Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 24


__ADS_3

Bavendra menggoyang goyangkan dua buah tiket salah satu film horor yang baru di rilis beberapa hari yang lalu di depan Aeera. Aeera tersenyum bahagia. Ia langsung memeluk lengan Bavendra dan menarik Bavendra untuk masuk dan duduk di salah satu kursi, di barisan tengah. Beberapa menit berlalu, film pun di mulai. Suasana sangat mencekam, musik musik horor pun memasuki telinga semua orang di dalam bioskop. Adegan adegan mengerikan dan menakutkan terpampang nyata di hadapan Aeera dan Bavendra.


Aeera tampak tenang, sedangkan Bavendra sudah bersembunyi di balik ketiak Aeera sambil menggigil ketakutan. Aeera yang merasakan Bavendra mendekat dekat ke arahnya pun, tertawa kecil. Ia lantas mengacak rambut Bavendra dengan gemas. Bagaimana bisa, seorang Bavendra Putra, takut dengan film horor. Sungguh sangat lucu sekali Bavendra ini.


"Sayang, kalo kamu dah beli beli tiket gini, tapi gak nonton filmnya, kan sia sia" ujar Aeera sedikit berbisik sambil mencolek perut Bavendra. Ia merasa sangat gemas melihat Bavendra yang menggeliatkan badannya.


"Takut, baby" ujar Bavendra sambil membenamkan wajahnya di atas pangkuan Aeera.


Aeera hanya menggeleng, lalu mengusap kepala Bavendra dengan lembut dan perlahan, dengan mata yang sibuk memperhatikan adegan film di depan sana.


Setelah satu jam lebih duduk di kursi, atau lebih tepatnya sofa, Aeera dan Bavendra pun berjalan keluar mengelilingi mal dengan wajah berseri seri. Wajah Aeera yang berseri seri karna ia telah menonton film horor yang menurutnya sangat patut di beri bintang empat koma lima. Mengapa hanya empat koma lima dan tidak bintang lima saja? Karna menurut Aeera di dalam dunia ini tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Eaa.


Dan Bavendra, wajahnya berseri dan bahagia karna ia berhasil keluar dari ruangan yang menurutnya mengerikan jika film yang di tayangkan adalah film horor. Kalau untuk film bergenre sadis dan pembunuhan sih, Bavendra mampu. Karna, di beberapa film pembunuhan yang ia tonton paling hanya tentang darah dan penyiksaan. Tetapi, ini film horor. Wajahnya menakutkan dengan keberadaan yang tiba tiba muncul. Itu sangat mengagetkan. Apalagi, tubuhnya yang terkadang tidak lengkap membuat kengerian tersendiri bagi Bavendra.

__ADS_1


"Kenapa sih yang? Kok kamu gak kuat lihat film horor kayak tadi, hm? Kalo gitu mah ga usah nonton napa" protes Aeera dengan wajah masam.


Bavendra hanya mengalihkan pandangannya ke sekeliling mal sambil bersiul siul. Itu membuat Aeera kesal seketika. Ia lantas langsung mencubit Bavendra dengan keras sambil tersenyum menyeringai. Sedangkan Bavendra, langsung mengaduh dengan wajah kesakitan.


"Ish apa si baby" ujar Bavendra dengan wajah cemberut.


"Baba baby baba baby, emangnya aku bayi, apa? Aku sudah besar, sudah dewasa! " protes Aeera sambil melepaskan cubitannya pada Bavendra. Bavendra tersenyum manis, lalu menangkup tengkuk Aeera.


"Kamu kan babynya akuu, Aeera Zoya Kiranaaaa" ujar Bavendra sambil menggoyang goyangkan tengkuk Aeera. Aeera tersenyum tipis, ia sangat menyukai Bavendra yang orangnya suka gemes sama seperti Aeera sendiri.


"Aw.. " lirih Bavendra sambil mengusap usap tangannya.


Ia lantas menatap Aeera sambil berkacak pinggang. Aeera yang melihat Bavendra kesal, hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. Dengan cengengesan, Aeera langsung berlari kecil ke arah restaurant B&G yang berada dekat dengannya. Ia lalu memasuki restaurant tersebut dengan tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Bavendra menatap tak percaya pada tangannya yang terdapat bekas gigitan dari Aeera. Lalu, langsung memasuki restaurant B&G. B&G atau Boy and Girl, salah satu restaurant terkenal yang telah beranak pinak, bercabang cabang di berbagai kota di Indonesia.

__ADS_1


Di restaurant ini terdapat makanan makanan khas Indonesia sampai makanan dari luar negara. Bavendra langsung duduk di hadapan Aeera yang sedang membaca menu makanan yang tertera di dalam buku berjudul "Food in B&G". Bavendra tertawa kecil, lalu mengambil ponsel dan memotret Aeera dengan ponselnya itu. Aeera sedikit terkecoh, tetapi dengan raut wajah serius ia kembali membaca menu makanan yang tergambar disertai dengan nama makanannya.


"Kamu bisa baca dengan buku yang terbalik, honey? " ujar Bavendra sambil merebut buku menu itu dari tangan Aeera. Mendengar itu Aeera gelagapan. Ia lalu langsung menutup wajah cantiknya dengan kedua tangannya. Dengan lirih Aeera berucap, "malu banget tah"


"Apa? " Tanya Bavendra sambil membalik halaman buku, mencari menu yang menurutnya pas untuk di santap di malam, eh di siang hari seperti ini.


"Enggak! " teriak Aeera tertahan. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Bavendra memanggil salah satu karyawan, lalu memesan makanan. Sang karyawan mengangguk patuh, lalu berjalan memasuki ruang yang terdapat tulisan "hanya karyawan yang boleh masuk!". Bavendra pun meraih tangan Aeera dan menggenggamnya dengan erat, ia lantas menciuminya berkali kali. Hingga membuat Aeera geli sendiri.


"Apaansi yang.., geli tahu" ucap Aeera sambil menggerak gerakkan bahunya.


Bavendra tersenyum simpul, "tanganmu kok wangi banget tha, yang? "


"Yaiyalah wangi, selalu cuci tangan sih. Jadi wangi plus gak ada kuman tersembunyi! " jawab Aeera sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


Bavendra mencebikkan bibirnya, "Ah sudahlah "


Bersambung...


__ADS_2