Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Keajaiban


__ADS_3

Dea, Lily, Bella, Dina, Laura, Dinda, dan Kartika hanya bisa menangis setelah mendengar kabar duka yang disampaikan dokter Irvan tentang meninggalnya Rara. Mereka semua tidak menyangka jika pada akhirnya Rara akan menutup matanya untuk selama-lamanya.


"Tolong dokter jangan bercanda dengan kami semua disini. Rara masih hidupkan, gak mungkin dia meninggal pasti dia hanya tidurkan dok?", tanya Dea memastikan.


"Maaf nona, tapi itulah kenyataannya saat ini. Saya hanya menyampaikan faktanya bukan sekedar omong kosong belaka. Untuk keluarga tuan Kim saya turut berduka atas kepergian nona Aira, semoga keluarga tuan diberikan ketabahan", ucap dokter Irvan seketika tangis mereka pecah mendengarnya.


"Kami boleh masukkan dok, untuk melihat Rara anak saya?", tanya daddy Woo Joon yang berusaha tegar mengetahui anak perempuan kesayangannya meninggalkannya untuk selamanya.


"Iya tuan. Silakan", kata dokter Irvan


"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan, nyonya dan nona-nona sekalian", lanjutnya berlalu meninggalkan ruang rawat Rara diangguki semuanya.


Langsung saja mereka masuk ke dalam tempat dimana Rara terbaring. J twins, Kenzo dan Arvin kini telah berderai airmata melihat Rara, orang yang mereka sayangi telah pergi untuk selamanya. Begitu juga dengan daddy Woo Joon yang sudah tidak bisa menahan cairan bening miliknya membasahi pipinya. Ayah mana yang tidak sedih atau pun menangis ketika melihat anak perempuan kesayangan satu-satunya pergi mendahuluinya untuk selama-lamanya. Daddy Woo Joon membuka kain penutup pada wajah Rara untuk melihat sang anak terakhir kalinya dan itu pun membuat semuanya semakin histeris mengetahui apa yang mereka lihat di depan mereka semua.


"Rara....", teriak Dea, Lily, dan kelima sahabat Rara.


"Aaahhh..... Rara bangun sayang. Ini mommy nak bangun sayang jangan tinggalin mommy sendirian. Buka mata kamu Ra ini mommy! Mommy disini sayang ayo buka mata kamu huhuhu....hiks...hiks", mommy Indira begitu histeris melihat anak perempuannya. Ia berusaha membangunkan sang anak dengan mengguncangkan pelan tubuh Rara.


"Panda kesayangan daddy bangun sayang. Kamu jangan tinggalin daddy nak. Daddy kangen banget main sama kamu, lihat senyum kamu, apalagi saat kita liburan bersama", ucap daddy Woo Joon mengelus rambut hitam panjang milik anak perempuannya diiringi tangisnya.


"Mantu papa yang cantik tolong bangun sayang. Kamu jangan pergi meninggalkan kami disini Ra, banyak sekali orang-orang yang sayang dan kehilangan kamu. Papa tau kok kamu itu anak yang kuat", kata papa Nathan mengelus pipi chuby menantunya.


"Ra, ini oppa. Oppa mohon sama kamu untuk bangun sekarang jangan bercanda sama kami semua, jangan mempermainkan kami Ra! Oppa mohon sayang", ucap Jayden yang tak rela melepas sang adik.


"Iya Ra, benar apa yang dikatakan Jayden hyung. Tolong bangunlah dari tidur panjang kamu ini, oppa minta maaf kalo oppa ada salah sama kamu. Kamu boleh hukum oppa apa saja tapi asalkan jangan pergi tinggalin kami Ra", Jordan pun tak kalah dari Jayden yang sama-sama tidak merelakan kepergian sang adik untuk selamanya.


"Ra, jangan pergi tinggalin kakak disini sendirian. Kakak minta maaf sama kamu. Kakak mohon sama kamu bangun sayang! Bangun...ku mohon bangun sekarang juga. Please bangun! Suster tolong jangan dilepas dulu semua kabel ini karena saya yakin kalo dia masih hidup", ucap Kenzo memohon pada suster Dila agar tidak melepas semua selang dan kabel yang ads ditubuh Rara.


