
Setelah kurang lebih satu jam keluarga itu memakan sarapan mereka, ah tidak. Setelah kurang lebih satu jam mereka sarapan dan asik mengobrol, mereka pun melakukan aktivitas masing masing. Aeera dan Bavendra sendiri, memilih untuk menonton salah satu film keluaran terbaru di bioskop. Dan tentu saja itu ide dari Aeera. Danu, memilih untuk bekerja membawa Dewa. Katanya, Dewa akan di pekerjakan di perusahaan DaZ.group. Sedangkan Zelda sendiri akan pergi mengumpul bersama teman temannya, termasuk Ajeng. Dan terakhir Athifah, entah mengapa hari ini katanya ia akan di rumah saja, menunggu paket pesanannya datang. Aneh. Padahal, biasanya paket milik Athifah yang datang bisa langsung di titipkan atau langsung di letakkan di kamar Athifah. Namun, entah mengapa kali ini Athifah ingin menerima paket itu sendiri.
...**********...
Tampaknya ada sepasang sejoli yang sedang bersantai menikmati masa libur mereka. Mereka, tak lain tak bukan adalah Aeera dan Bavendra yang sedang berada di salah satu mal yang di dalamnya terdapat bioskop lumayan besar. Pertama tama, Aeera memilih untuk berkeliling mal. Melihat lihat berbagai makanan, pakaian, dan aksesoris yang terpampang jelas di depan mata. Tak lupa pula dengan lengan Bavendra yang di peluk erat oleh Aeera. Beberapa menit berlalu, manik mata Aeera melihat sebuah gerai yang menjual crepes. Crepes adalah panekuk tipis yang disajikan dengan berbagai macam isian seperti keju, selai, atau selai kakao hazelnut. Otomatis, mata jernih milik Aeera pun berbinar binar.
"Sayang, mau itu! " tunjuk Aeera pada gerai yang menjual crepes.
"Hm? Crepes yaa? Ayo beli! " ajak Bavendra. Aeera mengangguk angguk senang. Mereka pun berjalan beriringan menuju gerai tersebut. Saat sampai di sana, Aeera seperti mengenal seorang pria yang sedang duduk di salah satu kursi membelakangi dirinya. Namun, Aeera tak menghiraukannya dan sibuk untuk memesan jajan gurih itu.
"Punten, permisi mbak" sapa Aeera pada mbak penjual crepes.
"Iya mba, ada yang bisa Saya bantu? " Tanya mbak penjual crepes ramah.
"Saya mau beli crepes, isiannya coklat sama keju ya" ujar Aeera sambil tersenyum manis.
"Siap. Silahkan menunggu sebentar, duduk di sana dulu bisa mbak, mas.. " ucap mbak penjual crepes sambil menunjuk meja dan kursi yang berada bersebelahan dengan seorang pria yang seperti di kenal Aeera.
"Oke mbak. Makasih ya"
Aeera dan Bavendra pun duduk di meja dan kursi yang berada tepat di sebelah seorang pria itu. Lantas, saat Aeera menoleh ke arah wajah pria itu, Aeera langsung menunjukkan wajah terkejut plus senangnya. Berbeda dengan Bavendra, ia malah menampilkan raut wajah tak sukanya pada pria itu. Pria itu, tak lain tak bukan ialah..
__ADS_1
"Asfar! Aeera! " pekik Aeera dan Asfar secara bersamaan. Lalu mereka pun tertawa bersama. Asfar mendekati Aeera, lalu mengacak rambutnya dengan gemas.
"Kau! Jangan sentuh tunanganku! " pekik Bavendra dengan suara tertahan.
"Sayang, please! Asfar kan sudah ku anggap sebagi kakakku sendiri" ujar Aeera dengan jengkel.
"Apa apaan? Masa kakak panggilnya Asfar! Mulai sekarang panggilnya kak Asfar. Titik! Bukankah umurnya jauh lebih tua darimu?"
"Aku ini tidak terlalu begitu tua, jadi-" Asfar menyela begitu saja pembicaraan Aeera dan Bavendra.
"Diam! " ujar Bavendra dengan nada suara tegas dan aura sekitar yang menjadi dingin.
"Eh, sayang mau kemana? " Tanya Aeera bingung dan gelisah. Ia takut akan di tinggal pulang oleh Bavendra. Tetapi, Bavendra terus saja melangkah meninggalkan Aeera. Saat Aeera berlari mengejar Bavendra, sebuah tangga yang berada di lantai atas terjatuh.
