Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 23


__ADS_3

Athifah berjalan lesu meninggalkan mal. Namun, saat hendak turun menuruni eskalator, sepasang matanya menangkap seorang wanita dengan pakaian branded sedang berjalan menuju butik pakaian di dekat lift. Athifah mengenal baik wanita itu. Ia pun berjalan menghampirinya, saat Bavendra dan Aeera sibuk mengobrol singkat dengan Asfar.


"Halo, nona Natasya Madelia.., sudah lama tak berjumpa ya? Apa kabarnya? Kenapa tak lagi membuat ide dan rencana hebat denganku lagi? " Tanya Athifah tersenyum sinis. Ia masih ingat saat Natasya tiba tiba pergi dan tak ingin bekerjasama dengannya lagi. Tanpa ada alasan. Padahal, Athifah sangat membutuhkan bantuan Natasya saat itu, untuk mencari ide lagi.


"Eh? Ada Athifah.. aku baik, dan maaf ya.., aku sudah tak berselera dan tak tertarik untuk merencanakan hal gila denganmu lagi" jawab Natasya sambil terkekeh pelan.


"Cihh, bagaimana kau kabur saat kita belum menghancurkan hubungan antara kakakku dan calon suamiku?! " teriak Athifah tertahan.


"Ck, calon suami? Ambillah kalau bisa, Fah. Aku sudah mempunyai seorang pria tampan dengan banyak uang" ujar Natasya sedikit jengkel.


"Cih, awas saja kau'


Sementara itu...


"Yaudahlah, ayok kamu lanjut makan crepes. Abis itu kita nanti langsung nonton, gimana?" Tawar Bavendra seraya menangkup tengkuk Aeera. Aeera mengangguk, lalu melirik ke arah Asfar. Gadis cantik dengan rambut sepunggung itu tersenyum manis.


"Terimakasih far, udah tolongin aku tadi" ucap Aeera sambil melirik ke arah tangga yang sedang siap di angkat oleh dua orang satpam. Asfar mengangguk sambil mengacungkan kedua jempolnya, "sama sama, aku pergi dulu ya Ra"

__ADS_1


"Iyaa" jawab Aeera pendek. Ia takut nanti kalau Bavendra akan cemburu melihatnya terlalu banyak berbicara pada Asfar. Asfar pun pergi dengan hati yang retak, dan kalau selalu memaksakan untuk mendapat apa yang tidak bisa di dapatkan, mungkin hati itu akan pecah menjadi berkeping keping. Dan hanya akan meninggalkan bekas luka yang dalam dan menganga lebar.


Bavendra menggandeng tangan Aeera. Mereka pun berjalan menuju penjual crepes untuk mengambil dan membayar crepes coklat pesanan mereka. Setelah mengambil dan membayarnya, mereka pun berjalan menuju bioskop di lantai tiga menggunakan lift. Saat akan memasuki lift, Bavendra seperti melihat seseorang yang ia kenal. Tak salah lagi, itu mereka! Bavendra pun mendekati orang itu yang ternyata Natasya dan Athifah yang sedang berbincang bincang. Tiba tiba..


"Natasya? Athifah? Kalian saling kenal? Kau Athifah, kenapa kau bisa ada di sini? Bukannya kau ada di rumah?ย  " brondong Bavendra dengan curiga. Apalagi melihat Natasya dan Athifah yang terlihat seperti teman lama. Natasnya gelagapan, tapi Athifah masih terlihat tenang walaupun di dalam hatinya, ia sedang merutuki Natasya.


"Aku dan Natasya pernah berteman baik dulu. Dan aku kebetulan memang ingin bertemu dengannya di sini, sebagai teman tentu saja kami merasa kangen untuk bertemu dan berkumpul lagi seperti dulu" jawab Athifah luwes dan tanpa kesalahan sedikit pun.


"Oh.. baiklah"


"Sayang, kok aku di tinggalin lagi sih?! Eh, ada Athifah? " pekik Aeera sambil berjalan menghampiri Bavendra. Bavendra langsung merangkul Aeera dan membawanya memasuki lift.


Asfar berjalan gontai ke arah pintu mal kaca yang terbuka lebar. Kebetulan suasana sedang lenggang sedikit. Saat Asfar hampir sampai ke pintu, seorang gadis dari arah luar mal berlari kencang dan tak sengaja menabrak tubuh Asfar. Badan Asfar terhuyung ke belakang, namun masih sigap memeluk gadis tersebut yang terlihat memejamkan mata dengan raut wajah takut. Asfar memasang wajah kebingungan. Andai saja yang menabraknya di saat sedang marah seperti ini adalah seorang pria, sekarang mereka pasti sedang baku hantam.


"Apa kau betah di peluk seperti ini? " Tanya Asfar tersenyum menyeringai. Gadis itu langsung melepas pelukannya dengan Asfar. Ia lantas berdehem sambil merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.


"Maaf, kak.. " cicit gadis itu sambil menunduk dalam dalam. Bahkan suaranya hampir tak terdengar jika Asfar tak menajamkan pendengarannya.

__ADS_1


"Siapa namamu? Dan kenapa kau bisa berburu buru sekali seperti tadi? " tanya Asfar penuh selidik. Gadis itu mengangkat wajahnya.


"Namaku.. Nara Putrimarisa, aku tadi sedang di kejar oleh penjahat" jawab gadis yang bernama Nara itu dengan mata yang melirik lirik keadaan sekitar. Asfar menautkan kedua alis tebalnya, lalu mengangkat kedua bahunya.


"Aku Asfar, Asfar Gun Zayn. Apa tadi kau mengatakan penjahat? Apa maksud dari penjahat itu? " Tanya Asfar penasaran. Ia tidak bisa tenang saat ada suatu kasus yang membuatnya penasaran. Maka dari itu, dulu, dulu sekali sebenarnya Asfar ingin menjadi pengacara yang handal. Namun, papanya menyuruh agar meneruskan perusahaannya di bidang pembuatan makanan.


"Ee.. itulah pokoknya. Yasudah, aku pergi dulu ya, see you later, kak Asfar! " ujar Nara dan langsung pergi meninggalkan Asfar yang terbengong dan bingung. Namun, saat ia melihat dua pria berperawakan tinggi dengan baju serba hitam datang tergesa gesa menghampiri Asfar. Mereka lantas langsung berhenti tepat di hadapannya.


"Permisi tuan, apa anda melihat seorang gadis dengan rambut sebahu dan tingginya kira kira sepundak anda? " Tanya salah satu dari mereka yang menggunakan kacamata hitam. Asfar baru saja ingin menjawab bahwa baru saja ia bertabrakan dengan gadis yang mereka cari. Tapi, mengingat Nara cerita ia di kejar oleh penjahat, Asfar langsung memutar otak dan menjawab sekiranya.


"Tidak, tapi saya melihatnya lewat dari luar mal menuju ke arah tempat parkir? " jawab Asfar santai. Kedua pria tadi mengangguk anggukkan kepala mereka, tanda mengerti.


"Baiklah tuan, kami pergi dulu. Terimakasih dan maaf mengganggu waktunya" ujar pria yang berbadan sedikit kurus.


"Baiklah" jawab Asfar. Kedua pria tadi pun langsung berlari pergi menuju ke tempat dimana parkiran berada.


"Tunggu, kenapa aku jadi perhatian dan peduli seperti ini? Ish sudahlah, aku ingin balik ke perusahaan lagi" gumam Asfar sembari melangkah pergi meninggalkan mal. Tanpa di sadari, Nara menatap dengan mata yang berbinar binar kepada Asfar karna tak memberitahukan bahwa ia ada di mal ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2