
"Kau sangat menabjubkan sayang"puji seorang lelaki sambil memeluk seorang wanita, yaitu Athifah.
Mereka baru saja bergulat dengan panas. Athifah pun tersenyum, lalu memeluk lelaki itu dengan sangat erat.
"Tentu saja sayang\, karna aku sangat menyukai gaya panasmu itu\, Jonathan Alexander"ujar Athifah sambil mencium bibir kekasihnya yang bernama Jonathan itu\, lalu ********** dengan penuh nafsu. Mereka pun melakukan aktivitas tanam menanam kembali sampai beberapa ronde.
Ya ya ya. Kalian pikir Athifah sepolos itu? No! Athifah itu sebenarnya udah gak per*wan lagi dari pas dulu duluu banget. Pas waktu dia baru masuk kuliah. Tau gak umurnya pas waktu itu? Delapan belas, ck ck ck.. ternyata Athifah itu- ah sudahlah.
---πππ---
Sementara itu, di pantai Aeera dan Bavendra tengah duduk disalah satu bangku yang tersedia disana. Mereka sedang mengisi perut karna saat ini jadwal untuk makan siang. Mengingat perjalanan Aeera juga Bavendra yang cukup jauh, sehingga mereka sampai di pantai pun matahari sudah merangkak naik sampai tinggi.
"Hem.. kelapa muda nya enak, yang. Mau gak? "Tawar Aeera pada Bavendra yang tengah meminum teh manis nya.
"Mau"jawab Bavendra sambil menaruh teh manisnya keatas meja.
"Nih"ujar Aeera lalu menyodorkan gelas yang berisi air kelapa muda.
Bavendra melahap sedotan yang tenggelam setengah di dalam gelas. Ia lalu menyedotnya banyak sekali. Sampai air kelapa muda itu tinggal sedikit, Bavendra langsung melepasnya.
"Ihh.. sayangku cintamu padamu Bavendra.. kok tinggal sedikit sih? Aku kan masih mau minum?! "Protes Aeera sambil meletakkan kembali gelasnya yang berisi air kelapa muda yang tinggal sedikit itu keatas meja dengan kasar.
Dugg!!Β
Begitulah suaranya kira kira. Suara yang tentu saja mengagetkan para penjual makanan serta minuman yang tengah asik bekerja.
"Eh.. Aeeraku kok ngambek? Maafin Bavendramu ini ya? Beli lagi deh, hm? " bujuk Bavendra sambil mengacak rambut Aeera dengan gemas. Membuat Aeera mendengus kesal.
"Gamau ah, aku mau main air di pantai"jawab Aeera sambil bangkit, berdiri dari duduknya.
"Panas loh, yang. Nanti kulitmu hitam gimana? Terus akunya gak sayang dan cinta lagi gimana? Hm? "Goda Bavendra sambil menaik turunkan alisnya yang tebal seperti ulat bulu, hiii.
"Jadi, kalau aku udah jadi jelek, kamu mau pergi, Gitu?"tanya Aeera balik sambil berkacak pinggang dan menatap tajam kearah Bavendra.
"Eng-enggaa. Cuma bercanda kok sayangg.. udah ya? Jangan ngambek. Yang ngambek digigit kambing ompong, lho! "Ujar Bavendra menakut nakuti Aeera dengan tangan yang dibuat seperti sedang mengigit gigit.
"Ihhh Bavendra mah gitu. Udah ah mau pulang ajaa!! "Kesal Aeera lalu pergi meninggalkan Bavendra.
"Eh! Eh sayang tunggu! "Pekik Bavendra yang melihat Aeera sudah mulai menjauh.
__ADS_1
Bavendra yang panik pun langsung berlari kearah seorang mamang penjual makanan dan minuman yang tadi dipesannya. Lalu menanyakan harganya. Setelah itu, Bavendra memberikan uang yang perlu kembalian kepada sang penjual.
"Sisanya simpan aja, makasih mang"ujar Bavendra lalu berlari cepat kearah Aeera.
"Sayang.. jangan marah dong, ya? Yuk main ke pantai"bujuk Bavendra sambil berjalan mundur didepan Aeera.
"Gamau! "Tolak Aeera.
"Ayolah.. Nanti aku gak nakal lagi kok"
"Yaudah tapi ada syaratnya! "Ujar Aeera sambil tersenyum penuh misteri.
'Duh apa ini'batin Bavendra berkecamuk.
"Apa? "Tanya Bavendra was was.
"Kamu nyanyi dulu dari sini sampai ke pantai"
"Apaa?! "Pekik Bavendra kaget. Karna, seumur umur dirinya tak pernah bernyanyi. Dulu pernah sih pas praktek nyanyi di SMA, tapi gimana yaa.. suaranya jelek dan sumbang banget. Murid satu kelas bahkan sama gurunya juga ikut ketawa. Gimana gak malu tuh.
"Ck. Jangan nyanyi lah, aku gak bisaa.. beli jajan aja gitu"bujuk Bavendra dengan wajah yang sudah sangat frustasi.
