Kepingan Rindu

Kepingan Rindu
15. Eps 14


__ADS_3

Zahra terkejut, benar-benar terkejut saat melihat apa yang ada di meja kerjanya. Lima kotak pizza dan sepuluh cup cappucinno, dan ini masih panas.


Zahra celingukan, beberapa staff ada yang sudah datang dan ada yang baru datang.


"Nella." Panggil Zahra pada seseorang di samping bilik kerjanya.


"Ya Ra?" Nella pun menoleh.


"Kamu tau tadi ada siapa ke meja aku?" tanya Zahra penasaran.


"Oh iya lupa, tadi ada kurir kesini nyari kamu. Trus aku bilang kamu belum berangkat jadi dititipin ke aku. Aku taruh deh di meja kamu." ujar Nella menjelaskan panjang lebar.


Zahra diam seperti memikirkan sesuatu.


"Eh Ra, ngomong-ngomong kamu pesen pizza banyak banget, kamu ulangtahun?" Tanya Nella bingung.


"Ah engga koq, aku ngga ulangtahun, aku cuma,-" Zahra bingung harus menjawab apa sekarang.


"Syukuran aja, kakak aku mau tunangan, ya itu. Syukuran kecil-kecilan." Ujar Zahra spontan.


Aduh ampun deh bang, aku jual nama kamu. Batin Zahra.


"Waah, makan-makan nih. Pengumuman teman-teman Zahra bagi-bagi pizza nih. Sini-sini." Ujar Nella lantang.


Zahra tampak gugup lalu tersenyum kikuk. Rekan kerja Zahra mengerubunginya. Seketika pizza itu habis, dan sepuluh cup cappucinnonya juga habis tersisa satu untuknya.


"Makasih Ra," seru semua rekan kerjanya berterimakasih pada Zahra lalu kembali ke meja masing-masing.


Zahra terduduk memandang cappucinno di mejanya.


"Dia nurutin aku? Dan... darimana dia tau aku suka cappucinno?" Pikirnya.


"Ra." Seseorang mengintip di biliknya.


"Eh Nya, aduh udah abis pizzanya. Maaf ya. Tapi ini cappucinnonya masih sisa satu, kalo kamu mau ambil aja." Ujar Zahra. Yah, Zahra memang baik pada semua orang hingga semua orang menyukainya.


"Ngga koq, aku ngga mau minta pizza, aku mau ngajakin kamu makan bareng nanti siang, mau ngga?" Ajak Fanya. Zahra mengerutkan keningnya


"Tumben ada apa nih?"

__ADS_1


"Aku,- lagi dapet bonus nih, mau tlaktir kamu aja. Mau yaa? Kamu kan tau sendiri kamu yang paling deket sama aku, ngga ada temen nih." Ujar Fanya memelas.


Akhirnya Zahrapun tersenyum lalu mengangguk. Ya mungkin karena Fanya itu banyak menghabiskan waktu di luar bersama atasannya itu, karena sibuk dengan pekerjaannya sendiri hingga dia pun tidak punya banyak teman.


Zahra berkenalan dengan Fanya awalnya karena mobil Fanya mogok saat akan berangkat ke kantor, kebetulan Zahra lewat lalu mengajaknya berangkat bersama. Selama mobil Fanya di bengkel dan kebetulan rumah Fanya searah dengan rumah Zahra. Ya begitu kira-kira ceritanya. Hingga mereka menjadi teman akrab.


Jam istirahat Zahra tidak melewatkan kesempatan makan gratis dari Fanya. Fanya mengajaknya makan siang di restoran depan kantor.


"Ini kamu serius mau tlaktir kan Nya? Ntar aku udah pesen kamu ngga jadi tlaktir aku lagi." celetuk Zahra membuat Fanya terkekeh geli.


"Serius Ra, udah kamu mau pesen apa. Aku ada rekomended cappucinno yang super duper enak. Berhubung kamu suka banget tuh sama yang namanya cappucinno yee kan?" Ujar Fanya yang mengundang kekehan.


Fanya itu orangnya lucu, di luar jam kantor tentunya, kalau sudah masuk jam kantor dia bisa berubah 180°, dia sudah bekerja selama lima tahun di perusahaan ini. Dia termasuk yang terbetah, yang lain paling baru dua atau tiga tahun di sini. Apalagi Zahra yang baru bekerja di sini selama lima bulan.


"Aduuh idaman banget sih, tau aja sih kesukaan aku Nya." Ujar Zahra berbinar.


Setelah menunggu, pesanan pun datang. Mereka sangat menikmati makanannya.