"Maaf tuan tapi ini harus dilepas, terlebih lagi nona Aira telah tiada", jawab suster Dila


"Gak! Semua ini jangan ada yang dilepas. Rara masih hidup! Dia cuma tidur saat ini bukannya meninggal, jadi jangan ada yang dilepas satu pun atau saya akan menghancurkan rumah sakit ini!", ancam Kenzo membuat suster Dila ketakutan.


"Kak, kamu harus ikhlas Rara sudah tenang di surga sana", ucap mama Lydia mencoba menenangkan anaknya yang tidak rela melepas istrinya. Hingga ia terkejut mendengar ancaman yang dilontarkan anak sulungnya itu.


"Gak ma. Rara masih hidup percaya sama Ken. Lebih baik kalian semua pergi daripada disini tidak ada yang percaya kalo Rara masih hidup. Pergi...", teriak Kenzo penuh amarah


"Sudah lebih baik kita biarkan Kenzo disini. Kita keluar saja untuk mengurus keperluan Rara nanti", ucap daddy Woo Joon


"Gak mau dad. Kami mau disini", ucap Dea, Lily, Arvin dan kelima sahabat Rara bersamaan.

__ADS_1


"Itu terserah pada kalian", ujar papa Nathan


Dan akhirnya semua keluar dari ruangan dan hanya menyisakan Kenzo, Arvin, Dea, Lily dan tentunya para sahabat Rara.


•^•^•


Di sisi lain


Seorang gadis cantik membuka matanya. Ia merasa asing akan sekitarnya yang tampak tak biasa bagi dirinya.


"Di mana ini? Apa aku sudah mati, tapi bukannya aku kecelakaan ya? Apa ini yang namanya surga?", begitu banyak pertanyaan yang ada dipikirannya.


"Tapi disini indah sekali pemandangannya. Begitu nyaman dan sejuk", lanjutnya


"Cucu Oma, apa kabar nak?", tanya seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Oma Linda? Kenapa Rara bisa ketemu Oma disini, bukannya Oma sudah lama meninggal?", tanya gadis cantik itu yang tak lain adalah Rara. Ia bingung kenapa dirinya bisa bertemu dengan sang Oma yang merupakan ibu dari mommy nya yang telah lama meninggal.


"Iya sayang, ini Oma. Kita bisa bertemu disini karena kamu juga sudah meninggal sekarang", jawab Oma Linda


"Apa? Rara sudah meninggal? Pantas saja Rara merasa asing disini dan bertemu Oma juga. Rara suka kalo berada disini, Oma juga suka kan ada di surga ini?", tanya Rara pada sang Oma


"Rara gak mau kembali Oma. Rara sudah nyaman disini jadi Rara gak perlu lagi kembali ke dunia", jawab Rara santainya


"Apa cucu Oma ini yakin dengan omongan kamu yang barusan? Apa kamu gak mau pikirkan sekali lagi jawaban kamu sayang. Kamu gak dengar suara mereka yang selalu saja memanggil nama kamu untuk kembali pada mereka", ucap Oma Linda


"Kalo Rara kembali, nanti Oma gak ada yang temanin Oma disini. Oma akan kesepian makanya Rara mau disini untuk nemenin Oma", ujar Rara duduk disamping Oma nya.


"Lebih baik kamu kembali sayang. Kamu gak dengar suara mereka yang sedih dengan kepergian kamu. Coba kamu dengarkan suara mereka", kata Oma Linda


"Ra, bangun sayang. Jangan pergi! Kakak mohon kamu bangun sekarang, karena kakak tau kamu masih hidupkan. Ayo bangun kami disini sangat merindukan kamu", ucap Kenzo lirih


"Ra, ini gue Arvin. Gue tau lo perempuan yang kuat kok, jadi please lo bangun Ra", kata Arvin


"Iya Ra. Please lo bangun sekarang kita berlima kangen banget sama lo. Kita sedih liat daddy sama mommy kamu tadi Ra, mereka berdua sangat kehilangan kamu hiks...hiks", ucap Kartika seraya menyeka airmatanya.


