
Aeera mengeliat, tatkala sinar mentari masuk melalui celah celah tirai yang menutupi jendela besar dikamar itu. Saat mata lentik itu sudah bisa beradaptasi dengan cahaya hangatnya, diliriknya sebuah wajah diatas sana.
Wajah tampan dengan mata, hidung, alis. Semua itu sangatlah mempesona. Apalagi bibir itu... ah tidak! Kenapa bibir Bavendra terlihat kissable sekali. Aeera jadi berkeinginan untuk melahapnya. Ups!
Aeera menggeleng cepat, lalu ia mulai memandang lagi wajah tampan diatas sana. Tangannya terulur, menampilkan jari telunjuk lentik yang mulai mendekati wajah itu, lebih tepatnya wajah Bavendra.
Jari telunjuk itu mulai beraksi, menekan nekan pipi, bibir, dan mencolak colek hidung mancung yang tertera disana. Aeera menggigit bibir bawahnya, lalu tiba tiba muncul suara berat yang mengagetkan gadis dua puluh dua tahun itu.
"Nakal"
"Eh! Aaa.. B-Bavendra! K-kamu dah bangun? K-kamu pura pura tidur ya!! "
Bavendra tersenyum, lalu ia mulai membuka matanya perlahan. Kedua pasang mata itu saling pandang memandang, lalu Aeera yang tak kuat imannya dipandang seperti itu oleh Bavendra pun langsung memalingkan wajah, berusaha menutupi wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus, merah merona.
"Ck, salting hahaha! "
"E-engga! Aku gak salting! B-Bavendra mah nakal! Huwaaa.. "Aeera menangis secara tiba tiba, membuat Bavendra panik.
"Ck udah dong udah. Iya iya, gak salting. Aeera tersayang gak salting kok"
"Jahat! Pembohong! "Ungkap Aeera sambil memukul mukul dada bidang Bavendra.
"Aduh.. Iya aku jahat. Tapi aku gak bohong, udah ya sayang? Cup cup cup"ucap Bavendra menenangkan sambil mengelus pipi Aeera yang basah. Aeera mengangguk.
"Cengeng banget sih ayang Aeera"
Aeera cemberut, lalu memalingkan wajah.
"Udah jangan ngambek, mandi sana"
"Hm"
Aeera bangkit dari posisi tidur yang membuatnya nyaman. Ia terduduk beberapa saat, lalu Bavendra pun ikut bangkit dan duduk di samping Aeera.
__ADS_1
"Udah sana mandi"
"Bentar ih, aku lagi ngumpulin nyawa dulu! "
Bavendra tertawa renyah, lalu mengacak rambut panjang nan lembut milik Aeera.
"Yaudah, sekarang udah kekumpul nyawanya? "
"Hm, aku mau mandi"
Bavendra mengangguk. Aeera pun beranjak dari ranjang besar nan empuk milik Bavendra dikamar itu. Lalu berjalan menghampiri koper yang berisi baju bajunya.
Diambil nya sebuah dress pendek selutut berwarna unggu dengan lengan pendek yang dihiasi oleh beberapa manik berlian kecil yang membuat dress itu tampak sederhana.
Tak lupa ia juga mengambil pakaian dalamnya. Barulah akhirnya ia memasuki kamar mandi.
Sekitar 20 menit Aeera berada disana, ia keluar dengan dress yang tadi dipilihnya. Dress itu tampak pas sekali ditubuh rampingnya, memberikan kesan sederhana namun nampak elegan dan enak untuk dipandang. Apalagi, dipadukan dengan wajah cantik Aeera yang sangat memikat hati.
Begitulah yang dirasakan Bavendra sekarang. Ia tampak memandang Aeera sampai tak berkedip, bahkan saat Aeera berjalan keluar dan menghampiri Bavendra, Bavendra tetap berada di posisi awalnya.
Aeera mengernyit, lalu tersenyum menyeringai. Sepertinya Aeera mendapat ide cemerlang. Ia datang menghampiri Bavendra yang masih seperti orang kesurupan.
