Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Curiga


__ADS_3

Di Sekolah


"Kenapa itu perempuan belum lagi putus dan tinggalin Kenzo sih, padahal gue udah kirim semua pesan teror tiap hari. Dasar adik kelas gak tau diri, seenaknya aja rebut Kenzo dari gue. Gue udah lama suka sama Kenzo dari waktu kita sekolah di SMP dulu, gue kira Kenzo pacaran sama Olivia karena mereka berdua setiap hari selalu bersama bukan seperti sahabat. Tapi nyata nya mereka gak pernah pacaran sama sekali, waktu itu Kenzo sudah punya pacar namanya Ivana tapi waktu lulus SMP mereka putus dan berpisah sampai sekarang dan entah dimana Ivana berada saat ini. Sekarang saat gue mau ngejar Kenzo lagi malah adik kelas murahan yang menggoda Kenzo buat jadi pacarnya", ucap seseorang bermonolog pada dirinya sendiri yang tengah duduk di pinggir lapangan.


"Kali ini gue gak akan nyerah buat dapetin Kenzo untuk jadi milik gue. Gue bakalan hancurin hidup perempuan yang sudah berani rebut Kenzo dari gue bila perlu gue akan bunuh mereka dengan tangan gue sendiri, karena gue sangat mencintai Kenzo harus berapa lama lagi gue pendam perasaan ini. Gue inget kalo Rara j*lang itu kayaknya kelihatan gak suka sama Olivia saat ke kelas Kenzo beberapa hari ini, gue bakalan ciptain masalah antara Rara j*lang, adik Kenzo dan tentunya Olivia. Gue bakalan buat rencana untuk buat mereka berantem dan gue bisa bunuh j*lang kecil itu hari ini juga, gak bakal gue lepasin lo dasar j*lang kecil.", lanjutnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


•^•^•


Di Kelas Rara


Seperti biasa Rara saat ini tengah berkumpul dengan kelima sahabatnya dan Dea pun ada. Kebetulan guru yang akan mengajar tidak masuk dan mereka tidk diberikan tugas apapun jadilah mereka bebas dari satu pelajaran hari ini.


"Mama Rara gimana hubungan lo sama kak ketos dingin?", tanya Dina


"Hubungan kami baik kok", jawab Rara


"Kak Kenzo gak dingin kan ma sama lo kayak dia biasa di sekolah dengan wajah datar dan aura dinginnya itu", kata Bella


"Gak kok, kak Kenzo biasa aja sama gue selama ini. Dia gak pernah dingin sama gue malahan nih ya kak Kenzo itu orangnya baik, hangat dan romantis pula", ucap Rara dengan wajah yang berbinar-binar.


"Emang kak Kenzo sedingin itukah jadi ketos di sekolah ini? Setau Dea, dia gak pernah tuh dingin sama Dea dan yang lainnya. Malahan kak Kenzo itu orangnya kalem dan penyayang apalagi sama kakak ipar", ujar Dea menggoda kakak iparnya.


"Ah lo Dea gak tau aja sifat kakak lo yang satu itu. Sebelum lo pindah ke sini, kak Kenzo itu terkenal dengan sebutan ketos paling dingin yang pernah ada di sekolah ini dan dia gak pernah sekali pun senyum sama siapa pun kecuali sama ketiga sahabat dan teman ceweknya kak Olivia yang lo kenal itu. Tapi berkat kak Kenzo, sekolah kita bisa maju dan meraih banyak prestasi dari berbagai bidang membuat SMA ini menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat. Itu membuat kepala sekolah dan satu sekolahan ini bangga sama kak Kenzo ya walaupun kak Kenzo sedingin es", jelas Laura menceritakan masa pimpinan Kenzo selama menjadi ketua osis dari sekolah mereka dan itu adalah faktanya.