"Makasih banget loh Nya. Aku suka banget nih cappucinnonya. Kapan-kapan kita makan siang bareng lagi yuk disini, gantian deh aku yang tlaktir kamu." Ujar Zahra.


"Sama-sama Ra, wahh aku tunggu deh, kalo ada waktu lagi sih, aku kan jarang banget bisa sesantai ini." Ujar Fanya lesu.


"Yang sabar ya. Ya udah yuk balik udah jam segini nih." Ajak Zahra.


***


"Sayang, mau kemana sih?" Tanya Keina yang berada disamping Reza.


Pasalnya Reza meminta Keina untuk bertemu seseorang. Namun Reza tak memberitahu siapa dan kemana.


"Udah nanti juga kamu tau sayang." ujar Reza tersenyum, Keina hanya menghela nafasnya.


Sampai disebuah cafe, Reza mengedarkan pandangannya dan mendapati sahabatnya sedang duduk menunggunya.


"Nah itu dia orangnya." Ujar Reza lalu menggandeng tangan Keina menuju meja nomor 5.


"Hai bro." Sapa Reza, dia pun menoleh.


"Hai, lama banget sih lo." ketusnya.

__ADS_1


"Sorry, nunggu cewek dandan itu lama, tau sendiri kan?" Ujar Reza terkekeh. Keina memukul lengan Reza.


"Gilang? Kamu Gilang kan?" Tebak Keina saat menyadari siapa yang mereka temui.


"Keina?" Tanya Gilang balik. Keina mengangguk dan menyalaminya, Gilang menoleh pada Reza.


"Ooh jadi ini calon tunangan lo Za? Aduh Za, asal lo tau ya! Nih cewek lo tuh suka banget nimpuk gue pake buku." Adu Gilang. Reza menatap sahabat dan kekasihnya itu bergantian lalu terkekeh.


"Ya abisnya kamu suka banget gangguin Zahra sih, kan kasian Zahranya. Ya maaf deh." Ucap Keina terkekeh.


"Gue maafin soal itu. Tapi lo kan tau, gue ngelakuin ini karena gue tertarik sama sahabat lo." ujar Gilang tersenyum membayangkan Zahra.


"Iya iya tau." ujar Keina, Keina mendengus menatap Reza.


"Za, koq kamu ngga ngasih tau aku kalo mau ketemu nih cecunguk, kan aku bisa bilang sama Zahra." Ucap Keina pada Reza. Reza justru terkekeh mendengarnya.


"Eh apa lo bilang cecunguk? Enak aja." sungut Gilang.


"Eh jangan gitu sayang, gini-gini Gilang udah berubah loh, demi Zahra katanya." goda Reza, Gilang mendengus menatap Reza tajam.


"Apaan sih kalian." Sungut Gilang.


"Ini mau kasih surprize sama Zahra, ntar kalo Zahra dikasih tau ngga surprize donk." Reza menjelaskannya pada Keina, dia pun mengangguk. Reza mengelus puncak kepala Keina dengan senyum tulusnya.


Gilang berdehem membuat Reza dan Keina menoleh.


"Sepertinya gue jadi obat nyamuk nih di sini." Cibir Gilang.


"Sorry-sorry, eh gimana permintaan adek gue? Udah lo turutin?" Tanya Reza.


"Udah beres, bahkan gue juga minta asisten gue buat tlaktir dia makan siang, di mana ada minuman favorit dia di sana. Mungkin dia lagi bingung sekarang" Gilang tersenyum menceritakannya.


"Tunggu-tunggu permintaan? Emang Zahra udah ketemu sama kamu?" Keina masih bingung dengan percakapan para lelaki ini.


"Kalo dibilang ketemu, udah, tapi bukan itu yang gue mau, semalem gue ngga sengaja ketemu dia di minimarket. Padahal gue masih belum mau ketemu dia. Dia kaget ketemu gue. Gugup semalem. Padahal gue udah kangen banget sama dia." Ujar Gilang sedikit lesu.


"Tapi dia belum tau soal coklat misterius itu?" Tanya Reza. Gilang pun menggeleng.


"Jadi kamu cowo cokelat misterius itu?" Tanya Keina terkejut. Gilang menatap Keina lalu mengangguk lesu.

__ADS_1


"Yah, tapi lo bisa kan jaga rahasia ini? Gue mau kasih kejutan buat dia. Gue minta ketemuan sama kalian tuh mau minta tolong sama kalian." Ujar Gilang memulai rencananya.


"Apa?" Tanya keduanya.


__ADS_2