
Perlahan, kelopak mata Aeera terbuka. Ia merasa sekujur tubuhnya sakit dan kepalanya sangat sakit. Ia merasa pusing. Aeera pikir ia pasti sedang di bawa oleh Bavendra atau keluarga lainnya ke rumah sakit. Karna Aeera ingat beberapa waktu lalu ia mengalami kecelakaan.
"Awh.. " rintih Aeera sambil memegangi kepalanya.
"Anda sudah bangun, nona? " Tanya seorang pria yang duduk di bagian kanannya.
Aeera menoleh ke kanan, ia langsung panik. Ia juga menoleh ke kiri, ke depan, juga ke bagian kemudi. Empat sosok tak ia kenal, sedang bersamanya. Apalagi mereka adalah seorang pria.
"A-ada di mana aku sekarang? " Tanya Aeera sambil melihat ke arah jendela. Terlihat pepohonan dan rumput rumput tinggi menyapa pandangannya.
"Nona akan kami culik beberapa hari" jawab yang sedang mengemudi.
"A-apa?! "
Mobil pun berhenti. Di sisi kiri, sebuah rumah dua tingkat dengan gaya minimalis terlihat. Di sekiling rumah terdapat hutan yang luas. Pepohonan rindang dengan daun daun berwarna hijau mengelilingi rumah itu.
Aeera di tarik keluar. Ia meronta ronta memohon untuk di pulangkan. Tetapi, para pria itu masih saja menarik Aeera untuk memasuki rumah.
"Lepaskan! Bawa aku pulang! Kalau tidak, aku akan berteriak! " pekik Aeera sambil berusaha lepas dari cengkeraman para pria bertubuh kekar yang sedang membawanya memasuki rumah minimalis itu.
"Silahkan nona. Anda berteriak sekencang apa pun, tidak akan ada yang mendengarnya. Kami menjamin hal itu" ujar salah satu pria yang sedikit pendek.
"Arrrgghhh!! Lepaskan! Kumohon, bawa aku pulang.. hiks" pekik Aeera di iringi isak tangis yang menyedihkan.
__ADS_1
Ia sudah tak mempu berteriak atau bergerak gerak lagi. Sekujur tubuhnya sangat sakit, penuh luka akibat kecelakaan yang ia alami. Pecahan kaca masih terlihat di beberapa bagian tubuhnya. Kepalanya berdarah, dan penampilannya benar benar sangat kacau.
Krieeettt..
Bunyi suara pintu yang terbuka menyapa indra pendengaran Aeera. Para pria itu masuk dan berhenti tatkala seorang pria dengan pakaian kantoran sedang berdiri sambil bersidekap di dada. Seorang wanita paruh baya dengan kacamata melingkari matanya berada di belakang pria itu.
"Halo nona Aeera" sapa pria itu.
Aeera mendongak. Ia tak merasa mengenal sama sekali dengan pria cukup tampan yang sedang berada di depannya. Pria itu mengisyaratkan agar wanita paruh baya yang berada di belakangnya mengikuti pria pria yang sedang membawa Aeera. Wanita itu mengangguk patuh.
"Nona, perkenalkan namaku Jonathan Alexander, salam kenal. Kalian, bawa nona Aeera sekarang, aku akan pulang" ujar pria itu lalu berlalu pergi.
Para pria yang membawa Aeera ke kamar di lantai atas, yaitu lantai dua. Di ikuti wanita tadi, mereka memasuki salah satu kamar. Para pria itu menempatkan tubuh Aeera ke atas ranjang. Mereka lalu berdiri berjejer.
"Nona, saya Al. Yang pendek El yang tinggi Den dan yang sedikit gemuk Don. Wanita ini bernama Jenni. Jika ada sesuatu, panggil saja kami. Wanita ini akan mengobati nona. Kami permisi" ujar pria bertubuh kekar menunjuk nunjuk temannya.
"Nona Aeera, saya Jenni. Panggil saya bibi Jen. Saya akan membantu mengobati luka nona" ujar Jenni sambil mengambil kapas.
"Iya bibi Jen. Terimakasih" ucap Aeera.
Yang penting sekarang, ia harus sembuh dari semua luka luka di sekujur tubuhnya. Ini benar benar sangat amis. Akhirnya, Jenni pun mengobati luka Aeera. Dan Aeera terus bertanya tentang rumah ini juga Jonathan.
Dari situ, Aeera mengetahui dalang dari semua ini adalah kekasih Jonathan, yaitu A. Tidak tahu kenapa Jenni tak mau menyebutkan namanya. Jenni juga berkata, bahwa Aeera akan di sini sekitar satu minggu lagi. Berarti, melewati tanggal pernikahannya.
__ADS_1
Aeera sangat kaget. Kenapa ia tiba tiba di culik dan di tahan selama satu minggu yang berarti melewati tanggal pernikahannya? Apa ini memang sudah di rencanakan? Apakah pacar Jonathan tidak menyukai pernikahan Aeera dengan Bavendra?
Memikirkan hal itu, membuat Aeera semakin sakit kepala. Setelah pengobatan selesai, ia pun memutuskan untuk beristirahat. Berbaring di atas ranjang yang lumayan empuk. Tapi, Jenni datang membawa makanan dan minuman.
"Silahkan nona. Saya permisi. Kalau butuh sesuatu, panggil saya saja" ujar Jenni dan melenggang pergi.
Meninggalkan sepiring nasi goreng dengan telor dadar, juga segelas air putih. Itu adalah makanan kesukaan Aeera. Aeera yang menyadari, langsung berpikir keras. Mengapa mereka mengetahui makanan kesukaan Aeera? Atau hanya kebetulan?
Aeera pun memakannya. Setelah beberapa menit makan makanan favoritnya, Aeera duduk di sofa yang tersedia. Ia lalu membaca novel yang berada di atas meja. Novel novel bergenre yang Aeera sukai. Yaitu, horor dan misteri.
Entah ini memang tahu kesukaan Aeera, atau hanya kebetulan saja. Tapi, masa sih sampai sini kebetulannya. Bahkan, novelnya pun sangat banyak. Akhirnya, karna gabut Aeera pun membaca novel horor yang ada di atas meja itu.
...**********...
"Mama, anak buah papa sedang mencari. Tenang ya ma" ujar Danu menenangkan Zelda.
"Iya Zel, pasti nanti mereka ketemu kok. Yasudah ini kita tutup aja acaranya ya? Sudah hampir tengah malam" ujar Ajeng.
Zelda mengangguk lemas. Ia sangat khawatir terhadap Aeera juga Bavendra. Bagaimana keadaan keduanya? Apakah mereka baik baik saja?
"Ma, kak Aeera sama kak Bavendra pasti baik baik saja. Tenang ya, ma? " Ucap Athifah sambil menepuk pelan punggung Zelda.
Ajeng pun menutup acara dan para tamu undangan pun langsung pergi dengan bisa bisik yang meresahkan. Saat masih dalam kebingungan, tiba tiba anak buah Danu datang. Mereka melaporkan bahwa Bavendra dan Aeera kecelakaan. Namun, di tempat kejadian, Aeera tidak di temukan.
__ADS_1
Mereka juga melapor, bahwa Bavendra sudah di bawa ke rumah sakit terdekat. Semuanya sedikit lega karna Bavendra sudah di bawa ke rumah sakit. Namun, mereka tak bisa menyembunyikan wajah gelisah mereka karna Aeera menghilang. Danu dan Putra bergegas ke kantor polisi untuk melapor. Sedangkan Zelda, Ajeng dan Athifah pergi ke rumah sakit.
Bersambung...