Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 15


__ADS_3

Hari Pertunangan


Pagi hari datang lagi. Burung burung berkicau dengan riangnya. Dan daun daun pun bergerak sesuai dengan irama dari sang angin. Langit pun mulai cerah, dengan gumpalan gumpalan awan putih yang menyebar rata.


Hari ini, acara pertunangan Aeera dan Bavendra akan di berlangsungkan. Kedua nya sekarang sudah tampak siap di kursi tempat nya melangsungkan pertunangan, yaitu di sebuah hotel terkenal. Aeera yang tampak cantik dengan gaun hitam panjang tanpa lengan. Dan Bavendra yang tampak terlihat semakin tampan dengan pakaian formalnya.


Setelah beberapa menit, kini Aeera serta Bavendra sudah bertunangan. Mereka sudah saling mengisi jari manis dengan cincin pilihan mereka.


"Hem, kamu cantiikk banget" goda Bavendra sambil terus memegang tangan Aeera dengan erat. Mereka sedang berjalan keliling ruangan besar ini untuk melihat banyaknya orang yang hadir dalam acara pertunangan mereka.


"Gombal banget" jawab Aeera dengan senyum yang mengembang.


"Gak, kamu emang cantik banget sayang "


"Ibarat seperti bunga yang baru saja mekar, kau terlihat anggun dan segar" ucap Bavendra sambil tertawa kecil.


"Hee? Ah sudahlah. Oh ya, kau tahu kan? Kalau polisi sudah memeriksa rumah ku dan mulai sekarang, aku sudah tinggal di sana. Semua barang barang aku, mama, papa, dan Athifah sudah dipindahkan. Jangan kangen"


"Aku tentu saja akan rindu padamu" jawab Bavendra sambil mencubit hidung Aeera dengan gemas.


Mereka pun tertawa bersama. Tanpa mereka sadari, ralat, mereka menyadari ada orang orang penting yang sedang memperhatikan mereka di acara ini. Tapi, mereka tak menyadari ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan tajam dan penuh rasa cemburu.


"Halo, Ra? " Panggil seorang pria dengan umur yang sepertinya sepantaran dengan Bavendra, yaitu dua puluh empat tahun.


"Wah, Asfar! Bagaimana kabarmu? " Tanya Aeera sambil menyodorkan tangannya, mengajak pria yang bernama Asfar ini untuk bersalaman.

__ADS_1


Asfar menerima uluran tangan itu, lalu tersenyum "aku baik, Ra" jawab Asfar lalu memandang Aeera dengan intens. Bavendra yang melihat tunangannya digenggam oleh wanita lain juga di tatap se intens itu pun, langsung menepis tangan Aeera.


"Jangan terlalu lama sayang, oh ya siapa dia?" Tanya Bavendra melirik Asfar.


"Oh, kenalkan dia Asfar. Asfar, ini tunanganku, Bavendra" ujar Aeera.


"Asfar" ucap Asfar sambil menyodorkan tangannya, mengajak agar Bavendra mau berjabat tangan dengannya.


Bavendra menoleh, melihat ke arah tangan Asfar yang masih melayang. Bavendra pun menerima uluran tangan tersebut.


"Bavendra" jawab Bavendra sambil menyentakkan jabatan mereka lalu melepasnya.


"Sayang, dia ini sahabat terbaikku dan Athifah dari kecil hingga saat ini. Kami bahkan sekolah dan kuliah di tempat dan kelas yang sama, keren bukan? " ujar Aeera pada Bavendra.


"Dan Asfar, ini tunanganku. Aku sangat mencintainya, tolong restui hubungan kami" ucap Aeera memohon pada Asfar dengan wajah yang di imut imutkan. Asfar yang melihatnya, lalu mencubit pipi gembul milik Aeera.


"Kau ini, berani sekali kau menyentuh tunanganku!" Ucap Bavendra menarik Aeera dengan suara yang tertahan, karna ia tak mau menjadi pusat perhatian.


