
Keesokan harinya..
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Aeera. Sedangkan Aeera sendiri, masih saja belum bangun. Kesal karna pintu tak di buka buka, akhirnya sang pengetuk pintu tersebut pun memutar gagang pintu yang kebetulan tidak terkunci.
Ceklek..
Pintu terlihat terbuka perlahan, lalu terlihat seorang pria memasuki kamar itu perlahan. Ia lantas menutup pintu kamar itu kembali. Dilihatnya Aeera, gadis cantik yang tengah tidur pulas di hari spesial ini. Pria itu menghela nafas, lalu ia pun mulai mendekati Aeera, dengan sebuah kue di tangan kanannya. Pria itu sekarang tengah duduk di samping Aeera yang tengah menghadap ke arahnya.
Huuff.. huuff..
Pria itu, meniup nuip mata lentik milik Aeera. Sehingga, membuat gadis dua puluh dua tahun itu, eh.. gadis dua puluh tiga tahun itu, mulai membuka matanya perlahan, agar cahaya dapat masuk sempurna. Tiba tiba saja, Aeera langsung memekik kaget, melihat seorang pria sedang menyeringai ke arahnya.
"Bavendra! " pekik Aeera kaget, dan langsung terduduk sambil memegangi dadanya yang terlihat kembang kempis dengan cepat. Melihat Aeera yang tampak keget, pria yang ternyata Bavendra itupun tertawa terpingkal pingkal, hingga membuat di sudut matanya terdapat genangan air mata.
"Ihh, malah ketawa lagi! " sungut Aeera dengan raut wajah kesal.
Namun, di detik detik berikutnya, raut wajahnya terlihat kaget plus kebingungan, melihat sebuah kue berbentuk kotak di atas piring putih, yang di aksesorisi bunga bunga dan mutiara indah. Tak lupa, ada sebuah lilin, yang berbentuk angka dua puluh tiga. Aeera lantas menatap Bavendra dengan raut wajah kebingungan dan penuh tanda tanya. Tapi, bukannya menjawab pertanyaan Aeera, Bavendra malahan mengambil sesuatu dari saku jas hitam nya. Itu adalah sebuah korek! Bavendra menyalakan korek itu, lalu mengarahkannya di tali kecil, yang berada di ujung lilin. Langsung saja, lilin itupun mulai terbakar hingga menghasilkan api kecil yang semakin menyebar. Api itu menggerogoti lilin yang tentunya bisa leleh.
"Happy birthday to you.. happy birthday to you.. happy birthday, happy birthday.. happy birthday to you... " nyanyian lirih Bavendra, membuat Aeera tersenyum geli sambil meneteskan air mata. Karna, mendengar suara Bavendra yang berat, namun harus menyanyi dengan lembut dan pelan seperti itu. Dan urusan menangis, tentu saja Aeera menangis. Ia merasa terharu dan tentu saja terkejut. Ia bahkan tak ingat tanggal lahirnya. Yang selalu mengucapkan pertama kali saat Aeera ber ulang tahun ialah Athifah, lalu mama Zelda, dan papa Danu. Setelah itu, baru teman, keluarga, ataupun sahabat Aeera yang mengucapkan. Ah, jadi ke ingat dengan Asfar. Bagaimana kabarnya sekarang?
"Hey, kok malah ngelamun to, mengko kerasukan dedemit! " ujar Bavendra dengan suara yang di logat logatkan dengan bahasa jawa. Aeera yang mendengar itu pun, langsung tertawa lepas. Bavendra pun ikut tertawa kecil.
"Kok kamu bisa bahasa jawa tah, tau dari mana? " Tanya Aeera dengan tawa yang mulai mereda. Ia menatap Bavendra lekat, melihat mata Bavendra yang membuatnya seperti tertarik masuk ke dalamnya.
__ADS_1
"Belajar lah! Aku mau bisa bahasa jawa. Oh ya, kamu kenapa juga, kok bisa bahasa jawa?" Tanya Bavendra penasaran.
"Ah, itu.. Asfar, dia dari jawa tengah sana. Aku dulu kan sahabat baik dengannya. Aku jadi ngerti tentang bahasa jawa yang sering ia ucapkan. Jadi, dia itu pindah ke rumah deket sini saat aku baru mau masuk TK! Dan sebagai anak kecil pun, kami akhirnya berteman dan bersahabat dengan baik. Hingga saat masuk Sekolah Dasar sampai lulus kuliah, Asfar dan aku selalu berada di kelas yang sama. Asfar rela tidak melanjutkan sekolahnya dua tahun, yang hendak masuk ke Sekolah Dasar demi bisa satu kelas denganku. Maka dari itu, aku sangat menyayangi Asfar, dia itu seperti kakak akau sendiri" jelas Aeera panjang lebar. Bavendra yang mendengar semua cerita panjang Aeera pun, langsung menunjukkan raut wajah tak suka nya.
"Ya ya ya. Sudahlah, lilinnya akan habis nanti. Cepat berdoa apa yang ingin kamu dapatkan, dan tiuplah api ini" ucap Bavendra menyodorkan kue berwarna putih itu. Aeera mengangguk, lalu ia mulai menutup mata, dan membaca keinginannya dalam hati. Setelah di rasa cukup, ia lantas meniup api di atas lilin itu, hingga mengakibatkan api itu padam, dan menyisakan kepulan asap kecil yang beterbangan.