"Sayang.. "panggil Aeera lembut dan tedengar sangat merdu ditelinga Bavendra. Bavendra tak menggubris, ia masih mengikuti gerak gerik Aeera menggunakan ekor matanya.
"Sayang? "Tanya Aeera lagi seraya menepuk bahu Bavendra pelan.
"Eh? S-sayang udah ma-mandinya? "Tanya Bavendra gugup lalu memalingkan wajah, berusaha menutupi wajahnya yang bersemu merah.
"Sayang.. "lagi, Aeera benar benar jahil saat ini. Ia mengambil dagu Bavendra agar menghadap kearahnya.
"Mandi sayang.. "tidak! Aeera sudah keterlaluan, ia membelai tengkuk Bavendra dengan mesra dan itu berhasil membuat tubuh Bavendra merinding, ia sudah tak karuan saat ini.
Ahhh.. ****!! Gue gak kuat. Batin Bavendra.
__ADS_1
"Kamu mau mandi gak? Mau kumandiin? "
Glekk..
Bavendra menelan ludahnya, saat Aeera menawarkan tawaran gilanya. Aeera membelai pipi Bavendra, menciptakan desiran aneh yang membuat Bavendra tak nyaman dan ahh.. sangat susah untuk dijelaskan.
"Akhh!! "Teriak Aeera reflek saat Bavendra menarik tangannya, membuat tubuh ramping itu terjatuh diatas kasur empuk Bavendra dengan posisi terlentang.
Belum usai keterjutannya, ia harus membelakkan matanya saat melihat Bavendra berada diatas tubuh Aeera, tapi tak menindihnya. Hanya mengungkung, Bavendra bertumpu pada siku sampai tangan dan juga lutut sampai kakinya.
Bavendra mendekat, semakin dekat, dapat Aeera rasakan hembusan nafas hangat Bavendra yang menerpa wajah mulusnya.
"B-Bavendra.. kamu m-mau apa? J-jangan mendekat! "Lirih Aeera.
Bavendra mendekat ke telinga kiri Aeera, lalu menggigitnya pelan. Aeera tak tahu perasaan apa ini, rasanya ada desiran aneh yang membuatnya resah. Bavendra melepas gigitannya, lalu meniup dan menempelkan bibirnya ke telinga Aeera. Dihirupnya wangi tubuh khas Aeera kuat kuat.
"Emhh.. B-Bavendra m-minggir! "
"Jangan menggoda ku sayang, aku bisa membuatmu tak bisa berjalan "bisik Bavendra tepat ditelinga Aeera, dengan kondisi mata yang tertutup.
"A-aku gak bakal g-gitu lagi, t-tolong minggir dan menjauh.. "mohon Aeera.
Bavendra tersenyum, lalu menjauhkan wajahnya. Dilihatnya Aeera dengan wajah merah merona dan nafasnya yang terengah engah, yang malah terlihat sexy dimata Bavendra.
Bavendra menjauh, lalu menuju walk in closet nya dan masuk ke kamar mandi. Ia mulai melakukan aktivitas paginya disana. Sementara Aeera, ia duduk lalu memegangi dadanya, merasakan jantungnya yang berdegup kencang.
Sudah hampir 20 menit Aeera duduk sambil menetralkan detak jantungnya. Saat sudah membaik, Aeera segera turun, pergi menuju ke meja makan. Saat sampai, dilihatnya semua orang sudah duduk dengan tenang.
"Pagi.. maaf ya baru gabung. Bavendra lagi mandi diatas"sapa Aeera saat ia sudah duduk diatas kursi yang kosong. Disebelah kursinya, ia melihat sebuah kursi kosong. Mungkin untuk Bavendra.
"Iya gapapa nak. Sekarang, kamu makan duluan aja. Gausah nungguin Bavendra. Dia mah lemot"gurau Ajeng sambil terkekeh.
Semua orang pun tertawa renyah, lalu mulai men
__ADS_1
"Ekhem!! "Deheman seseorang yang langsung duduk di kursi kosong disamping kanan Aeera membuat semua orang yang tengah duduk menikmati makanan sambil bergurau pun kaget dan reflek memperhatikan Bavendra.
Bersambung...