Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Menerima Perjodohan


__ADS_3

Selama hampir 1 jam Kenzo dan Rara pun akhirnya kembali lagi ke ruang VVIP di mana orangtua mereka berada, langsung saja Nathan dan Woo Joon menanyakan jawaban dari kedua anak mereka.


"Jadi jawaban kalian berdua adalah?", tanya papa Nathan pada Kenzo dan juga Rara


"Dad..mom..pa..ma.. keputusan kami berdua adalah...", Rara menggantungkan kalimatnya dan menoleh ke arah Kenzo, mereka pun saling menatap satu sama lain sehingga membuat para orangtua penasaran akan jawaban dari anak-anaknya.


"Bismillah, kami berdua menerima perjodohan ini", ucap keduanya dengan kompak, Rara menundukkan kepalanya setelah mengucapakan persetujuannya dengan perjodohan itu sedangkan Kenzo masih memasang ekspresi datarnya entah apa yang dia rasakan. Para orangtua pun membulatkan matanya tak percaya apa yang diucapkan oleh Kenzo dan Rara.


Setelah mendengar jawaban dari Kenzo dan Rara, papa Nathan dan daddy Woo Joon saling memberikan selamat sedangkan untuk para ibu, mereka saling mengucapkan kata selamat hingga saling berpelukan karena begitu bahagia mendengar bahwa Kenzo dan Rara menerima perjodohan ini. Rara dan Kenzo kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, Jayden maupun Jordan hanya bisa pasrah dan menghela nafas serta mengusap wajah mereka dengan kasar setelah mendengar keputusan adik kesayangan mereka.


Flashback On


Setelah mendengar ucapan papa Nathan yang menyuruh mereka untuk merenungkan dan berdiskusi dengan baik soal perjodohan ini di taman yang ada di samping restoran tersebut. Mereka pun mengiyakan ucapan papa Nathan, mereka berdua keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju taman tanpa adanya obrolan hingga hening tidak adanya percakapan dari keduanya. Kenzo yang sedari tadi menunjukan ekspresi yang datar membuat Rara ragu untuk memulai pembicaraan hanya bisa menundukkan kepalanya. Ketika mereka sampai di taman itu langsung saja Kenzo dan Rara mencari tempat duduk yang nyaman namun mereka belum ada yang mau bicara.

__ADS_1


Hening...


5 menit sudah mereka duduk dalam diam tanpa adanya yang mau memulai pembicaraan karena larut dengan pikiran mereka sendiri hingga akhirnya Rara memberanikan diri untuk mengakhiri keheningan diantara mereka berdua.


"Oppa eh salah maksud Rara kak Kenzo, ke-kenapa kakak ti-tidak mau menerima perjodohan ini?", tanya Rara yang sedikit terbata-bata karena ia ragu dengan pertanyaannya sendiri karena takut akan menyinggung Kenzo.


"Karena gue tidak menyukai lo, gue tidak menginginkan menikah muda karena itu akan menghalangi gue untuk meraih cita-cita gue, gue juga ingin menikah dengan wanita pilihan gue sendiri bukan dengan cara dijodohkan kayak ini !", seru Kenzo dengan raut wajah datar dan berbicara dengan dinginnya pada Rara, Rara yang mendengar itu pun merasa terkejut dan sedih hingga membulatkan matanya karena menurut Kenzo ia akan menjadi penghalangnya dalam meraih cita-cita nya setelah mereka menikah nanti. Rara berusaha untuk tetap menampilkan senyum diwajahnya walaupun dengan terpaksa, di dalam hatinya Rara menangis sebab orang ia suka tidak menyukainya apalagi sampai Kenzo membencinya.


"Sebegitu tidak sukanya kak Kenzo sama gue, apa dia juga benci sama gue sampe dia bilang kalo gue itu penghalang baginya meraih impiannya. Padahal gue suka sama kak Kenzo udah lama, pertama kali gue liat kak Kenzo awal masuk sekolah gue udah suka sama dia. Apa gue emang gak pantes ya untuk jadi istrinya, apa gue terlihat menjijikkan di matanya", batin Rara


Kenzo yang mendengar kata-kata Rara pun terdiam sejenak dan memikirkan kembali perkataan Rara, hingga ia berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Jika sekali pun ia mencintai Rara setidaknya ia mencintai istrinya tapi kalau mereka tidak memiliki perasaan satu sama lain maka jalan keluarnya adalah perceraian. Kenzo tidak tahu jika Rara memendam perasaan untuknya sejak lama.