"Serius? Kak Kenzo bisa sebagus itu jadi ketos sekolah ini. Ya ampun gue bangga deh punya kakak yang pintar dan bisa buat sekolah maju dan dikenal orang-orang", kata Dea heboh sambil bertepuk tangan.


"Iya, dan kami pun bangga jadi anggota osis yang dinaungi kak Kenzo", sahut Dinda.


"Oh iya mana papa Arvin ya kok dari tadi gak kelihatan", ucap Rara


"Tadi papa ke ruang guru ma. Ada urusan katanya", jawab Kartika


"Umm... Oke deh ya udah kita ke kantin aja yuk. Gue udah laper nih ayo guys ke kantin. Dea ayo", Rara mengajak kelima sahabat dan adik iparnya ke kantin. Namun sebelum itu dia berpesan pada anak kelas jika Arvin mencarinya maka mereka cukup bilang kalau dia ke kantin, dan anak kelas pun mengiyakannya.


Satu per satu anak kelas pun meninggalkan kelas. Terlihat masih ada dua siswa yang masih duduk di ruang kelas hingga Arvin kembali dari ruang guru ke kelasnya. Dan benar saja Arvin menanyakan dimana Rara saat ini.

__ADS_1


"Kalian tau gak Rara ke mana?", tanya Arvin


"Rara sama yang lain lagi makan di kantin. Ya udah kami juga mau ke kantin", jawab salah satu siswa yang kemudian keluar kelas.


"Oke, thanks", ujar Arvin


"Mending gue susul aja si Rara ke kantin" batin Arvin


Arvin pun meninggalkan kelas berniat menyusul Rara di kantin. Dan sekarang ruang kelas telah kosong tak ada seorang pun. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kelas Rara dengan mengendap-endap dan memperhatikan sekitar, apakah ada orang yang melihatnya. Ia berjalan mendekati meja dimana Rara duduk, kemudian ia meletakkan sebuah surat yang terlipat rapi dan ada barang kecil yang sengaja ia letakkan juga. Entah untuk apa tujuan nya, tapi yang pasti ia ingin menghancurkan kehidupan Rara.


"Gue pastiin lo akan hancur ditangan gue. Liat aja nanti gue akan dengan mudah nya untuk bunuh lo besok. Gue udah peringatin lo sebelumnya, jadi jangan salahin gue", ucap orang tersebut.


Setelah ia selesai dengan rencana nya, ia pergi meninggalkan kelas tersebut dengan terburu-buru takut ada yang akan melihat apa yang ia lakukan.


•^•^•


Kediaman Kim


"Jordan, gimana apa kamu sudah minta maaf sama adik kamu Rara?", tanya daddy Woo Joon


Hari ini daddy Woo Joon tidak ke perusahaan dikarenakan tidak adanya jadwal apapun hari ini, jadi ia memilih untuk bersantai bersama keluarganya di rumah.


"Pokoknya lo harus bisa dapat maaf dan bawa Rara kembali lagi ke rumah ini. Bahkan pesan dari kita tak ada yang dibalasnya, gue mau Rara kembali ke rumah ini", ucap Jayden tegas


"I...iya hyung nanti aku usahakan bawa Rara kembali ke rumah ini", sahut Jordan


"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar. Yang paling penting itu Rara mau maafin kita semua dan kembali lagi ke rumah ini", lerai daddy Woo Joon


"Iya dad", kompak keduanya menjawab


"Sudahlah lebih baik kita makan siang dulu", ujar mommy Indira langsung diangguki semua pria tampan itu.


•^•^•


Seusainya makan di kantin, kini Rara, Dea dan kelima sahabatnya serta Arvin kembali ke kelas dengan perut yang telah kenyang. Mereka duduk di meja masing-masing, Rara yang ingin mengambil sesuatu di loker mejanya. Tetapi tiba-tiba ada sebuah surat jatuh serta benda yang bersama surat tersebut. Dengan cepat Rara mengambil surat tersebut dan membuka isinya.