"Gak! Kalo ga mau yaudah aku ngambek" ancam Aeera sambil memalingkan wajah dan bersidekap dada.
"Beneran? "Tanya Aeera memastikan.
"Hm"
"Horeee.. hahaha. Yaudah yuk jalan sambil nyanyi kamunya"ajak Aeera sambil menarik tangan Bavendra.
Kini, Bavendra tengah bernyanyi sambil berjalan beriringan bersama Aeera. Dan, sudah diduga. Selama diperjalanan wajah Aeera selalu saja seperti menahan tawa. Membuat Bavendra menghentikan nyanyian fals nya.
"Tuh kann, diketawain! Udah ah"ucap Bavendra kecewa sambil duduk di batu yang cukup dekat dengan pantai. Dan tawa Aeera pun tak bisa dibendung lagi. Ia pun tertawa sangat keras sampai mengeluarkan air mata.
"Iya iya maaf? Yaudah tebak tebakan aja yuk" ajak Aeera sambil mengelap air mata yang keluar saat tadi dirinya tertawa. Sungguh sangat membagongkan emang mereka ini.
"Apa? "
Aeera pun segera menghampiri Bavendra yang sedang duduk. Lalu ia pun duduk disebelah Bavendra.
__ADS_1
"Tebak yaa! Kenapa Bavendra jadi cowokk? "
Bavendra mengernyit, merasa Aeera sedang mempermainkannya. Bagaimana bisa ia tahu alasan ia menjadi sesorang pria. Sedangkan yang menentukan bukanlah Bavendra sendiri, melainkan author yang menentukannya.
"Gak tau. Apaan emang? "Tanya Bavendra sambil menatap Aeera dengan intens.
"Karenaa.. "ucap Aeera menggantungkan ucapannya, membuat Bavendra kesal.
Aeera tertawa melihat wajah tertekan Bavendra. "Iya iya. Bavendra tuh jadi cowokk, biar jadi jodoh Aeera"ujar Aeera sambil meraih tengkuk Bavendra dan mengelusnya perlahan.
Bavendra yang diperlakukan selembut ini oleh Aeera pun tersenyum senang. Senang karna jawaban gombalan dari Aeera juga.
"Pinter gombal kamu ya? "Tanya Bavendra sambil mencubit hidung Aeera dengan gemas. Mereka pun akhirnya tertawa bersama sama.
"Yaudah sekarang, apa sebabnya sampe kamu jadi cewek? "Tanya Bavendra sambil tersenyum manis semanis gula biang.
"Biar jadi jodoh Bavendra? "Tebak Aeera mantap.
"Salah"
"Hah? Teruss?? "Tanya Aeera penasaran.
"Biar jadi ibu dari anak anak kita nanti"jawab Bavendra membuat wajah Aeera bersemu merah, lalu memukul gemas lengan Bavendra. Mereka pun tertawa bersama.
---πΎπΎπΎπΎπΎ---
Dikediaman Putra.
Athifah terlihat sedang memasuki kamarnya. Lalu menutup nya secara perlahan, ia lalu berjalan dan berdiri tepat didepan cermin besar. Setelah diam cukup lama, Athifah membuka bajunya. Dilihatnya tanda tanda merah yang tersebar diseluruh badannya, kecuali leher, tangan dan kaki.
Nathan alias Jonathan lah yang melakukannya. Athifah memang sengaja memberi tahukan pada kekasihnya itu agar saat membuat tanda kemerahan jangan pernah diarea yang bisa terlihat. Agar tidak ada yang curiga.
Athifah tersenyum senyum sendiri melihat badannya yang belum mandi usai dijamah oleh Nathan. Walaupun dirinya mencintai Bavendra, tapi Athifah juga sebenarnya punya rasa pada kekasihnya, Jonathan Alexander. Ia sangat menyukai bagaimana perilaku Nathan padanya. Apalagi saat berada diatas ranjang, benar benar sangat memuaskan.
Mereka baru memiliki hubungan selama tiga bulan lamanya. Athifah lalu segera mandi dan memakai pakaiannya. Lalu segera turun kebawah, ia ingin makan siang. Karna, tadi saat Nathan akan mengajaknya makan siang, Athifah menolak dengan alasan agar ia bisa makan dirumah kediaman Putra.
Athifah merasa ia harus bisa dekat dengan keluarga terkaya nomor satu di dunia itu agar saat menjadi istri Bavendra nanti, ia sudah akrab. Dan untuk Nathan, ia akan menjadi kekasih gelap Athifah. Wah sungguh, Athifah keren sekali.
Athifah saat ini tengah makan siang bersama dengan kedua kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Bavendra. Sedangkan Bavendra dan Aeera sendiri tidak terlihat.
__ADS_1
'Belum pulang? Cih.. lihat saja nanti setelah aku merebut Bavendra, tak akan kubiarkan Aeera hidup'batin Athifah percaya diri.
Bersambung...