Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 12


__ADS_3

Ting.. tong.. ting.. tong..


Suara bel berbunyi, membuat semua pelayan yang sedang bersih bersih langsung saling memandang satu sama lain.


"Coba lihat, siapa yang datang! "Perintah kepala pelayan pada pelayan yang sedang berdiri dipojok ruang tamu.


"Baik"jawab pelayan itu sambil menganggukkan kepalannya,ย  dan melenggang pergi, kearah pintu utama.


Saat pelayan itu sampai didepan pintu, ia langsung memutar kunci dan membukanya. Terlihat Bavendra dan Aeera dengan wajah masamnya. Pelayan itu menelan salivanya dengan susah payah, lalu membuka pintu utama selebar lebarnya, agar kedua kekasih itu segera masuk.


"Kau ini kenapa mengunci pintu utama? Apa kau takut ada maling atau perampok masuk?"cibir Bavendra sambil menggandeng tangan Aeera dan membawanya masuk kedalam rumah.


"M-maaf tuan, saya tidak mengerti kenapa pintu ini terkunci, saya tidak menguncinya tuan"jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Huh! Kalau bukan kau yang menguncinya, lalu siapa lagi? Setan? Kau itu sudah bosan hid-"


"Sstttt"belum selesai Bavendra meneruskan ucapannya, Aeera sudah menaruh jari telunjuknya tepat di bibir Bavendra. Membuat Bavendra diam dan saling memandang satu sama lain. Bavendra menautkan alisnya, menunjukkan wajah tak mengerti nya.


"Hem.. sudah bicaranya? Kalau begitu diamlah. Kamu sangat berisik"ujar Aeera sambil melepas jari telunjuknya.


"Iya iya, maaf. Yasudah, kau beristirahatlah. Aku akan menemui mama dan papa"ucap Bavendra tersenyum sambil mengelus rambut sepunggung milik Aeera.


"Hm, baiklah"putus Aeera lalu melangkahkan kakinya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


Bavendra segera pergi menuju kamar kedua orang tuanya. Lalu ia pun mengetuk pintu sambil memanggil manggil Ajeng dan Putra yang terlihat sedang akan tertidur.


"Mama! Papa! Buka pintunya"ucap Bavendra sambil mengetuk ngetuk pintu dengan keras. Dan sesaat setelahnya, pintu kamar pun terbuka.


"Aduh! Kau itu sangat mengganggu istirahat mama dan papa! Ada apa sih? "Tanya Ajeng sambil berkacak pinggang, menatap Bavendra dengan tajam.

__ADS_1


"A-anu mah, itu aku-"


"Ana anu ana anu! Mau ngomong apa sih? "


"Mau bicara sebentar sama mama dan papa"


"Hm, sebentar"


Ajeng kembali masuk kekamarnya, lalu selang beberapa waktu keluarlah mama dan papa Bavendra dengan wajah datarnya. Lalu menyuruh Bavendra untuk berbicara di taman belakang rumah. Dan saat mereka sudah duduk bersama di kursi yang tersedia, Putra membuka pembicaraannya.


"Baiklah, kau ingin bicara apa? "Tanya Putra to the point pada putra satu satunya yang akan menjadi pemimpin perusahaannya saat acara pernikahan Bavendra dan Aeera dilakukan. Karna, Putra telah pensiun dari jabatannya karna merasa sudah cukup usia.


"Pa, apa saat nanti menikah, waktu liburannya bisa dikurangi? Aku rasa empat bulan itu waktu yang sangat lama. Sedangkan perusahaan butuh aku, ini saja aku sudah libur sampai hari pernikahanku. Apalagi nanti setelah menikah, aku akan libur selama empat bulan. Aku rasa, libur satu bulan sudah sangat cukup"terang Bavendra karna ia masih mengingat ucapan papa mertuanya, maksudnya calon papa mertuanya, yang mengatakan akan libur empat bulan.


"Hem? Mau sebulan atau seminggu, terserah kamu. Tapi, kamu harus tahu ucapan calon papa mertuamu itu untuk Aeera yang akan libur selama empat bulan, bukan kamunya" jawab Putra sambil tersenyum miring karna sudah mengetahui pertanyaan putranya.


"Yaampun putra mama? Kamu itu gr sekali" ujar Ajeng sambil tertawa garing.