__ADS_1


"GUE SUDAH PERINGATI LO UNTUK MENJAUH DARI KENZO. TAPI LO GAK HIRAUKAN KATA-KATA GUE. KALI INI GUE BAKAL HABISIN LO. INGAT ITU!!!", Rara sangat syok membaca isi surat tersebut dan sedikit tercium bau amis dari surat itu.


Rara meminta Bella untuk bertukar tempat dengan Dea untuk sementara waktu. Karena ia ingin memberitahukan juga isi surat tersebut.


"Bel, lo bisa tukar tempat dulu gak sama Dea. Soalnya ada yang mau gue bilang sama Dea, boleh ya sementara aja kok. Please", ucap Rara menyatukan kedua tangannya.


"Oke...oke gak apa-apa", ujar Bella bangkit dari duduknya dan menghampiri Dea.


"Dea, lo duduk dulu sana dekat Rara. Katanya ada yang mau dia bilang sama lo, tapi gue gak tau apa", kata Bella


"Oke, thanks ya Bel", ucap Dea diangguki Bella


Dea langsung menghampiri Rara yang terlihat melamun dan masih menggenggam erat surat yang dia baca sebelumnya.


"Kakak ipar, apa yang mau kakak bilang sama Dea", ucap Dea


"Dea, lo duduk dulu sini", kata Rara menepuk kursi disebelahnya dan diikuti Dea


"Ini coba kamu baca surat ini", Rara memberikan surat itu kepada Dea


Dea membaca isi surat tersebut dan sama terkejutnya seperti Rara yang membacanya. Ia tak habis pikir dengan orang yang selalu meneror kakak iparnya itu dan ia juga mencium bau amis dari tulisan surat itu. Daripada penasaran Dea mencium surat itu berulang kali. Dan benar saja tebakannya, bahwa tinta yang digunakan untuk menulis surat tersebut menggunakan darah.


"Kakak ipar mencium mau amis gak dari surat ini?", tanya Dea


"Iya, tadi aku tercium bau amis dari surat itu. Emang kenapa?", kata Rara bingung


"Surat ini di tulis sengaja pake darah untuk buat kakak ipar takut", jawab Dea buat Rara tidak menyangka dengan orang yang mengirimkan surat tersebut.


"Ya ampun sampe segitunya orang itu buat surat ini. Dan ya ini ada benda yang ada bersama surat itu dan aku curiga sama seseorang. Dan aku kayak kenal dengan benda itu tapi siapa orangnya aku lupa. Ini coba kamu liat kayaknya ini gelang yang terlihat spesial", ujar Rara menyerahkan gelang yang datang dengan surat teror tersebut.


"Iya kakak ipar, Dea juga merasa pernah melihatnya. Bentar coba Dea ingat-ingat dulu", Dea mencoba mengingat siapa pemilik gelang itu. Dan Dea telah menemukan jawabannya setelah melihat ukiran yang ada di gelang itu.


"Kakak ipar, Dea rasa ini gelang punya kak Olivia yang teman kelas kak Kenzo. Dan Dea curiga kalo dia yang sudah meneror kita selama ini karena sekarang kita punya buktinya", ucap Dea


"Kak Olivia? Kenapa dia meneror kita berdua? Apa salah kita sama dia, dan aku juga curiga sebelumnya sama kak Olivia atas semua teror ini", Rara benar-benar tidak menyangka jika Olivia lah yang selama ini menerornya. Sebenarnya Rara juga sudah mencurigai Olivia sebelumnya, namun tak ada bukti untuk memperkuat kecurigaannya.

__ADS_1


"Sudah kakak ipar lebih baik kita biarkan saja dulu, kita lihat apa yang akan dilakukannya nanti. Sekarang kita belajar aja dulu", ujar Dea diangguki Rara


Tak lama kemudian guru yang akan mengajar di kelas selanjutnya pun datang dengan membawa setumpuk buku ditangannya.


__ADS_2