Kepingan Rindu

Kepingan Rindu
10. Eps 9


__ADS_3

Zahra dan Reza telah sampai di Jogja, setelah mengantar Zahra di depan kostnya, taxi yang Reza tumpangi sampai di rumahnya. Rumah yang selalu sepi. Mama dan papanya sedang berada di luar kota. Tanpa turun dari taxi itu, Reza meminta supir taxi itu membawanya ke rumah mamanya, meski Mama Maya tidak lagi menginap di sini.


Reza bertekad setelah lulus nanti,dia akan memilih untuk menetap bersama mama kandungnya itu.


"Mas Reza?" sapa pembantu di rumah ini.


"Biar bibi yang bawain tasnya ya." pinta bibi, namun Reza menolaknya, dia membawa koper itu ke dalam kamarnya setelah menyuruh bibi membuatkannya minuman.


Suara ketukan di pintu kamarnya terdengar, Reza membuka pintu itu dan mendapati bibi membawa nampan berisi jus mangga dan beberapa buah dalam piring. Reza membawanya ke balkon dan duduk di sana menatap halaman rumahnya dari atas balkon.


Di lain tempat, Zahra yang telah beristirahat setelah sampai dikostpun segera membersihkan dirinya agar tubuhnya segar kembali.


Hari demi hari berlalu begitu cepat hingga tidak sadar satu minggu lagi adalah hari wisudanya.


Pulang kuliah Zahra berniat untuk menjemput ibunya yang telah menunggunya di bandara. Zahra membereskan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.


Zahra keluar dari kampusnya, dari belakang ia dikagetkan oleh Reza.


"Ngagetin aja sih Za." Sungut Zahra sedikit dongkol karena terkejut.


"Kamu buru-buru amat mau kemana?" tanya Reza mengikuti langkah Zahra.


Setiap hari seperti biasa Reza selalu mengantarnya pulang, namun Zahra lupa memberitahu Reza bahwa dia akan menjemput ibunya.


"Ah iya aku lupa ngasih tau kamu." ujar Zahra tersenyum.


"Kenapa emang?" Tanya Reza.


"Aku mau jemput ibu di bandara." ujar Zahra, ia menghentikan langkahnya.


"Ya udah bareng aja kenapa?" ajak Reza.


"Ngga ah Za, nanti ngerepotin." ujar Zahra menolak.


"Aduh, sejak kapan si kamu ngrepotin aku? Ngga kali. Tenang, aku bakal nganterin kamu kemana pun kamu mau." ujar Reza membuat Zahra terkekeh.

__ADS_1


"Beneran nih nggapapa?" tanya Zahra, Reza mengedikkan bahunya dan tersenyum pada Zahra.


"Udah yuk." ajak Reza, mereka menuju di mana Reza memarkirkan mobilnya.


***


Sampai di bandara, Zahra mencari ibunya. Lalu kemudian dia melambaikan tangannya saat melihat ibunya berdiri seperti mencari seseorang.


Bu Rahma berjalan mendekati Zahra dan juga Reza di sana.


Tiba-tiba dering di ponsel Reza berbunyi sekilas menandakan ada pesan masuk. Papa Jordy, nama itu yang tertera di layar ponselnya. Setelah membaca isi pesan itu Reza berpamitan untuk segera pulang dan meminta maaf tidak bisa mengantar Zahra pulang.


"Loh, itu temen kamu mau kemana Ra?" tanya Bu Rahma ketika sampai, namun teman Zahra justru pergi.


"Ada urusan katanya bu." ujar Zahra, Bu Rahma pun mengangguk.


Mereka pun pulang dengan menaiki taxi. Sebelum Zahra sampai di kostnya,ia meminta supir taxi menghentikan taxi itu di depan minimarket.


Zahra kehabisan bahan makanan, akhirnya memutuskan untuk belanja ke minimarket. Ia pun turun dari taxi itu dan mulai menuju ke minimarket. Setelah membeli keperluannya, ia pun menaiki taxi itu lagi.


"Ada apa pa? Kata papa ada yang penting??" Tanya Reza saat menemui papanya. Reza tidak ingin basa basi pada papanya.


Papanya yang tadi sedang membaca korannya menutup koran itu dan menatap Reza.