"Papa sudah tanya, dan Danu memutuskan agar Aeera cuti selama tiga bulan dari hari pertunangannya. Itu berarti, setelah menikah Aeera hanya cuti dua bulan"


"Oh.. "


"Yasudah minggir! Mama dan papa akan lanjut tidur siang lagi"ujar Ajeng.


Ajeng dan Putra pun segera melangkah masuk ke dalam rumah. Disusul oleh Bavendra yang juga segera masuk dan berjalan kearah kamarnya. Dibukanya pintu secara perlahan, terlihat Aeera yang sudah berganti pakaian dan sedang tertidur pulas diatas kasur.


"Hm, sudah tidur rupanya. Sebaiknya aku harus bergabung untuk menyelami lautan mimpi di alam bawah sadar sana bersama Aeera"gumam Bavendra dan segera mengambil baju ganti setelahnya ia langsung melangkahkan kaki kedalam kamar mandi.


Setelah mandi, Bavendra pun menuju kasur dan segera menarik Aeera kedalam pelukannya lalu ia pun tertidur nyenyak.

__ADS_1


Sore harinya, Aeera merasakan perutnya yang seperti ditindih sesuatu. Aeera melirik, melihat sebuah tangan kekar sedang memeluk dirinya dengan sangat erat. Siapa lagi kalau bukan Bavendra?


"Bavendra? "Panggil Aeera sambil berusaha menghadap kearah Bavendra.


"..."tak ada jawaban dari Bavendra sama sekali.


Dengan perjuangan keras, akhirnya Aeera kini sudah menghadap kearah Bavendra yang mengenakan kaos dan celana yang sama sama hitamnya. Aeera tersenyum, melihat wajah polos Bavendra yang terlihat lucu dan menggemaskan.


"Hemm.. lucu banget sih?"tanya Aeera pada dirinya sendiri lalu ia pun terkekeh kecil.


"Gak bangun bangun lagi. Ini sudah jam berapa? "Tanya Aeera lalu menatap jam weker di atas nakas kamar Bavendra.


Mata Aeera membelalak, melihat kini sudah memasuki jam empat sore. Aeera segera mengguncang tubuh Bavendra kuat kuat, agar Bavendra dapat bangun dan segera mandi. Tapi usahanya sia sia, Bavendra masih tertidur pulas dan terdengar nafasnya yang teratur.


"Yaaampun Bavendra. Ini sudah sore. Ck, aku akan mandi"putus Aeera lalu berusaha melepas pelukan erat Bavendra.


Dirinya berhasil, lalu segera mengambil baju nya dan memasuki kamar mandi. Setelah beberapa menit berlalu, Aeera membuka pintu secara perlahan. Lalu langsung melompat kecil saat melihat pemandangan Bavendra yang sedang berada didepan pintu kamar mandi dan menatapnya dengan tajam.


"Yaampun Bavendra! Kamu benar benar bikin kaget! Kenapa kamu baru bangun? "Tanya Aeera sambil berkacak pinggang.


"Kamu itu kenapa tak membangunkan ku? Malah meninggalkan ku begitu saja"jawab Bavendra sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Hee? Kamu itu yang kenapa? Wes ditangikno yo ora tangi tangi, emange ora turu awit tahun piro seh?[sudah dibangunin enggak bangun bangun, emangnya tidak tidur dari tahun berapa sih?]"Tanya Aeera sambil berjalan meninggalkan Bavendra yang termenung, tak mengerti dengan bahasa Aeera.


"Apa maksudmu? Apa artinya"


"Gak ada, cepet mandi! Badanmu baunya kecut"ledek Aeera sambil menahan tawanya.


Bavendra mencium ketiaknya, dan mendapati tubuhnya yang tidak bau kecut sama sekali. Bavendra mendengus, lalu berjalan kearah walk in closet nya dan memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Bavendra pun segera mandi. Selang dua puluh menit berlalu, ia pun keluar dari kamar mandi. Bavendra melihat keadaan kamarnya yang sepi. Disana Aeera tak terlihat, mungkin sudah turun? Bavendra segera menyisiri rambutnya lalu keluar kamar dan menuruni tangga. Dilihatnya Aeera yang sedang duduk didepan televisi dan sedang menonton film kartun kesukaannya.


Bersambung...


__ADS_2