
Kenzo yang tanpa sadar mencium leher jenjang Rara sontak membuat Rara terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya. Dengan refleks Rara mendorong tubuh Kenzo agar keluar dari kamar mandi dan Rara dengan cepat mengunci pintunya.
"Shit", kesalnya karena ia tidak bisa menahan hasratnya. Sebagai laki-laki normal Kenzo pun tidak bisa menahan hasratnya hanya dengan melihat pemandangan indah di depan matanya apalagi itu adalah tubuh istrinya sendiri. Hingga akhirnya Kenzo merebahkan badannya yang lelah diatas kasur berukuran King size yang muat akan mereka berdua tiduri sambil memainkan handphone nya sembari menunggu Rara selesai mandi.
Setelah 20 menit Rara pun selesai dengan ritual mandinya. Ia pun keluar dari kamar mandi menggunakan kimono handuk berwarna biru langit yang ada di dalam kamar mandi itu. Kini Rara menyuruh Kenzo untuk giliran mandi.
"Kak Ken, buruan mandi sana Rara udah selesai jangan main hp mulu", ucap Rara pada suaminya.
"Iya sayang, kakak mandi dulu", ujar Kenzo yang sedikit terpaku setelah melihat Rara yang hanya menggunakan kimono handuk. Terlihat jelas kaki istrinya yang putih mulus dan ia juga merasakan aroma wangi dari sang istri setelah mandi, wangi mawar yang tercium oleh Kenzo pun membuat gejolak yang ada di dalam tubuhnya bangkit. Dengan cepat Kenzo masuk ke dalam kamar mandi untuk menghilangkan gejolak tersebut.
Setelah Kenzo masuk ke kamar mandi kini Rara tengah memakai piyama tidurnya yang bermotif teddy bear, kemudian ia merebahkan tubuh lelahnya diatas kasur memainkan handphone nya sambil menunggu sang suami selesai mandinya.
15 menit menunggu akhirnya Kenzo keluar dari kamar mandi yang telah lengkap memakai baju kaos oblong berwarna hitam yang mana sedikit membentuk tubuh atletisnya serta celana pendeknya. Rara yang melihat itu pun seakan tak bisa lepas memandangi suaminya tersebut, dan Kenzo merebahkan tubuhnya ke kasur disebelah Rara. Rara yang melihat Kenzo merangkak naik ke kasur pun ia mulai panik dan bersembunyi dibalik selimut, apa malam ini mereka akan melakukan 'itu' secara malam ini adalah malam pertama mereka.
Kenzo yang melihat kepanikan Rara itu mengerti kenapa ia bersembunyi di balik selimut itu, karena Kenzo tahu bahwa malam itu adalah malam pertama mereka berdua. Namun ia tidak akan memaksakan istrinya untuk melayaninya malam itu juga.
"Ra, kenapa kamu sembunyi di selimut itu hmm?", Kenzo pura-pura bertanya.
"Eng..enggak ke..kenapa-napa kok kak Rara cuma kedinginan aja", jawab Rara sedikit terbata-bata.
"Kakak tau kok kamu belum siap kalau kita melakukan 'itu' dan kakak juga gak akan maksa kamu untuk melayani kakak. Kakak akan meminta hak kakak jika di saat kamu sudah siap jadi kamu jangan panik kayak itu", Kenzo berusaha menenangkan Rara yang panik. Dan Rara pun sedikit merasa lega mendengar omongan suaminya.
"Maafin Rara kak, karena Rara belum siap melakukannya malam ini. Benar apa yang daddy bilang kita masih sekolah. Dan tentu saja kita mempunyai banyak sekali waktu untuk melakukannya apalagi juga tidak sabar mempunyai anak kelak, nanti kalau Rara sudah lulus, Rara siap memberikan hak kakak sebagai suami. Rara harap kakak bisa memakluminya dan bisa memaafkan keputusan Rara ini.", jelas Rara pada sang suami.
__ADS_1
"Iya sayang, kakak paham kok. Kan sudah kakak bilang tadi, kakak tidak akan memaksa kamu untuk melayani kakak dan meminta hak seorang suami sama kamu dalam keadaan yang terpaksa. Kakak bisa menunggu saat kamu sendiri yang akan memberikannya", kata Kenzo
"Sekarang lebih baik kita tidur karena malam semakin larut", lanjut Kenzo.
Mereka pun akhirnya tidur bersama saling berpelukan hingga Rara merasa nyaman dalam dekapan Kenzo yang begitu menenangkan.
•••••••••••••^•^••••••••••••
Keesokan Paginya
Rara terbangun tepat jam 6 pagi, ia pun ingin bangun tetapi Rara merasakan ada beban berat yang menimpa perutnya yang tak lain adalah tangan kekar Kenzo. Dengan perlahan Rara melepaskan tangan suaminya agar tidurnya tidak terganggu dan Rara bisa bangun dari tempat tidur. Setelah lepas dari tangan Kenzo dengan cepat Rara masuk ke kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.
