Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku

Kembaranku Perusak Rumah Tanggaku
Bab 14


__ADS_3

Aeera sangat bahagia, melihat cincin cincin indah yang berada di kotak perhiasan besar itu. Ia menoleh, tampak melihat Bavendra yang hanya diam saja. Aeera mendengus kesal, lalu segera memanggil Bavendra untuk memilih cincin bersamanya.


"Apa? "Tanya Bavendra setelah berada di samping Aeera.


"Ayo pilihin cincin yang bagus, buat pertunangan kita, cepet! "Ajak Aeera. Lebih tepatnya, memaksa.


Bavendra hanya menurut, ia pun mulai melihat lihat berbagai cincin dengan keindahannya masing masing. Beberapa saat melihat lihat, pandangan mata Bavendra nyangkut di salah satu cincin yang tempatnya berada di pojok kotak perhiasan.


"Yang ini aja, sayang " tunjuk Bavendra pada cincin yang di bagian tengahnya terdapat sebuah berlian. Aeera menoleh, melihat pilihan calon tunangan sekaligus calon suaminya.


"Huwaa.. kamu pinter banget pilihnya sayang. Ini bagus, maa aku pilih yang ini ya!" Tunjuk Aeera pada cincin yang di pilih Bavendra pada mama Zelda dan mama Ajeng.


'Huh, sok akrab banget' batin Athifah sambil melirik Aeera dengan tajam.


"Bagus banget! Mas Tejo, tolong yang ini ya" ujar Ajeng pada mas Tejo-penjual perhiasan yang memang bekerja pribadi di keluarga Putra. Karna setiap sebulan sekali pasti keluarga Puta akan selalu memesan perhiasan dengan jumlah banyak plus mahal tentunya. Dan itu semua hanya untuk mengoleksi, ataupun untuk acara acara tertentu.


"Baik nyonya" jawab Tejo lalu segera mengambil kotak kecil berwarna merah.


Ia membukanya, terlihat ada tempat untuk menaruh cincin tersebut. Tejo mengambil cincin yang tadi dipilih yang memang untuk Aeera, lalu mengambil pasangannya yang tampak terlihat polos, tentu saja untuk Bavendra. Setelah kedua cincin sudah dimasukkan, Tejo segera menutup kotak kecil berwarna merah tersebut lalu memberikannya pada Ajeng.

__ADS_1


"Nyonya, silahkan cincinnya " Ujar Tejo sambil menyerahkan kotak kecil berwarna merah itu kepada Ajeng.


"Terimakasih, sebentar saya transfer dulu " Ucap Ajeng sambil menerima kotak dan menaruhnya di atas meja. Setelah itu, Ajeng mengambil ponsel Bavendra dan mentransfer uang pada Tejo.


"Ini, sudah ya Jo. Terimakasih banyak! " Ucap Ajeng sambil menyodorkan bukti transferan di ponsel Bavendra pada Tejo.


"Baik, terimakasih nyonya" ujar Tejo lalu menjabat tangan semua orang.


"Saya pamit, nyonya dan tuan sekalian" pamit Tejo pada semua orang.


"Baiklah, Putra kau antar dia sampai ke pintu! " Perintah Ajeng pada suaminya. Sedangkan Putra sendiri hanya menghela nafas, menghadapi istrinya yang suka seenaknya memerintah. Lalu ia dan Tejo pun segera menuju pintu utama.


"Hm, oke ma" jawab Bavendra sambil menerima ponsel dan kotak dari Ajeng dan menyimpannya di atas meja.


Tak berselang lama, Putra datang. Mereka pun bercengkrama dan mengobrol ringan. Kecuali Athifah yang hanya menatap orang orang di depannya dengan jengah. Waktu pun bergerak dengan cepat, kini jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.


Seorang pelayan datang memberitahu bahwa makanan untuk makan malam sudah siap. Mereka pun segera berjalan menghampiri ruang makan, sementara Bavendra akan menyimpan terlebih dahulu ponsel dan juga kotak cincin yang telah dibelinya.


*

__ADS_1


*


*


Setelah mereka sudah berkumpul di meja makan, mereka pun mengambil makanan yang mereka inginkan masing masing. Walaupun mereka orang yang terbilang sultan, mereka masih sangat menyayangi makanan makanan khas Indonesia.


Contoh nya seperti sekarang ini, ada nasi, rendang, sayur sop, ikan bakar, ikan asin, dan makanan khas Indonesia yang lainnya. Tak lupa ada gorengan, tanpa gorengan ataupun kerupuk, makan makanan jadi tidak afdol.


Bavendra, memilih untuk memakan nasi dengan lauk ikan bakar dan juga gorengannya. Sementara Aeera, memilih makanan malamnya dengan nasi plus rendang, juga gorengan. Dan untuk yang lainnya, bisa ditanyakan langsung kepada yang lainnya.


Makan malam pun dilaksanakan dengan khidmat. Sesekali mereka akan mengobrol ringan disertai candaan dan tawa yang melengkapi kehangatan dua keluarga yang akan segera di gabungkan itu. Sebenarnya, jauh di lubuk Athifah yang paling terdalam, ia nyaman dengan kehangatan yang seperti ini.


Tapi, dendam di hatinya mengalahkan segalanya. Ia masih saja terus berfikiran untuk menghancurkan hubungan Aeera dan Bavendra tanpa harus menghancurkan hubungan kedua keluarga. Agar nanti Athifah dapat diterima baik di keluarga Putra. Begitulah pemikiran buruk Athifah saat ini.


Setelah makan malam selesai, semua orang pun segera melakukan aktivitas malamnya. Seperti Putra dan Danu yang pergi ke ruang kerja. Ajeng dan Zelda yang maskeran. Athifah yang sibuk hp an. Dan Bavendra serta Aeera yang sedang membaca buku, didalam perpustakaan di dalam rumah atau yang lebih tepat disebutkan adalah mansion.


Aeera sedang asyik membaca sebuah novel yang ber kategori horor. Ya\, itulah seorang Aeera Zoya Kirana\, penyuka novel ber katagori horor dan berbau hal mistis. Sedangkan Bavendra\, ia lebih menyukai hal hal semacam kr*m*n*l dan p*mb*n*h*n\, ataupun juga novel yang berpetualang dan menyelesaikan misi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2