Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 40


__ADS_3

Di kost an Dewa.


"Syukurlah, Aeera telah di temukan. Aku akan berkunjung jika Aeera telah pulang. Bagimanapun, hari ini aku akan bertemu beberapa temanku, hmm sepeti reunian mungkin? " gumam Dewa tersenyum lega.


Danu baru saja mengirimkan pesan singkat bahwa Aeera telah di temukan. Tentu saja, Dewa menjadi sangat senang. Namun, ia tak bisa mengunjungi sekarang.


Karna, Dewa akan pergi dengan beberapa teman lamanya. Mereka adalah alumni di SMA yang sama dengan Dewa. Ada dua teman Dewa yang satu kost dengannya, dan sedang menunggu di depan gerbang kost an bu Siti ini.


Dewa bangkit dari duduknya, lalu mengambil dompet hitam dan memasukkannya pada saku celana jeansnya. Sedangkan ponsel di tangan kanan, ia masukkan di saku hoodie hitam yang di pakainya.


Dewa, menjadi sangat tampan. Apalagi dengan hoodie yang menutup kepalanya. Huftt, sangat sangat membuat para hati kaum hawa kejang kejang.


Setelah sudah waktunya pergi, ia pun langsung bangkit dan keluar dari kamar kostnya. Ia lalu berjalan santai, ingin keluar dari area kost an. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara lembut dan lantang seorang gadis.


"Kak Dewa! " teriak gadis itu, mendekati Dewa.


Dewa melihat ke arah gadis yang telah berdiri di sampingnya. Dewa mengerutkan kening, saat melihat pakaian gadis itu juga seperti akan mau pergi keluar kost.


"Ri, mau ke mana? " Tanyanya spontan.


Ya! Itu Ariri. Ia menggunakan kaos lebar berwarna putih, dengan rok selutut berwarna hitam. Di pundaknya tergantung sebuah tas selempang berwarna biru cerah. Sedangkan rambut sepunggungnya ia gerai dengan indah. Sekarang Ariri menjadi sangat cantik dan menggemaskan.


"Mau ikut kak Dewa! " jawabnya santai, sambil menarik tangan Dewa. Keluar dari kost.


Mereka pun sampai di depan gerbang kost. Terlihat dua sepeda motor dengan dua pria pengendara berbeda sedang tersenyum ke arah Dewa. Dewa yang di senyumi oleh temannya, juga ikut tersenyum.


"Ayo Dew, naik! " ajak salah satunya yang bernama Galang.


"Eh Gal. Ini, ada bocil mau ikut" ujar Dewa menunjuk Ariri.


Ariri tersenyum manis sambil mengangguk. Salah satu teman Dewa yang bernama Leon menarik tangan Ariri, sehingga membuat Ariri mendekat ke arahnya.


"Ariri ikut gue, dia udah terbiasa ikut kok Dew" ujar Leon, sembari menepuk kok belakangnya.

__ADS_1


"Duduk sini Ri" perintahnya. Ariri mengangguk, lalu duduk di jok belakang Leon sambil memegang pundak Leon.


Memang, kondisi motor dengan jok belakang yang lebih tinggi, membuat Ariri juga ikut tinggi sehingga dapat meraih pundak Leon dengan mudah.


"Gue sepupunya Ariri, gak usah khawatir Dew" ujar Leon saat melihat keterkejutan di wajah Dewa.


Dewa gelagapan, "maksud lo? "


"Gak, udahlah Dew. Naik aja, udah di tungguin sama yang lain" jawab Galang menyela.


Dewa tak lagi berbicara, ia hanya ikut duduk di belakang sepeda motor Galang dengan nyaman. Mereka pun melaju, ke arah cafe. Hanya untuk sekedar melepas rindu dan mengenang kenangan indah yang telah berlalu.


...**********...


"Oke, kak Aeera udah ketemu. Paling nanti besok, si Zulfikar ke kantor polisi. Bentar deh, duh! Aku lupa, waktu itu yang aku kirim fotonya pak Tono! Duh bentar, kita pake nomor lain aja, terus chat kak Aeera, biar dia ngakunya nanti gak liat pelaku, cuma tau namanya aja, Zulfikar. Ha ha ha" gumam Athifah lalu mengotak atik handphonenya.


"Ck, hal gitu aja udah salah. Jangan sampe ada kesalahan, aku gak mau semua yang kita usahain malah jadi sia sia" gerutu Asfar sembari meminum air putihnya.


