Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 31


__ADS_3

"Sampai kapan aku di sini? Aku ingin pulang.. B-Bavendra.. pasti menungguku! Ya tuhan, semoga aku dapat menemukan jalan keluar dari permasalahan ini" keluh Aeera memandang ke arah kaca jendela.


Terlihat di sana hanya pepohonan rindang yang sangat amat banyak sekali. Ya iya, kan hutan. Hutan ini sangat di kenal oleh banyak orang indonesia. Mereka sangat mengenal hutan ini karna ke angkeran juga tingkat bahaya yang tinggi.


Mengapa hutan ini berbahaya? Karna, lebih dari seribu spesies hewan mematikan hidup di sini. Seperti misalnya singa, ular, dan berbagai hewan mematikan lainnya. Namun, informasi yang di dapatkan Aeera sangat berbeda di sini.


Di sini, bahkan seperti hutan yang tidak terlalu bahaya. Bahkan hewan hewan yang keberadaannya di kutip dari laman internet, tidak ada sama sekali. Atau mungkin, di sini memang tidak terlalu se bahaya itu? Atau memang hewan hewan itu ada di bagian lain, seperti di bagian utara, selatan, barat dan timur?


Lalu, kalau memang hutan ini tak se bahaya yang telah di ceritakan para masyarakat juga laman berita, apa gunanya tanda bahaya terpasang di area depan, yaitu tempat masuk hutan ini. Juga apa yang membuat hutan ini begitu di takuti sedangkan yang di takuti mungkin memang tidak benar adanya?


Memikirkan hal itu, Aeera jadi pusing sendiri. Sejak kapan ia menjadi orang yang suka mencari tahu? Seperti detektif saja.


Aeera pun dengan lesu, mulai mengambil sarapan paginya dan memakannya. Tentang hutan dan rumah, ia tak pikirkan dulu saat ini. Mungkin, yang terbaik hanyalah berdiam dan menunggu sampai ia di pulangkan kembali.


Saat selesai makan, Aeera berjalan keluar. Ia lantas ke ruang bawah, yang berisi beberapa sofa juga sebuah meja. Terlihat Jennie sedang membersihkan ruangan dengan kemoceng berwarna warni.


Aeera mendekati Jennie, lalu menyapanya ramah. Jennie membalas dengan senyuman manis. Aeera dengan sedikit malu bertanya, piring ini di mana menyimpannya? Lalu Jennie pun menerima piring tersebut dan memohon agar Aeera segera memasuki kamar.


Namun, Aeera tak mau. Ia izin untuk berjalan jalan mengitari rumah. Jennie mengijinkan, tapi ia juga akan ikut. Aeera mengangguk saja.


Jennie segera menyimpan piring dan gelas kotor, lalu kembali ke Aeera. Mereka pun keluar dari rumah, untuk berkeliling di sekitar rumah saja. Kecemasan Aeera sedikit berkurang, karna merasakan hawa baik juga menyegarkan dari luar rumah. Ia juga bertanya tentang beberapa hal ke Jennie. Dan Jennie menjawabnya setahu yang ia tahu.


...**********...


Perusahaan Zayn.corp

__ADS_1


Asfar berjalan mengitari ruang kerjanya. Ia sedang memikirkan perihal nasib Aeera di dalam markas Jonathan. Walau Asfar tahu kalau Aeera tak akan di sakiti, namun ia juga memikirkan kondisi mentalnya juga.


Bagimana kalau Aeera di sana bosan, atau bahkan ingin bunuh diri sendiri? Bisa berabe kalau begitu. Asfar memikirkan bagaimana jalan yang tepat untuk permasalahan ini.


Pencarian polisi sudah hampir sampai ke hutan. Asfar menjadi panik jika mengingatnya. Tak mungkin ia akan membawa Aeera keluar dari hutan dan memindahnya.


Bisa ketahuan dan tertangkap basah polisi. Atau, yang lebih parah, Aeera menjadi membenci Asfar. Asfar tak ingin membuat itu terjadi. Aeera harus menikah dengannya!