"Kamu dengarkan sayang, apa yang mereka bilang? Banyak sekali orang yang sayang sama kamu dan merasa sangat kehilangan. Terlebih daddy dan mommy kamu, apa Rara gak kangen sama mereka?", tanya Oma Linda


"Sebenarnya Rara juga kangen sama daddy, mommy apalagi sama jayden dan Jordan oppa. Juga sahabat-sahabat Rara di sekolah", kata Rara jujur dengan hatinya sambil mengangguk.

__ADS_1


"Jadi sayang, lebih baik kamu kembali sana. Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk kamu pergi dari dunia. Masih banyak hal yang harus kamu lakukan", ucap sang Oma pada cucu perempuannya itu.


"Baiklah Oma. Rara akan kembali tapi Oma harus baik-baik ya disini", ujar Rara seperti mengatakan kata perpisahan.


"Iya cucu Oma tersayang. Oma akan baik-baik disini", balas Oma Linda


"Bye Oma. Rara sayang sama Oma", Rara menuju titik terang yang ada di dekatnya seraya melambaikan tangannya kepada Omanya.


•^•^•


Ruang Rawat


"Bangun sayang! Kakak mohon, kamu itu masih hidup kakak tau itu. Please bangun", Kenzo masih saja berupaya membangunkan sang istri yang terbaring tak berdaya dengan semua alat yang masih menempel ditubuhnya.


Monitor jantung yang berada tepat disamping Arvin, tiba-tiba kembali bersuara seakan ada jantung yang berdetak dan itu disadari oleh mereka semua yang ada dalam ruangan tersebut. Dan adanya pergerakan kecil dari tangan Rara sehingga membuat yang lain kaget bukan kepalang.


"I..itu bu..bukannya alat monitor jan..jantung Rara kan. Da..dan ini tangan Rara bergerak, ka..kalian lihat kan. Ini! Berarti Rara masih hidup! Cepat kalian panggil dokter dan semua keluarga kesini", ucap Kenzo terbata-bata karena masih merasa tak percaya.


"I..ini beneran Rara hidup lagi? Apa cuma khayalan kita aja", ucap Bella


"Gak! Ini bukan mimpi atau khayalan, tapi ini nyata Rara masih hidup. Cepat kalian panggil dokter dan seluruh keluarga. Dea cepetan kamu keluar panggil dokter dan telpon semua untuk ke sini", perintah Kenzo pada adik sepupunya itu.


"I..iya kak. Dea keluar dulu panggil dokter dan telpon mereka", jawab Dea


Tak ingin membuang waktu, Dea langsung keluar memanggil dokter dan suster untuk kembali ke ruang rawat milik Rara untuk memeriksa kakak iparnya itu. Tak lupa juga dia menelpon papinya untuk kembali ke ruangan kakak iparnya dan itu tentu saja membuat semua orang kaget buka kepalang mendengar kabar tersebut, hingga semua bergegas kembali ke ruang gadis cantik itu berada.


Ini merupakan keajaiban yang dirasakan oleh semua orang yang menyanyangi Rara. Sampai-sampai dokter Irvan pun tak percaya akan keajaiban yang datang pada nona mudanya saat ini, terlebih dimana ia telah memvonis jika Rara telah meninggal dunia di hadapannya sendiri dan itu langsung terjadi tepat di depan dirinya dan dua orang suster yang menemaninya.


Tak ingin menunggu lebih lama lagi, dokter Irvan langsung bergegas kembali ke ruangan temapat nona mudanya berada untuk memeriksakan keadaannya agar cepat ditangani, jika tidak maka mereka akan kembali kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan gadis cantik itu.


•••••••••••••••••••••••••


Happy reading semua kesayangan Author


Author harap hari ini bisa crazy up untuk kalian semua, jika otak Author mampu ya


Jangan lupa like...komen...dan vote sebanyak-banyaknya


Salam manis dari Author untuk kalian 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2