Mereka sedang berada di salah satu restauran. Tentu saja, keduanya akan makan siang. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang lebih tiga puluh menit. Maka dari itu, Athifah memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum menjenguk kakaknya, Aeera.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit Athifah dan Asfar makan siang di restaurant, mereka berdua pun akhirnya telah menghabiskan makan siang mereka.


Dan, memutuskan untuk membawa beberapa buah tangan bagi orang sakit. Seperti buah.


Pada awalnya, Athifah akan membeli roti. Hal sama yang ia lakukan pada Bavendra. Tapi, Asfar menolak keras.


"Kau ini bodoh atau bagaimana?! Menjenguk orang sakit itu menggunakan buah buahan, bukannya roti! Ganti, beli dua sekaligus. Satunya melikku, aku akan memberikannya pada Aeera" itulah kata kata Asfar saat ia merutuki kebodohan Athifah yang sangat mengesalkan itu.


Walau mungkin roti juga bisa di jadikan sebagai buah tangan, namun, bukannya buah buahan adalah yang paling sering dan normal? Karna rata rata orang sakit itu membutuhkan buah yang mengandung macam macam vitamin, mineral atau karbohidrat.


Setelah mereka menyelesaikan buah tangan, mereka pun langsung melaju ke rumah sakit dengan mobil masing masing. Sesampainya, Athifah dan Asfar juga berjalan beriringan hingga sampai ke ruangan Aeera. Itu di nomor tujuh puluh lima.


Ceklek.. krieetttt..

__ADS_1


"Kak Aeera! " pekik Athifah yang mengundang rasa kaget semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


Athifah berlari dan memeluk Aeera dengan erat. Ia bahkan menangis tersedu sedu. Aeera balas memeluk adiknya tak kalah erat.


Sedangkan Asfar yang masuk, langsung menaruh kedua parcel buah itu di atas meja, dan menyapa semua orang. Ia juga melihat ke arah Athifah dan Aeera. Dalam hati, Asfar memuji Athifah.


'Cih, keren sekali. Ternyata Athifah sangat pandai bersandiwara' itulah perkataan yang ia katakan dalam hati.


Pelukan antara dua kakak beradik kembar itu terlepas, lalu mereka saling melempar senyum kebahagiaan. Aeera mengacak acak rambut Athifah, sembari terkekeh.


"Sangat menggemaskan! Kakak baik baik saja, kamu gak usah khawatir. Mama aja gak nangis lagi" ujar Aeera sembari menatap Zelda.


Athifah mengikuti arah pandang Aeera, terlihat di sana Zelda memandang Aeera dengan mata melotot dan kedua tangan yang memegang pinggang. Sangat mirip seperti emak emak bar bar.


Mereka pun saling mengobrol satu sama lain. Dan di iringi dengan canda dan tawa. Athifah mengambil ponsel Aeera, lalu memberikannya pada Aeera.


"Ra, nih ponsel kamu. Udah mama caz kok. Itu keknya ada notifikasi chat masuk" ujar Zelda seraya memberikan ponsel Aeera yang selama ini ada di genggaman tangan Zelda.


Zelda tentu saja tidak membuka ponsel itu selama Aeera belum kembali. Ia menganggap di dalamnya pasti ada privasi yang tidak sembarang orang bisa membukanya. Jadi, Zelda pun memutuskan untuk memberikannya pada Aeera sekarang.


"Terimakasih ma! " ucap Aeera seraya mengambil ponselnya.


Di bukanya ponsel dan di ceknya aplikasi pesan. Terdapat satu pesan yang membuat ia menjadi sedikit kaget.


+6280000 : SAYA TANGAN KANAN JONATHAN. SAAT NANTI, JANGAN MEMBERITAHU POLISI BAHWA TONO ADALAH PELAKU, NAMUN SEBUT SAJA ZULFIKAR. INGAT, NYAWA PARA PELAYAN ADA DI TANGANKU. BAHKAN JIKA MEREKA ADA DI PENJARA SEKALIPUN!!


Dengan rasa takut, Aeera membalas pesan itu.


Aeera: baik. Tolong ampuni mereka.


Akhirnya, Aeera hanya bisa menghapus pesan itu lagi. Ia takut polisi juga akan memeriksa ponselnya dan menemukan pesan itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2