Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 7: Tidur bersama


__ADS_3

     Sebelum baca, tolong perhatiannya para readers sekalian. Tolong berikan saya dukungan dengan cara follow akun ini dan masukan buku ini kedalam daftar favorit anda. Jangan lupa untuk like disetiap episode novel saya ini dan berikan ranting anda untuk karya saya. Terima kasih! 😊


Di kediaman Putra..


Semua keluarga Aeera telah sampai di kediaman putra. Keluarga Aeera dan Bavendra sedang duduk di sofa, lebih tepatnya mereka berada di ruang tamu.


"Oh jadi begitu? Orang yang ingin memisahkan Aeera dan Bavendra sangatlah jahat. Saat kita sudah mengetahui orang itu, kita harus memberikan pembalasan yang setimpal! "Ujar Ajeng sesaat setelah Zelda menjelaskan semua tragedi yang terjadi dua jam lalu.


"Yasudah, kalian pasti capek. Bi, tolong antar mereka untuk beristirahat"perintah Putra pada pembantu di rumahnya.


"Baik, tuan"angguk pembantu itu seraya membungkuk lalu membawa koper bersama pembantu yang lain.


"Zelda, Danu,Aeera dan Athifah, kalian ikuti pembantu itu, mereka akan mengantarkan kalian"ucap Ajeng.


"Mari ikut saya, tuan dan nyonya"ajak pembantu sambil membawa koper.


Zelda mengangguk lalu tersenyum. Mereka pun bangkit dari sofa tempat mereka duduk. Saat akan melangkahkan kaki, tiba tiba Bavendra menghentikan langkah mereka.


"Tunggu!! Aeera tidur sama Bavendra ya mah? "Tanya Bavendra memperlihatkan wajah memelasnya.


"Gak, nanti kamu apa apa in lagi Aeera nya! " jawab Ajeng menolak.


"Gak mah, plisss"


"Tanya sama orang tua Aeera dong? "


Bavendra menghadap ke Danu dan Zelda, lalu menempelkan kedua tangannya.


"Om, tante, Aeera tidur sama saya ya? Saya gak bakal apa apa in dia kok"tanya Bavendra.


"Iya, asal kamu gak macem macem om izinkan"jawab Danu seraya tersenyum.

__ADS_1


Bavendra yang mendengar, matanya pun berbinar senang, "Oke, makasih ya om"


Bavendra pun segera mengajak Aeera untuk pergi bersama ke kamarnya. Dan gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


***


Saat sudah sampai, Aeera mengedarkan pandangannya. Kamar Bavendra hampir sama dengan kamarnya, luas dan bernuansa gelap. Apakah Bavendra juga suka gelap? Batin Aeera bertanya tanya.


"Kamu suka gelap? "Tanya Aeera akhirnya.


"Ya, kalo kamu? "


"Sama! Aku sukaa banget sama yang gelap gelap"


Bavendra menyeringai, "oh, suka yang gelap gelap, ya? "Tanyanya sambil tersenyum devil.


Aeera hanya mengangguk sebagai jawaban. Lalu Bavendra pun berjalan mendekati Aeera. Bavendra mendekatkan bibirnya ke telinga Aeera, membisikkan sesuatu disana.


Mendengar itu membuat Aeera merinding, tiba tiba jantung nya berdegup kencang, Aeera mematung ditempat.


"Yang? "Panggilan dan tepukan pelan dibahu gadis itu membuat Aeera sadar dari keterpatungannya.


"Oke, aku mau tidur"


Aeera naik ke kasur king size milik Bavendra, lalu merebahkan tubuhnya menghadap ke samping kiri. Memunggungi Bavendra. Bavendra terkekeh pelan, ia lalu membuka kaos hitam tipisnya, dan hanya tersisa celana tipis saja.


Bavendra mengunci pintu kamar, lalu mendekati tempat dimana Aeera tertidur. Lalu ia pun merebahkan dirinya menghadap tubuh Aeera yang memunggunginya.


Sesaat setelah itu, Aeera membelalak kaget saat merasakan lengan kekar yang melingkar dipinggangnya. Dan belum selesai keterkejutannya, tubuhnya sudah terseret oleh lengan kekar itu untuk merapat. Siapa lagi kalau bukan Bavendra.


"Peluk yang, dingin"ucap Bavendra seraya mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Aeera hanya mematung merasakan Bavendra yang mendekapnya dengan erat, terasa sangat hangat. Aeera mulai menikmati pelukannya ia pun menutup mata, berniat untuk tidur. Tapi, Bavendra mengacaukan segalanya. Kaki kanan pria itu mendarat tepat diatas paha Aeera yang hanya terbalut piyama panjang nan tipis.


Beginilah Aeera sekarang, bagaikan guling yang dipeluk erat saat tidur. Aeera membuang napasnya kasar.


"Ck kakinya jangan gitu si"kesal Aeera.


"Hemm gapapa"jawab Bavendra seraya mendusel duselkan kepalanya keleher jenjang milik Aeera dan semakin mengeratkan pelukan mereka, dihirupnya aroma wangi tubuh Aeera yang membuatnya nyaman.


Aeera menggigit bibir bawahnya, merasakan sebuah benda keras berotot di pahanya. Ia berdehem untuk menghilangkan rasa keterkejutannya.


"Kenapa yang? "Tanya Bavendra bingung.


"G-gapapa"


Bavendra memicingkan mata, lalu ia membalik tubuh Aeera agar menghadap padanya.


"Cantiknya aku kenapa, hm? "Tanya Bavendra setelah berhasil berhadapan dengan Aeera.


Aeera hanya menggelengkan kepalanya. Melihat itu Bavendra tersenyum, membuat Aeera terpesona dengan wajah tampan dihadapannya.


Aeera semakin mematung saat Bavendra memajukan tubuhnya dan wajahnya. Sekarang mereka hanya sisa beberapa centi saja. Dapat Aeera rasakan hembusan napas Bavendra tepat diwajahnya.


Bavendra menatap interns Aeera, membuat yang ditatap gugup. Jantung Aeera berdegup lebih kencang. Saat tangan Bavendra terangkat, Aeera pun menutup matanya.


Tiba tiba Bavendra memeluk Aeera, membuat pipi Aeera membentur dada bidang Bavendra yang tak terhalang oleh apapun.


"Tidur"


Bagai dihipnotis, satu menit Bavendra mengatakan itu Aeera sudah tidur dengan nyenyak di dekapan hangat Bavendra. Bavendra pun tersenyum simpul, lalu ia menutupi tubuhnya dan tubuh Aeera sebatas pundak gadis itu. Lalu Bavendra pun menyusul Aeera untuk menyelami dunia mimpi yang indah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2