"Aeera! " pekik Asfar lalu langsung memeluk tubuh Aeera dan menariknya, hingga membuat mereka terjatuh.
Klontangg..
Bunyi yang di hasilkan saat tangga itu terjatuh. Bavendra membalikkan badannya. Saat itu, ia langsung jengkel dan marah. Bagaimana tidak? Bavendra melihat Aeera dan Asfar tergeletak di lantai mal, jangan lupakan Asfar yang memeluk erat Aeera. Dengan penuh amarah yang mencapai ubun ubun, Bavendra menghampiri keduanya dan langsung menarik kasar tubuh Aeera. Para pengunjung mal yang sedari tadi melihat kejadian tadi, harus mengalihkan pandangan mata mereka karna mengetahui itu adalah Bavendra dan Aeera. Mereka mana mau mengurusi urusan keluarga Putra yang sultan dan kaya raya.
"B-Bavendra.. " ucap Aeera terbata bata. Ia masih merasa sedikit syok dengan kejadian yang di alaminya barusan. Ini di tambah dengan sikap Bavendra yang sedikit kasar.
__ADS_1
"Aeera! Kenapa kau ijinkan Asfar memelukmu?! " bentak Bavendra penuh emosi. Tanpa di sadari, Asfar sedikit menarik sudut bibirnya ke atas. Namun, itu hanya sesaat karna ia tak mau ketahuan sedang bahagia melihat pertikaian antara Bavendra dan Aeera.
"Dia kan cuma mau bantu! Ini juga salah kamu, kenapa kamu pergi duluan?! " Aeera menjawab dengan nada kesal.
"Kan aku mau ambil crepes kamu! Liat itu, mbaknya tadi manggil. Makanya aku ke sana duluan.. " terang Bavendra sambari memegang kedua tangan Aeera dan menggenggamnya dengan erat. Aeera memalingkan wajahnya, ia masih merasa kesal dan marah karna Bavendra membentaknya di depan umum.
"Maafin aku, ya? Aku reflek tadi.. " ujar Bavendra sambari menatap mata Aeera lekat lekat.
Aeera menoleh, menatap mata Bavendra dengan serius. Ia mencari cari apa ada rasa penyesalan di depan mata Bavendra. Dan saat menusurinya beberapa saat, Aeera langsung tersenyum tipis. Ia lantas langsung memeluk Bavendra dengan erat. Bavendra awalnya kaget. Namun, ia yang bahagia pun langsung membalas pelukan Aeera dengan erat. Sontak saja, Asfar yang melihat itu langsung membelalakkan matanya. Melihat perilaku Aeera yang ternyata berlawanan dengan apa yang ia pikirkan.
'Ck! Apa apaan Aeera ini?! Mengapa dia malah memeluk Bavendra dan bukannya menamparnya?! ' batin Asfar merasa kesal. Ia lantas melirik ke lantai atas, tempat asal tangga. Asfar mendecih lalu memutar bola matanya dengan malas.
...**********...
Sementara itu, Athifah ternyata sedari tadi berada di lantai atas tempat asal sebelum tangga itu terjatuh. Athifah mendengus kesal melihat Asfar yang mendecih dan memutar bola matanya malas kepadanya. Sebenarnya, Athifah sudah merencanakan ini sedari tadi pagi. Saat mendengar Aeera dan Bavendra yang akan berkunjung ke mal.
Athifah merancang strategi ini yaitu, saat Aeera akan membeli sesuatu di salah satu gerai, Asfar akan ada di sana. Dan saat Aeera akan pergi, tangga akan di jatuhkan. Dan, disini Asfar akan menjadi tokoh pahlawan. Ia akan memeluk dan menarik Aeera agar Aeera jatuh bersamanya. Dan saat Bavendra melihat Aeera sedekat itu dengan Asfar, maka mereka berdua akan bersitegang. Sehingga, membuat Aeera berterimakasih pada Asfar dan sedikit membenci Bavendra. Tapi ternyata eh ternyata, Aeera malah bisa memaafkan Bavendra se gampang itu. Sungguh tidak manuk akal sekali Aeera ini.
"Sial. Bagaimana lagi cara agar mereka dapat membenci satu sama lain?! Waktunya tinggal satu minggu lagi. Walau sebenarnya aku bisa saja merusak hubungan mereka saat mereka sudah menikah. Tetapi, aku tidak mau di pandang buruk oleh warganet karna menikahi kakak iparku sendiri! " crocos Athifah. Gadis dua puluh tiga tahun itu pun menghela nafas panjang, lalu berlalu pergi meninggalkan mal.
Bersambung...
__ADS_1