Asal kalian tau, Asfar sudah memendam perasaannya bertahun tahun dengan Aeera, sedari masa remaja. Mana mau Asfar melepas Aeera. Walau Asfar tau Aeera menyayanginya sebagai kakak, ia akan berusaha mengubah rasa sayang itu menjadi rasa cinta terhadap lawan jenis.


Tok tok tok!


Bunyi suara ketukan pintu ruangannya, membuat Asfar tersadar akan lamunan dan pikirannya. Ia pun berdehem kecil lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.


"Masuk! " perintah Asfar dengan nada dingin dan tajam.


"Permisi tuan Asfar. Saya sudah mencari dan menemukan sekertaris baru untuk anda. Mengingat seminggu yang lalu sekertaris lama anda meninggal dunia karna kecelakaan. Kapan sekertaris pilihan saya akan saya perkenalkan? " terang Dimas menunduk.


Asfar di perusahaannya, di kenal dengan presdir plus CEO yang tidak ramah sama sekali. Selain karna Asfar dingin, seram, dan sadis, ia juga di kenal dengan satu satunya pewaris perusahaan Zayn.corp yang bermulut pedas.


Setiap harinya, ia akan selalu memberi kata kata pedas dan sindiran sindiran secara langsung terhadap karyawan yang melakukan kesalahan kecil sekalipun. Tak segan segan Asfar akan menghukum karyawan itu.


Seperti lembur yang paling sering. Namun, ada beberapa kasus seperti karyawan yang di suruh push up, lari keliling perusahaan, dan olahraga lainnya. Katanya, biar sehat.


"Besok! Jam delapan pagi, tidak boleh telat!" Ucap Asfar tegas.

__ADS_1


"Baik, saya permisi tuan" ujar Dimas, yang hanya di angguki oleh Asfar.


-----***-----


Ada yang kangen dengan Dewa?


Ya, di sinilah si Dewa berada. Tampak berada di kursi panjang di dekat danau. Sudah beberapa hari ini ya, Dewa tidak muncul? Ia memang sengaja izin untuk mencari pekerjaan karna ia merasa tidak enak dengan keluarga Danu.


Sebenarnya, Danu pun tidak merasa terbebani oleh kehadiran Dewa. Ia bahkan sudah menganggap Dewa seperti anaknya sendiri :). Baik juga ya, pak Danu ini?


Selama beberapa hari ini, Dewa telah bekerja di salah satu pabrik makanan, yaitu Fushi Food. Pabrik pembuatan berbagai jenis makanan, seperti wafer juga makanan ringan. Ia sangat menyukai pekerjaan ini. Walau gaji yang akan ia dapat nanti sedikit, tak menggoyahkan semangat Dewa untuk bekerja.


Ia berharap dan berdoa, semoga nanti ia bisa mendirikan sebuah pabrik makanan. Dewa memang sangat menyukai aktivitas membuat resep jajanan. Khusus jajan, sementara resep makanan berat, ia tak terlalu tertarik.


Sama seperti ibunya yang dulu suka membuat jajanan untuk Dewa. Sang ibu, dulu mendapat uang dari hasil kerja juga pemberian ayah Dewa. Dan nominal yang ayah Dewa kirimkan, sebenarnya malah bisa di gunakan selama dua bulan lamanya.


Namun, sang ibu hanya ingin mempunyai aktivitas selama Dewa bersekolah dulu. Semantara sang ayah? Dia belum bercerai dengan ibunya. Mereka menikah secara resmi, sah. Namun, mereka tidak bisa lagi bersama dalam satu atap.


Karna, ayah Dewa menikahi perempuan lain. Dan dari pernikahan itu, mereka melahirkan dua orang putri kembar. Walau pun begitu, ibunya Dewa tak pernah melarang atau pun cemburu berlebihan.


Padahal, selama ini ayah Dewa sangat jarang menemuinya. Istri mudanya ayah Dewa pun, tidak mengetahui ayah Dewa yang ternyata masih memiliki istri.


"Hai om? Aku boleh duduk di sini? Di kursi lain sudah penuh" tanya seorang gadis yang usianya sekitar delapan belas tahun.


"Baiklah silahkan, tapi apa tadi? Om?! " pekik Dewa kaget, menatap tajam ke arah gadis yang telah duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2