"Selamat ulang tahun Aeera. Semoga doa baik dapat dikabulkan dan semua keinginanmu segera tercapaikan" ucap Bavendra sambil mengacak gemas rambut Aeera yang dijawab dengan senyum lebar yang mengembang. Bavendra pun meletakkan piring berisi kue itu di atas ranjang, lalu ia memotong nya, dan menusuk kue yang telah terpotong menggunakan garpu. Kue itu, di sodorkan di depan mulut Aeera, dan langsung di lahap oleh Aeera hingga membuat bibir dan sekitarannya menjadi penuh cream putih.
"Emm.. yaampun! Ini rasa coklat, enak sekali! Coklatnya kok bisa meletup letup di mulut ya? Dan bukannya ini adalah kue kesukaanku di toko langgananku?ย " gumam Aeera sambil menutup mata, menikmati setiap coklat lumer yang meledak di setiap kunyahan di dalam mulutnya.
"Enak kann? itu aku memang membelinya di toko kue langgananmu! " ujar Bavendra dengan sombong.
"Benarkah? Yaampun, kau itu so sweet sekali! " pekik Aeera lalu memeluk Bavendra dengan erat. Bavendra memeluk Aeera lalu ia tersenyum lebar.
"Baiklah, sekarang bersiap siap. Sarapan dulu, aku akan main di sini seharian, lalu malam nati kita adakan acara untuk ulang tahunmu di salah satu ballroom hotel Han'Esterikc, aku sudah mengurus semuanya, hanya saja nanti sore kamu akan mencoba beberapa gaun di butik Anisskhuma, di sana gaunnya indah, aku sudah mengeceknya" jelas Bavendra panjang lebar. Hingga membuat Aeera, pun langsung menangis kencang. Ia tak menyangka, Bavendra sudah menyiapkan segala sesuatu nya, memang ya, sultan mah gak kaleng kaleng. Bavendra yang melihat Aeera menangis pun, langsung memeluk gadisnya itu dengan sangat erat.
"Sudahlah, ayo mandi"
"Hemm"
Aeera segera bangkit, lalu ia pun mengecup singkat rambut Bavendra yang wangi. Sepertinya, habis shampoan? Aeera pun segera berlari menuju kamar mandinya. Dan Bavendra, hanya bisa menggelang gelengkan kepalanya, melihat tingkah Aeera yang usil sekali. Bagaimana kalau juniornya-
- - - - - - - - - -
Terlihat para keluarga Danu sedang memakan sarapan di meja makan. Bagaimana dengan Dewa? Danu sudah memutuskan bahwa Dewa menjadi anak angkatnya. Karna, Dewa sudah tak memiliki siapa siapa lagi. Ayah dan ibunya telah pergi dari dunia ini. Sungguh malang nasibmu nak.
__ADS_1
"Aeera, apa kau tahu nak? Sekarang Dewa menjadi kakak angkatmu. Panggilah dia kakak Dewa" ujar Zelda sambil tersenyum manis ke arah Aeera.
"Woah, benarkah? Uhuy, kak Dewa jadi kakak terganteng yang aku punya! " pekik Aeera terlihat antusias. Sedangkan Bavendra yang melihat Aeera senang Dewa menjadi kakaknya, dan mendengar Aeera menyebut Dewa ganteng, membuat Bavendra cemburu dan tentu saja marah. Namun, ia tau tak seharusnya ia bisa berbuat seperti itu, karna sekarang Dewa telah menjadi calon kakak iparnya.
"Hem? Kakak terganteng? Apa kau punya kakak lain selain aku, Ra? " Tanya Dewa keheranan plus geli sendiri melihat kecemburuan di mata Bavendra.
"Tentu saja, dia sahabat terbaik yang sudah ku anggap kakak. Dia adalah.. kak Asfar! " pekik Aeera dengan senyum manis semanis gula.
"Wah, Asfar? Siapa dia? Kapan kapan kenalkan pada kak Dew ya! " tanya Dewa sambil memperlihatkan lesung kecil yang berada di pipinya.
"Tentu saja, kalau ketemu nanti ku kenalkan deh" jawab Aeera.
"Ekhem! " deheman keras tentu membuat obrolan tak berujung antara Aeera dan Dewa terpotong.
"Kalian, jangan mengobrol terus! Cepatlah sarapan" ujar Bavendra sambil menarik hidung milik Aeera, hingga membuat hidung Aeera yang tampak memerah.
"Aw.. maaf, aku akan sarapan! " ucap Aeera lalu segera mengambil menu sarapan nya pagi ini. Dewa yang melihat keposesif an Bavendra, hanya bisa menggelang gelengkan kepalanya dengan tersenyum tipis.
"Oh ya, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun, adik ku. Semoga yang kamu inginkan akan terkabul " ujar Dewa tersenyum manis.
"Terimakasih, kak! Nanti malam ada pesta ulang tahunku, datanglah" timpal Aeera.
"Tentu saja"
Bersambung..
__ADS_1