Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 19


__ADS_3

Di Mansion Putra


Akhirnya, setelah kurang lebih tiga puluh menit berpacu di jalan raya, Danu, Zelda, Aeera dan Athifah pun kini telah sampai di mansion Putra. Mereka semua langsung saja di persilahkan masuk oleh satpam yang sedang bertugas. Setelah itu, mereka pun diarahkan ke ruang makan. Sesampainya di sana, mereka langsung di sambut dengan baik oleh keluarga Putra, juga di sambut oleh semua berbagai jenis makanan enak di atas meja makan.


Antara keluarga Putra dan keluarga Danu pun mulai memakan makanan yang tersaji, sambil sesekali mengobrol ringan. Dan kurang lebih tiga puluh menit mereka telah selesai dengan makanan mereka. Dua keluarga itu pun, langsung menuju ruang keluarga. Dan duduk di sofa. Mereka pun berbincang bincang. Setelah itu, Putra pun mulai menampilkan wajah seriusnya, pertanda sudah saatnya inti dari permasalahan akan di jabarkan sekarang.


Tanpa ragu dan bimbang, Putra langsung menyampaikan, "saya akan menyampaikan, bahwa Bavendra, akan dinikahkan dengan Aeera minggu depan. Ini demi kenyamanan kita semua" ujar Putra dengan suara tegas nya. Tampaknya, Danu dan Zelda pun bingung plus heran dengan apa yang dikatakan oleh Putra. Mereka pun saling berpandangan, lalu Zelda pun menggangkat bahunya, tanda tak tahu. Athifah juga sama sama terkejutnya, bahkan mulutnya sampai terbuka lebar.


"Ah.. sayang, kau itu kalau ngomong yang bener. Begini Zel, Dan. Putri cantik kalian ini harus segera di nikahkan dengan Bavendra. Karna takut kebablasan nantinya " ujar Ajeng menerangkan.


"Lah emang kebablasan gimana Jeng? " Tanya Zelda dengan raut wajah yang semakin kebingungan. Ajeng menghela nafasnya, lalu mulai bercerita tentang kejadian saat siang hari dengan menggebu gebu. Zelda yang mendengarnya pun langsung membuka mulutnya lebar lebar, sedangkan Danu hanya terdiam dengan tatapan tajamnya. Athifah yang terlihat sangat emosi, ia sampai meremas kuat kuat kedua lututnya. Sementara Aeera dan Bavendra hanya cengar cengir, sambil sesekali terkekeh.


"Zel, kalau aku terlambat dateng, mungkin bibir putrimu itu sudah tidak perawan lagi" ujar Ajeng berapi api menutup cerita dongengnya.

__ADS_1


"Ya ampyun Bavendra, mama tau kamu mencintai Aeera, tapi ya gak gitu juga, kamu itu harus menahan nafsu seperti itu sama Aeera sebelum kalian menikah! " Cecar Zelda seraya berkacak pinggang. Bavendra yang di omeli oleh Zelda pun, hanya bisa menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.


"Yaudah tidak apa, yang penting belum kejadian dan sebentar lagi kalian akan menikah. Tahan dulu sampai seminggu, jangan sampe mencoreng nama baik dari perusahaan PuJen.group dan DaZ.group! Apa kata kolega bisnis kita dan orang orang dunia maya nanti" terang Danu sambil menatap Bavendra dan Aeera bergantian. PuJen.group (Putra dan Ajeng) adalah nama dari perusahaan Putra. Dan DaZ.group (Danu dan Zelda) adalah nama dari perusahaan Danu. Memang gemas sekali persahabatan mereka ini.