"Hey sayang, Asfar hanya mencubitnya saja. Kami bahkan sudah melakukan ini dari kecil, tidak usah khawatir, ya? " bujuk Aeera sambil menangkup wajah Bavendra yang terlihat penuh emosi. Dilihatnya mata Bavendra yang terlihat penuh amarah. Aeera tersenyum, lalu mengusap pipi Bavendra perlahan.


"Tidak usah terlalu cemburu pada Asfar, dia itu sahabatku" ujar Aeera lalu melepas tangannya dari tengkuk Bavendra.


"Baiklah" jawab Bavendra lalu menarik Aeera ke dalam pelukannya. "Jangan terlalu dekat dengan pria manapun kecuali dengan ayahmu dan aku" ujar Bavendra sambil menatap tajam ke arah Asfar. Asfar yang di tatap seperti itu oleh Bavendra, hanya bisa tersenyum sinis.


"Baiklah, Asfar. Aku dan Bavendra akan berkeliling lagi, kau juga bisa berkeliling ke manapun yang kau mau" ujar Aeera sambil tersenyum.

__ADS_1


Asfar pun mengangguk "Baiklah, selamat bersenang senang " jawab Asfar dengan senyum manisnya. Lalu Bavendra pun menarik tangan Aeera agar Aeera bisa segera meninggalkan tempat di mana Asfar sedang berada di sana.


Saat Aeera dan Bavensra sudah menjauh, Asfar akhirnya bisa menghela nafas nya. Ia kemudian duduk, mengingat kembali bagaimana Bavendra dan Aeera yang begitu dekat, juga terlihat saling mencintai satu sama lain, membuat Asfar memutuskan untuk menghilangkan perasaan yang telah ada dari dulu.


Bagaimana pun juga, Asfar ingin agar Aeera bahagia. Dan melihat Aeera yang bahagia bersama dengan Bavendra, membuat Asfar teringin mengiklaskan cinta pertamanya. Tapi, tiba tiba Athifah datang.


"Halo As" sapa Athifah lalu duduk di samping Asfar dengan senyum mengembang.


"Waw, Athifah kau belum memiliki calon? Kakakmu sak sudah dapat, masa kau belum dapat dapat sih? " Tanya Asfar dengan tersenyum sinis.


"Ck, kau itu! Aku ini sudah ada, cuman ya nanti aja lah " jawab Athifah sekenanya.


"Dan kau juga, bagaimana dengan mu? Apa kau tidak teringin mencari jodoh mu? "


"Ah- kau tahu kan, aku sangat mencintai kakak kembar mu itu. Aku belum move on darinya"


"Hahaha.. kasian sekali. Apa kau tidak ingin merebut Aeera dari kak Bavendra? " Tanya Athifah dengan wajah serius dan menatap wajah Asfar dengan intens.


"A-apa maksudmu? Aku? Merebut? Kau pikir aku mau jadi pebinor! " jawab Asfar ketus lalu memalingkan wajahnya. Athifah tertawa terbahak bahak, lalu bangkit dari tempat nya duduk. Athifah kemudian beranjak, sebelum ia melangkah kan kakinya, Athifah berbalik menatap Asfar.


"Aku serius, hubungi aku jika kau akan menyetujui rencana ku" ucap Athifah dengan raut wajah serius lalu melangkahkan kaki, meninggalkan Asfar yang terlihat mematung dengan mulut menganga, dan mata yang melotot.


Asfar terlihat berfikir, berusaha mencari segala kemungkinan dari penawaran Athifah untuk merebut Aeera dari Bavendra. Ia pikir, kenapa Athifah ingin menghancurkan hubungan Aeera dengan Bavendra? Apa dia iri? Atau hanya asal omong? Tapi Asfar tahu betul sejak kecil bahwa Athifah bukanlah orang yang suka ber basa basi.


Bersambung...

__ADS_1


[♡] [♡] [♡] [♡] [♡]


Hai, ayo dukung author dengan cara like dan follow, berikan kritik dan sarannya ♡ jangan lupa juga untuk menambahkan karya author ini ke daftar favoritmu! 😊💖💖


__ADS_2