KETIKA PELAJAR SMA JUAL DIRI DEMI BIAYA SEKOLAH

KETIKA PELAJAR SMA JUAL DIRI DEMI BIAYA SEKOLAH
ANAK PELAJAR SMA JUAL DIRI BAB 2


__ADS_3

Bab 2


Gadis berseragam SMA itu tergopoh gopoh setelah memasuki pagar sekolah, rambut kuncir duanya melambai lambai tertiup angin seiring dengan semakin cepat langkah kakinya.


" Ah, nyaris terlambat," Lirih Binar seraya memasuki ruang kelas yang telah ramai. Sebagian besar siswa telah bersiap memulai pelajaran sedangkan ia masih sibuk mengusap peluh yang tengah membanjiri pelipis serta leher jenjangnya.


" Stt .... Abis begadang?" Arumi menoleh Binar yang terlihat berantakan.


" Kok tau?" Binar menatap teman sekelasnya itu datar.


" Mata panda, tuh! Sembab dan penuh lingkar hitam!" Arumi berkomentar lagi.


Binar tak menyahut, ia segera mengeluarkan botol mineral dari dalam tas dan meneguk minuman itu tanpa memperdulikan Arumi yang masih berceloteh.


" Oh Tuhan! Lega rasanya ...." ujarnya seraya menutup rapat botol itu kemudian kembali menyimpannya.


" Aku hampir semalaman Di Rumah Sakit dan pagi pagi sekali harus sudah memasak, belum lagi menyiapkan pakaian ganti untuk Ibu yang sudah nyaris seminggu Di Rumah Sakit," terang Binar lagi.


" Oh gitu, ngomong ngomong apa kamu sudah dapat uang untuk biaya Rumah Sakit?" tanya Arumi.


Binar tak menyahut. Sekelebat bayangan tampan milik Sang CEO tiba- tiba muncul di depan matanya.


' Entah Tuan menyukai sarapan yang aku buatkan atau tidak?' batin Binar.


Melihat Binar yang malah melamun membuat Arumi lantas membalik tubuh, kembali membelakangi sosok berkuncir dua yang entah sedang memikirkan apa.

__ADS_1


***


" Tuan muda, ada kiriman untuk Tuan," Sekretaris Han berdiri di depan pintu seraya menatap punggung Pria gagah yang berdiri di depan jendela kaca Apartemennya.


" Bawa kemari," perintah Alden kemudian.


Sang sekretaris lantas melangkah masuk dan meletakan kotak berisi sarapan itu di atas meja.


" Ada keperluan lain, Tuan?" tanya sang sekretaris.


" Silahkan keluar, terima kasih." ujar Alden singkat.


Sekretaris Han menunduk patuh kemudian melangkah meninggalkan ruangan.


" Apa ada masalah, Tuan?" tanya Sekretaris itu kemudian.


" Tidak, Tapi bawa padaku data pelajar SMA yang kau bawa semalam." Perintah Alden lagi.


" Baik, Tuan."


Setelah kepergian Sang Sekretaris, Alden menoleh ke arah kotak sarapan yang jelas saja ia sudah tahu siapa yang mengantar kotak makan itu.


" Mari kita lihat, apa masakan bocah itu bisa dimakan!"


Alden menyunggingkan senyum sinisnya sembari melangkah menuju sofa dan menghempaskan bokong sejenak. Ia menatap kotak sarapan dalam bungkusan plastik bening itu sejenak.

__ADS_1


" Kotak sarapan Doraemon ," lirihnya.


Alden lantas membuka tutup kotak sarapan itu kemudian mengamati sejenak.


" Nasi goreng, telur mata sapi, dua iris timun, dua iris tomat dan udang goreng," lanjutnya.


" Semoga tak ada kandungan sianida di dalamnya, mari kita coba,"


Satu suap nasi goreng mendarat pada lidah pria tampan itu, ia mengunyah sejenak kemudian buru buru mengambil tisu dan memuntahkannya.


" Asin sekali, bocah kebelet kawin!"


Alden lantas mengomel seraya memotong telur mata sapi yang tampak bundar namun agak kehitaman.


" Ok baiklah ...


CEO itu kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan beberapa kalimat.


" Nasi goreng keasinan, telur mata sapi gosong, udang tidak krispi dan satu lagi aku tidak suka tomat dan timun berada dalam satu kotak! Sepertinya benda kenyal yang kulihat semalam lebih nikmat,"


Deg!


Binar lantas menelan ludah, jemari kanannya seketika meraba bagian dada dan detak jantungnya serasa berpacu lebih cepat.


Waktu istirahat sekolahnya seketika berubah menakutkan sesaat setelah ia menerima kotak doraemonnya dengan secarik kertas yang diantarkan sekretaris Han beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2