Para orang tua pun berbincang dan mengobrol dengan riang. Bavendra, Aeera dan Athifah paling hanya menimbrung sesekali. Dan selebihnya, jadi minyak eh nyimak. Dan setelah jam telah menunjukkan pukul sembilan malam, keluarga Danu pun berpamitan. Mereka lantas segera pergi dari kediaman Putra, karna hari sudah mulai larut. Saat di perjalanan, tidak ada yang berbicara dan mengeluarkan suara. Hanya ada suara deru nafas yang terdengar. Juga bunyi mesin mobil yang memecah keheningan di malam itu. Dan setelah memasuki pertengahan jalan untuk sampai ke kediaman Danu, Danu sendiri membuka pembicaraan.


"Aeera.. " itulah kata pertama yang muncul saat Danu membuka mulutnya. Sontak, semua mata memandang menuju raut wajah Danu yang sedikit menakutkan dengan wajah keriput dan tegasnya.


"I-iya pak? " Jawab Aeera dengan gugup, ia melihat bahwa papanya itu melihat dirinya lewat cermin di dalam mobil.


Athifah terhenyak, lalu membayangkan bagaimana jika Danu mengetahui kalau dirinya sudah tak bisa menjaga kehormatan dengan baik? Bagaimana jika Danu mengerti semua kelakuan buruk Athifah? Dan apakah Danu bisa memaafkannya? Tidak tahu saja sikapnya sudah begini. Apalagi, kalau sudah mengetahuinya, bisa mampus si Athifah.


"Maaf pa, Aeera tak akan mengulanginya lagi! " ujar Aeera bersungguh sungguh. Sedangkan Athifah, ia hanya bisa menundukkan kepalanya, dan berusaha untuk tidak menangis. Ia takut papanya akan semakin membenci dirinya.

__ADS_1


"Bagus. Sekarang, kau nikmati saja hari gadismu selama satu minggu ini" ujar Danu sambil terus menghadap ke depan, berkonsentrasi dan berusaha melihat dengan jelas ke arah depan. Cahaya lampu jalan yang remang remang dan tak terlalu terang, membuat penglihatan Danu agak buram sedikit. Dan saat ia melihat ke arah cermin lagi, untuk melihat Athifah sekilas, lalu melihat ke arah depan lagi. Tapi, begitu terkejutnya Danu, saat melihat seorang lelaki menggunakan baju hitam dan putih sedang menyeberang. Hingga membuat mobil yang dikenakan Danu, hampir saja menabrak pria tersebut. Langsung saja, Danu menginjak rem mendadak.


Citttt...


Karna Danu yang mengerem secara mendadak, membuat Zelda yang tak menggunakan sabuk pengaman hampir saja terpental. Tapi untungnya, hanya terjedod kaca depan mobil. Danu pun sama. Hanya saja, ia menggunakan sabuk pengaman. Sedangkan Aeera dan Athifah, mereka yang sedang melihat ke arah jendela, tentu saja langsung menabrak jendela mobil tersebut. Hingga membuat mereka meringis kesakitan sambil mengusap kening masing masing.


"Pa? Kenapa mengerem mendadak sih?! Kan jadi kejeblok! " omel Zelda sambil memukul keras ke arah lengan suaminya itu. Sedangkan Aeera dan Athifah, masih saja meringis kesakitan.


"Papa hampir saja menabrak seseorang! " pekik Danu, lalu segera keluar dari mobil, dan menghampiri seorang pria yang sedang meringkuk, umurnya sepertinya sepantara dengan Aeera dan Athifah. Namun, untuk wajahnya, hampir mirip seperti...


"Nak, kamu tidak papa? " Tanya Danu sambil memegang bahu milik pria tersebut. Sontak, si pria yang tadi shok plus takut pun, langsung menatap Danu. Mereka pun saling menatap satu sama lain.


"Ayah.. Dewa.. " ucap pria tersebut berbarengan dengan Danu.

__ADS_1


"Ayah? Dewa? Kalian saling kenal? " Tanya Zelda sembari meneliti tubuh dan keperawakan pria tersebut. Dilihat lihat wajah tampannya, sangat mirip sekali dengan Danu saat masih muda dulu.


Bersambung...


__ADS_2