"Reza. Kamu kenapa ngga pulang ke sini?" tanya Jordy. Reza tampak menghela nafas , dengan malas ia duduk di seberang papanya.


"Males aja pa. Lagian aku udah lama ngga nempatin rumah mama. Oh iya satu lagi, papa udah janji setelah Reza lulus, Reza akan ikut mama." ujar Reza mengingatkan janji papanya. Terdengar helaan nafas berat papanya.


Jordy tersadar telah memaksa Reza untuk tinggal dengannya. Dulu janji itu ia ucapkan saat Reza pertama kali dia pisahkan dari mamanya.


"Iya. Tapi kamu tetap menjalankan peusahaan papa setelah ini." ujar Jordy. Ya hanya Reza yang Jordy percaya untuk mengurus perusahaannya, karena Reza anak pertama dan dia laki-laki.


Setelah bercerai dari Maya dan menikahi Sonya, Jordy memiliki satu anak perempuan yang kini sedang kuliah juga, namun ia memilih kuliah di Australia. Umurnya tidak jauh dari Reza. Karena memang anak perempuannya itu adalah hasil perselingkuhannya dengan Sonya.


Reza sebetulnya sangat menyayangi orangtuanya, hanya saja dia tidak menyukai sikap adik tirinya yang manja, begitu juga mama tirinya yang selalu memanjakannya. Reza tahu ini bentuk dari kasih sayangnya juga pada Reza, namun Reza tidak suka diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


Bagaimana tidak? Dulu saat Reza masuk SMA, Reza masih dibawakan bekal dengan tempat makan seperti anak SD, dia banyak dilarang membeli ini itu, hingga dia jengah.


Namun meski seperti itu, orangtuanya tidak pernah pilih kasih dengan Reza dan adik tirinya itu.


Reza hanya mengangguk tanpa menatap papanya. Ia mengambil toples di meja itu dan memakan camilan di sana.


"Gimana hubunganmu dengan anaknya Tante Rosa?" tanya Jordy tiba-tiba dan mulai membuka korannya kembali.


Reza menghentikan kunyahannya dan meletakkan kembali toples itu.


"Setelah wisuda nanti aku akan langsung lamar dia. Dan papa harus menyaksikan kami bertunangan." pinta Reza, pasalnya papanya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Resa harus meminta dengan rajin untuk bisa mendapatkan waktu papanya.


Jordy menoleh tersenyum pada Reza.


"Iya papa akan datang." ujarnya, kemufian ia mengingat sesuatu.


"Za, minggu depan papa ada meeting di luar kota, dan sepertinya papa ngga bisa dateng di acara wisuda kamu. Kamu dateng sama mama aja ya." ujar Jordy, Reza mengerutkan keningnya, setiap Reza ada acara di sekolahnya Jordy selalu ada kesibukan di luar kota, dan membuatnya harus pergi bersama mama tirinya. Reza menghela nafas panjang.


"Kali ini, aku ngga mau pergi sama Mama Sonya." ujar Reza datar. Jordy menatapnya dengan tatapan tanya.


"Aku mau mama Maya yang dateng di acara wisudaku." ujar Reza membuat Jordy mengangguk. Ia mengerti Reza sangat ingin didampingi oleh Maya.


***


Hari yang ditunggu tiba. Hari ini adalah hari wisuda Zahra. Usai acara itu, Zahra dengan di temani ibunya duduk di salah satu bangku di taman kampusnya karena akan mengenalkannya dengan sahabat kecilnya itu.


Zahra menatap sekelilingnya lalu menatap Reza dan Bu Maya yang sedang berjalan mendekatinya.


"Hai Ra." sapa Reza saat sampai di samping Zahra, Zahra dan Bu Rahma berdiri menyambut Reza dan Bu Maya.


"Hai Za, Bu, ibu apa kabar? oh iya kenalin ini ibu Zahra. Maaf ya Zahra belum sempet ngenalin ibu sama ibu Zahra, mungkin sekarang yang tepat." ucapannya tersenyum. Tampak perubahan ekspresi di wajah Bu Maya.


"Rahma?"


"Bu Maya?"

__ADS_1


__ADS_2