 10


__ADS_3

Brukk..


Bavendra menarik tubuh Aeera kuat kuat sampai Aeera terjatuh diatas tubuh Bavendra. Lalu Aeera pun mendongakkan kepalanya, dimana Bavendra juga tengah menundukkan kepalanya. Membuat kedua pasang mata itu saling bertemu dan memandang dalam keadaan diam.


Sedangkan mobil yang hampir saja menabrak Aeera langsung pergi meninggalkan jalanan itu. Ntahlah, bukannya membantu ataupun meminta maaf malah pergi tak peduli. Anaknya siapa sih?


"Aeera? "Tanya Bavendra sambil tersenyum manis.


"Hm? "Jawab Aeera sambil terus menatap wajah Bavendra dengan interns, membuat Bavendra senyam senyum sendiri.


"Kamu mau kayak gini sampe kapan? "Tanya Bavendra sambil terus menahan tawanya.


"Eh.. iya iya m-maafin Aku, ya? Aku lupaa"jawab Aeera sambil berdiri lalu menunduk. Wajahnya bersemu merah, ketakutan akan dirinya hampir ditabrak tadi hilang digantikan dengan perasaan malu plus bahagia.


"Ekhem! Kamu gak mau bantuin aku? "


"Emm iya sini aku bantuin"


Aeera mengulurkan tangannya kearah Bavendra. Bavendra tersenyum, lalu menerima uluran tangan dari Aeera. Ia lalu bangkit dari posisi berbaring nya, dan sekarang sedang menepuk nepuk tubuh bagian belakangnya yang terkena aspal.


Aeera pun melihat, lalu ia pun langsung merasa bersalah atas perlakuan Bavendra yang telah menolongnya, karna itu membuat baju serta celana Bavendra kotor. Dan Bavendra pasti juga merasakan sakit, karna terkena oleh aspal yang terdapat batu batu kerikil kecil.


"Bavendra.. "panggil Aeera pada Bavendra.


"Hemm? "Jawab Bavendra lalu menatap kearah Aeera yang terlihat menundukkan kepalanya. Aeera juga memainkan kakinya dengan menendang nendang batu kerikil kecil.


"Kenapa? "Tanya Bavendra sambil meraih dagu Aeera, membuat kontak mata tak bisa lagi terelakkan.


"A-aku minta maaf, kamu jadi kotor terus juga sakit badannya"jawab Aeera lirih.


"Hemm.. gapapa, yang penting Aeeraku selamat dan dapat terhindar dari kecelakaan itu, ya? "


"Beneran kan? "


"Iya sayang. Udah lupain aja, yuk beli balon" ajak Bavendra. Aeera pun mengangguk semangat. Lalu mereka pun menghampiri bapak penjual balon yang tengah menyusun balon balonnya.

__ADS_1


"Eh? Ini yang tadi jatuh disana ya? Aduh kasian banget. Lagian itu orang kenapa? Bawa mobil gak hati hati. Yasudahlah, kalian mau beli balon? "Tanya penjual balon dengan wajah sedikit kesal.


"Iya pak, mau beli balon"jawab Bavendra sambil menatap Aeera.


"Oke.. warna apa nih?"


"Pak! Saya mau yang item"pinta Aeera.


"Oh? Adiknya mau yang item? Yaudah ini silahkan"jawab si penjual balon sambil mengambil balon berwarna hitam lalu langsung diberikan pada Aeera.


"Terimakasih pak! "Ucap Aeera dan Bavendra berbarengan sesaat setelah Bavendra menyerahkan uang pada penjual balon.


"Itu kembaliannya buat bapak aja pak, sekali lagi terimakasih "ucap Bavendra membuat bapak penjual balon berbinar senang karna bahagia.


"Terimakasih buat mas dan adiknya. Semoga langgeng ya hubungan kalian sampe hari tua"ucap penjual balon sambil menyimpan uang yang tadi tlah diberikan Bavendra kedalam dompet hitamnya.


"Iya pak sama sama, dan aminn. Betewe kok bapak bisa tahu kami punya hubungan? " Tanya Aeera dengan rasa bingung nya.


"Udah terlihat atuh neng, dari sikap kalian juga"


"Oh.. yaudah pak, duluan ya? Semoga dagangannya banyak pembeli"


Bavendra membuka pintu mobil untuk Aeera sambil tersenyum manis, "yuk masuk, kita mau ke pantai. Mau gak? "Tanya Bavendra yang langsung disambut mata berbinar milik Aeera.


"Mau! Pengin nikmatin suasana yang semakin siang. Kan kalo panas panas nanti enak bisa makan ice cream"jawab Aeera sambil memasuki mobil lalu duduk seraya membetulkan posisinya, berharap mendapat kenyamanan dalam duduknya.