Setela selesai mandi Rara langsung memakai baju santainya dan turun ke bawah untuk memasak sarapan untuk suami dan keluarganya, villa masih terlihat sepi belum ada anggota keluarga lain yang bangun mungkin mereka semua kelelahan. Di dapur sudah ada dua asisten rumah tangga yang ingin memasak sarapan, namun dengan cepat Rara melarangnya karena ia sendiri yang akan memasaknya.
"Pagi juga bik. Udah bik Rara aja yang masak sarapan hari ini, bik Ira tolong siapkan bahan-bahannya saja karena Rara mau masak nasi goreng seafood dan bibik jangan membantah", ucap Rara dengan tegas pada ART yang bernama bik Ira.
"Ba...baik nona muda, akan bibik siapkan", kata bik Ira langsung menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan nona muda nya.
Setelah semua bahan yang ia butuhkan telah siap, Rara langsung memulai acara masak nasi goreng seafood nya dengan tenang. Bik Ira dan ART lainnya hanya menyiapkan minuman untuk keluarga majikannya, dengan menyiapkan susu dan teh manis sebagai minumannya. 30 menit memasak akhirnya masakan Rara pun siap untuk disajikan, ia meminta pada bik Ira untuk menata di meja makan kemudian membangunkan semua anggota keluarganya untuk sarapan dan bik Ira pun melaksanakan perintah nona muda nya dengan segera. Kemudian Rara kembali ke kamarnya bermaksud untuk membangunkan suami tercintanya dan benar saja ketika ia masuk ke dalam kamar sang suami masih terlelap dalam tidur nyenyak nya.
"Kak ayo bangun udah pagi", Rara menggoyang-goyangkan tubuh Kenzo agar terbangun tapi Kenzo hanya menggeliat saja tanpa membuka matanya.
"Kak Kenzo sayang ayo bangun dan mandi buruan terus kita sarapan, Rara udah masak sarapan tadi", ucap Rara yang masih menguncang tubuh suaminya.
__ADS_1
"Hmm", Kenzo berdehem dan tangan nya melingkar memeluk tubuh ramping istrinya.
"Bangun sayang sudah pagi, kalo gak bangun Rara bakalan marah sama kakak", kata Rara dengan kesalnya dan langsung saja Kenzo bangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur. Dengan gemas ia langsung mencium bibir mungil istrinya.
"CUP" sekilas Kenzo mencium bibir Rara dan itu membuat Rara diam membeku atas kelakuan nakal Kenzo.
"Morning Kiss sayang", ucap Kenzo dengan suara serak khas orang bangun tidur, seketika kedua pipi chuby Rara memerah merona seperti tomat.
"Iihh kak Kenzo apaan sih itu kan ciuman pertama Rara kok di ambil", ucap Rara dengan cemberut membuat Kenzo terkekeh geli mendengarnya.
"Itu juga ciuman pertama kakak juga sayang", kata Kenzo.
"Ya udah sana kakak buruan mandi dan kita akan sarapan bersama di bawah", ujar Rara pada sang suami.
"Iya iya sayang. Istri ku yang cerewet kakak mandi dulu ya", Kenzo bergegas masuk ke kamar mandi.
Setelah Kenzo masuk ke dalam kamar mandi Rara pun langsung dengan cepat merapikan tempat tidur kemudian ia menyiapkan pakaian untuk suami pakai nanti. Selang 15 menit Kenzo pun keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang memperlihatkan perut kotak-kotak nya, Rara yang melihatnya langsung berteriak dan menutup matanya dengan kedua tangan nya.
"Aaaakkhh, kak Kenzo kenapa keluar kayak gitu kan disini ada Rara, kenapa telanjang gitu", teriak Rara
"Hei sayang, kakak gak telanjang ya masih ada handuknya dan juga kan baju kakak ada disini makanya kakak keluar kayak ini. Kenapa juga kamu harus teriak kan kita ini sudah jadi suami istri, jadi ke depannya kamu bakalan terbiasa dengan hal itu begitu juga kakak yang bakalan terbiasa liat tubuh kamu", jelas Kenzo panjang lebar membuat Rara salah tingkah dan menggaruk kepala yang tak gatal.
"Hehe iya ya. Ya udah buruan kakak pakai baju terus kita turun sarapan pasti semuanya udah nunggu kita di meja makan", ucap Rara menyegir kuda.
__ADS_1
Dengan cepat Kenzo memakai baju yang telah disiapkan oleh istrinya, kemudian mereka berdua turun ke bawah bergabung di meja makan untuk sarapan bersama.