Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 25


__ADS_3

Puas seharian berada di dalam mal, Aeera kini sedang berbaring di atas kasur, di kamarnya. Tubuhnya sangat lelah. Ia butuh istirahat sampai beberapa waktu. Di saat sedang asik bergulang guling melepas rasa lelah, tiba tiba pintu kamar Aeera di ketuk. Aeera mendengus kesal. Ia sangat sangat kesal dan marah, mengapa saat beristirahat seperti ini, ada saja yang mengganggu. Dengan langkah gontai, Aeera berjalan membuka pintu.


Ceklek..


Saat belum terbuka sepenuhnya, Aeera mendumel, "Ada apa? Aku lagi mau istira-" ucapan Aeera terpotong dengan membelalaknya mata Aeera.


"Hat.. " lanjut Aeera lirih sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


Ia bingung sekali, mengapa tidak ada orang di depan pintu. Tiba tiba, sekelebat bayangan adegan film horor pun masuk di dalam benaknya, di mana pemeran utama mendapati kamarnya di ketuk, dan saat di buka tidak ada orang yang melakukannya. Namun, saat pemeran utama itu mau menutup pintu, tiba tiba ada hantu penuh darah muncul di hadapan pemeran utama itu. Dengan gemetaran, Aeera keluar dari kamar perlahan lahan.


Ia juga penasaran mengapa rumahnya kali ini terasa sangat sepi? Seharusnya, jam jam seperti ini pembantu sedang bersih bersih dan Danu juga Zelda sedang menonton televisi. Dengan perasaan dag dig dug serr, Aeera membalikkan badannya. Huft.. untunglah, tidak ada apa apa di depan sana. Dengan perlahan Aeera memasuki kamarnya, dan menutup pintu secara perlahan dengan mata yang tertutup. Suasana sangatlah sepi, bahkan Aeera mampu mendengar deruan nafasnya sendiri.


Brak!


Aeera membanting pintu dengan cepat dan langsung menguncinya. Ia merasa kalau ia seperti masuk ke dalam film horor. Aeera sangat takut. Walau ia pecinta novel horor, apalagi tentang hantu yang bergentayangan, namun tetap saja ia tidak mampu melihat hantu, setan dan jurig di hadapannya langsung. Akhirnya dengan perasaan yang berkecamuk, Aeera melompat ke atas kasur dan membungkus badannya dengan selimut. Aeera bahkan agak sulit bernafas karna selimut yang ia gunakan sangatlah tebal. Namun, ia terlalu takut kalau kalau adegan selanjutnya adalah hantu itu menarik selimutnya sampai terlepas, dan memakannya!


'Tunggu! Apakah hantu bisa memakan manusia? '


'Kayaknya bisa, aku pernah denger dari Asfar kalo ada hantu yang sukak makan bayi di kampungnya dulu, dan gak menutup kemungkinan aku yang udah gede bisa di makan juga'

__ADS_1


'Eh tapi hantu doyan ga si sama dagingku? '


'Mungkin aja mau, kan aku cantik'


Berbagai argumen dan pemikiran masuk ke dalam benak Aeera. Ia terus memikirkan beberapa kemungkinan tentang keadaannya sekarang. Namun, perlahan tapi pasti Aeera menutup matanya. Ia tak kuat menahan kantuk karna seharian ini ia berada di dalam mal. Bahkan beberapa belanjaan Aeera di dalam tote bag tak ia bereskan. Hanya di biarkan tergeletak di atas lantai. Aeera pun menyelami mimpi di alam bawah sadarnya.


Sementara itu..


"Lah? Nona Aeera malah di tutup pintunya. Gimana saya bisa membersihkan kamarnya?" Gumam salah satu pembantu di rumah itu sambil menggendong kucing berwarna putih. Ia yang tadi mengetuk pintu, namun saat melihat ada kucing yang berusaha masuk lewat jendela, ia langsung mendekatinya. Pembantu itu takut kucingnya akan terjatuh, karna bagaimanapun saat ini kucing itu berada di jendela di lantai dua. Entah bagaimana caranya bisa sampai ke sana.


...**********...


Aeera berjalan memasuki kamar mandi sambil menguap beberapa kali. Setelah beberapa jam ia tertidur, Aeera baru bangun di jam enam lebih. Artinya, masih tersisa satu jam lagi waktu sampai ke hotel. Aeera lalu langsung bergegas mandi. Ia sudah di beri tahu kalau pakaian yang akan di gunakannya malam ini sudah ada di depan pintu kamar. Setelah beberapa menit ia mandi, Aeera mengambil tote bag di depan pintu kamarnya dan bergegas mengenakannya.


Sebuah gaun berwarna hitam dengan lengan sepanjang siku. Di bagian perut terdapat pita hitam berukuran sedikit besar. Di bagian bawahnya di lapisi oleh kain hitam transparan. Gaun panjang menyentuh lantai yang indah dan memuaskan hati sesiapa pun yang melihatnya. Khusus untuk yang menyukai warna gelap maksudnya. Aeera memoles wajahnya dengan make up tipis tipis, dan lipstik hitam di bibirnya. Rambutnya ia gelung, hingga membuat leher jenjang yang putih mulus terpampang nyata. Benar benar gaya seorang Aeera.


Setelah beberapa waktu menghabiskan waktu di depan cermin, akhirnya Aeera pun keluar dari kamarnya. Ia sangatlah cantik, benar benar cantik. Dengan anggun Aeera menghampiri semua orang di ruang tamu. Diantaranya ada Bavendra, Danu, Zelda, dan Athifah.


Athifah juga terlihat cantik. Dengan gaun pendek bewarna merah. Sementara Bavendra dengan celana hitam dan jas hitam pula. Zelda dan Danu, terlihat serasi dengan gaun dan jas berwarna cream. Aeera berlari ke arah Bavendra dan memeluknya dengan erat. Lalu mendongakkan kepala, saling menatap dengan senyum lebar yang mengembang.

__ADS_1


"Cantik banget ayangnya akuu" ujar Bavendra sambil mencubit cubit pipi gemoy Aeera. Aeera hanya tersenyum, lalu memeluk lengan Bavendra dengan manja.


Mereka pun akhirnya berangkat ke hotel menggunakan mobil masing masing. Danu, Zelda dan Athifah menggunakan mobil putih. Sementara Aeera dan Bavendra menggunakan mobil hitam.


Di dalam mobil Bavendra.


"Eh yang, cantik banget tauk kamu tuu" ujar Bavendra menggenggam erat tangan Aeera.


Aeera tersipu malu, "em.. makasi sayang. Aku mau cerita"


"Apa apa? Sini" ujar Bavendra sambil mengusap kepala Aeera lembut.


"Aku tadi pas siang ya, ada yang ketok ketok pintu kamar. Terus, pas di buka gak ada orang" jawab Aeera sambil memperlihatkan wajah takutnya.


"Iya? ish jangan jangan hantu.. " ujar Bavendra menakut nakuti.


"Apasi aih"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2