Bavendra pun hanya menarik napas dengan panjang lalu menghembuskannya dengan kasar. Ia lalu menutup pintu dan berjalan memutar untuk memasuki mobil bagian kemudi.


"Aeera, sayang.. jangan makan ice cream lagi, ya? Nanti kamu jadi sakit lagi kayak kemarin. Aku gak mau kamu kenapa napa lagi.. "ujar Bavendra sambil menatap mata Aeera dengan lekat.


"E-ehm.. tapi kann! Itu cuma kebetulan aja. Lagian gak semua ice cream kek gitu" jawab Aeera menerangkan.


Bavendra pun kesal sesaat mendengar jawaban santai yang keluar dari bibir mungil Aeera. Bavendra hanya menghela napasnya dengan panjang. Lalu mulai mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Gak marah kan? "

__ADS_1


"Gak. Tapi jangan makan ice cream banyak banyak! Nanti batuk, pilek, ataupun demam gimana? "


"Iya iya.. gak banyak kok! "


"Hemm"


Mobil Bavendra pun melaju, meninggalkan tempat dimana Aeera hampir saja tertabrak. Mobil hitam itu pun menuju kesebuah pantai yang terletak cukup jauh. Sehingga mengakibatkan Aeera yang tertidur disepanjang perjalanan. Bavendra pun hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat Aeera yang tertidur dengan sangat pulasnya, sampai tak tahu kalau mobil Bavendra sudah sampai diarea parkiran pantai itu.


---🎈🎈🎈---


"****! Apa apaan Bavendra! Bisa bisanya dia nolongin si ****** itu. Benar benar-"pekik seseorang dalam mobil putihnya sambil mencengkram kuat kepalanya. Seseorang itu tak lain tak bukan ialah Athifah.


"Arrgghhh!! "Teriak Athifah sambil memukul kemudi nya dengan kesal.


Tuh kann! Sudah author duga.. Athifah yang melakukan itu semua. Beberapa waktu lalu, saat Athifah mengikuti Bavendra dan Aeera pun berhenti tak jauh dari tempat Aeera dan Bavendra duduk. Dan saat melihat Aeera dan juga Bavendra yang sedang bemesraan, ia membelakkan matanya.


Hal itulah yang membuatnya tersulut emosi dan terjebak dalam kecemburuannya. Ia lalu memikirkan rencana liciknya. Saat melihat Aeera dan Bavendra akan pergi membeli balon, Athifah menyeringai.


Dan saat Bavendra sudah sampai sedangkan Aeera balik lagi untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan, disitulah rencana jahatnya muncul. Tepat Aeera berada ditengah jalan, mobilnya melaju dengan sangat kencang kearah Aeera. Athifah berniat untuk menabrak Aeera yang sedang menyeberang. Namun rencananya gagal karna Aeera yang ditarik oleh Bavendra dan membuat Aeera jatuh diatas tubuh Bavendra.


Dan disinilah Athifah berada. Terduduk dimobilnya dengan perasaan kacau. Ia memikirkan cara yang tepat untuk memusnahkan kakak kembarnya itu. Tapi entah mengapa, jalan pikiran Athifah sudah sangat buntu. Ia lalu segera menuju apartemen milik teman lelakinya.


---[][][][][][][][][][]---


Saat ini terlihat Ajeng dan juga Zelda sedang asyik berkebun. Mereka sedang memindahkan bunga matahari ke tanah subur dibelakang kediaman Putra, lebih tepatnya sebuah taman kecil dibelakang rumah besar itu.


Dua besan itu memindahkan bunga matahari dari dalam pot ke dalam tanah bertujuan untuk memberi bunga matahari tempat luas sehingga ia tak akan lagi kesesakkan dalam pot yang kecil. Juga untuk menambah nambah koleksi bunga di taman.


"Jeng? Kok perasaanku gak enak ya sama anak anak? "Tanya Zelda pada Ajeng disela sela kegiatannya menyiram bunga.


"Hm.. gatau Zel, aku juga dari tadi ngerasa perasaanku gak enak, apa sesuatu terjadi sama mereka? "Jawab Ajeng sambil berdiri. Ajeng lalu memanggil tukang kebun untuk membereskan peralatan yang telah selesai digunakan oleh Zelda dan Ajeng.


"Jangan sampe deh Jeng, kita berdoa aja biar mereka bisa pulang dengan sehat dan selamat"


"Iya, aminn"

__ADS_1


Mereka pun segera mencuci kaki dan tangan di selang yang tersedia. Lalu memasuki rumah. Mereka berdua memutuskan untuk menonton tv sambil ngemil, pasti enak. Sudah jarang mereka bisa bersama dan bersantai seperti ini. Sejak keduanya menikah dulu, mereka pun jarang bertemu, hanya dengan media sosial yang dapat mereka gunakan untuk bertukar kabar.


Bersambung...


__ADS_2