"Baiklah gue akan mencoba menerima perjodohan kita, ini gue lakukan demi menjalankan wasiat kakek dan demi orangtua gue bukan berarti gue suka sama lo dan lo harus tau konsekuensinya kalo udah nikah sama gue", ujar Kenzo dengan nada dinginnya, Rara pun mengganggukan kepalnya dan Kenzo mengajak Rara untuk kembali ke ruangan di mana keluarga mereka berada karena mereka sudah satu jam duduk di taman itu dan Rara pun mengiyakannya.

__ADS_1


Flashback End


"Baiklah karena kalian berdua telah setuju dan menerima perjodohan ini maka malam ini juga kalian akan bertunangan di hadapan kami semua kebelun papa juga membawa kotak cincin pertunangan kalian, bagaimana Joon apa kau setuju", setelah kedua anaknya menerima perjodohan itu papa Nathan memang sengaja telah menyiapkan cincin pertunangan untuk keduanya dan daddy Woo Joon pun juga menyetujuinya jika malam itu juga mereka bertunangan.


Rara dan Kenzo yang mendengar papa Nathan mengatakan bahwa mereka akan bertunangan malam itu juga membuat keduanya terkejut bagai tersambar petir, bagaimana tidak mereka tidak berpikiran akan terjadi hal tersebut yang mengantarkan mereka bertunangan makam itu juga dan bertukar cincin di hadapan semua anggota keluarga. Tiba-tiba Rara membuka suaranya untuk menyarankan soal pertunangannya pada daddy Woo Joon dan papa Nathan, Kenzo pun juga mendukung saran dari Rara.


"Hmm... Pa..dad kalau kami bertunangan malam ini juga berarti kami akan bertukar cincin dong?", tanya Rara dan kedua laki-laki tua itu mengganggukan kepalanya


"Bagaimana kalau cincinnya jadi dalam bentuk kalung, maksudnya jadi semacam hiasan atau jadi liontin kalung tapi itu cincin pertunangan kami berdua. Karena kami sepakat untuk menyembunyikan status kami sampai waktunya tiba kami akan mempublikasikan hubungan kami, sebab kami masih sekolah dan Rara pun berharap daddy dan papa mengerti maksud Rara dan untuk masalah pernikahan kami berdua itu terserah kalian berdua mau nya kapan tapi tetap saja kami akan menyembunyikannya dulu", jelas Rara. Daddy Woo Joon dan papa Nathan pun manggut-manggut mendengar penjelasan Rara dan mengerti keadaan, Kenzo juga menyetujui usulan dari Rara.


"Oke itu tidak menjadi masalah yang terpenting kalian setuju dengan perjodohan ini, dan untuk pernikahan kalian akan dilaksanakan 1 bulan lagi disaat kalian berdua libur sekolah. Saat itu kalian akan menikah di Bali untuk menghindar dari publik jadi kalian harus menyiapkan mental kalian dari sekarang untuk menghadapi pernikahan lagi", ucap daddy Woo Joon


"Dan ya untuk Kenzo, kamu panggil saya dan istri saya dengan sebutan daddy dan mommy serta kedua kakaknya dengan hyung seperti Rara karena kamu akan menjadi menantu keluarga kami juga dan jangan lupa untuk sering-sering datang ke rumah ya nak temani calon istrimu", lanjut daddy Woo Joon meminta Kenzo memanggil dirinya dan mommy Indira dengan sebutan "daddy dan mommy" sekaligus kedua kakak kembar Rara dengan swbutan "hyung" dan juga menyuruh Kenzo untuk sering ke rumahnya, Kenzo tersenyum dan mengganggukan kepalanya.

__ADS_1


Dan mereka pun akhirnya bertukar cincin namun dijadikan liontin oleh Rara yang kebetulan memang memiliki kalung dilehernya begitu pun dengan Kenzo, mereka melepaskan kalung mereka masing-masing dan saling memberikan kalung itu untuk dimasukkan cincin pertunangan mereka dan memasangkan kembali kalung mereka layaknya bertukar cincin namun dalam bentuk kalung. Semua yang menyaksikan itu pun bertepuk tangan dengan meriah untuk keduanya.


Tepat pukul 10 malam mereka pun memutuskan untuk pulang setelah semua acara malam itu telah dilakukan.


__ADS_2