
Keesokan Harinya
Kini Rara sedang ditemani kedua orangtua tercintanya di bangsal VVIP miliknya. Seperti kata Kenzo jika malam nanti kedua orangtuanya akan menemaninya. Saat pagi harinya terlihat Kenzo sudah tidak ada disana dan itu membuat Rara bertanya-tanya kemana perginya sang suami. Ia lantas menanyakan hal tersebut pada dua orang tercintanya, kemana perginya sang suami. Dan sontak saja si daddy tercinta menjawab jika suaminya pergi ke sekolah. Karena hari ini kebetulan pihak sekolah menanyakan kehadiran ketua osis untuk membicarakan persiapan lomba di hari kemerdekaan nantinya, meski dirinya menolak untuk ke sekolah. Namun apa daya kalau kedua mertuanya memaksa dan pihak sekolah membutuhkannya, jadi ia harus pergi walau dengan berat hati meninggalkan sang istri.
Flashback On
Suara merdu pada waktu subuh yang tak lain adalah berkumandangnya adzan subuh untuk membangunkan dan memperingati seluruh umat islam dalam menunaikan ibadah sholat subuh. Tepat pukul 04.40, Indira terbangun dari tidurnya ketika mendengar adzan subuh. Ia langsung duduk dari tidurnya, lantas ia hendak membangunkan sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya untuk melakukan sholat berjamaah bersama menantu mereka.
"Dad, bangun daddy sayang. Ini sudah subuh kita sholat dulu yuk, sekalian kita ajak Kenzo untuk sholat berjamaah. Dad?", ucap Indira saat membangunkan suami tercintanya sambil menggoncang pelan tubuhnya.
"Hmmm... Iya mom bentar lagi", sahut Woo Joon dengan suara serak khas orang bangun tidur seraya menarik tangan sang istri untuk kembali berbaring disampingnya agar ia bisa memeluknya.
Indira yang diperlakukan seperti itu oleh sang suami pun hanya bisa tersenyum sambil membelai lembut wajah laki-laki yang teramat ia cintai. Namun tak ingin terlewatkan waktu subuh, Indira lekas bangun dari baringnya dan menarik lengan Woo Joon untuk segera membuka matanya. Tapi sayangnya sang suami malah mengabaikannya begitu saja hingga akhirnya membuat Indira merasa marah. Tak terima diabaikan, Indira menarik nafas dalam-dalam sambil mengumpulkan tenaga untuk memarahi suami bandelnya tersebut.
"Daddy! Buruan bangun, kita sholat subuh nanti kesiangan. Kalo daddy gak mau bangun, awas aja daddy gak ada jatah makan apapun hari ini bila perlu semua uang yang di dompet daddy, mommy ambil semua. Daddy!", ujar Indira dengan amarah yang masih menggebu-gebu. Tak sampai disitu, Indira pun menjewer telinga suaminya dengan keras hingga sang empu terbangun dan tidak terima dengan perkataan istrinya. Yang terpenting ialah dompet sang suami telah berada di tangannya.
"Jangan dong mom. Kalo daddy gak makan hari ini, bisa-bisa daddy mati lagi. Emang mommy mau suaminya yang tampan ini mati kelaparan apalagi gak dapat jatah malam kan itu terlalu kejam mom", ucap Woo Joon layaknya membujuk sang istri.
"Dasar mesum! Udah tua juga masih aja mikirin "itu". Gak ada pikiran lain apa, anak-anak juga udah besar semua, udah ada menantu lagi tapi kelakuan masih aja kayak gitu. Udah ah mommy gak mau tau pokoknya sekarang daddy bangun kita sholat berjamaah atau daddy beneran mau gak dapat jatah. Dan dompet ini mommy sita dulu dari daddy", ancam Indira dengan raut wajah yang meyakinkan.
"Tapi mom... ", tak habis dengan kalimatnya, Indira langsung memotong ucapan suaminya.
"Gak ada tapi-tapian. Buruan dad atau daddy emang gak mau makan seharian", ucap Indira seraya melirik dompet sang suami ditangannya dengan senyum yang mengerikan.
"Oke mom", akhirnya Woo Joon menyerah dan menyudahi drama yang terjadi di subuh hari.
Dengan langkah gontai Woo Joon melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di bangsal putri kesayangannya. Indira yang melihat suaminya berjalan dengan gontai pun hanya bisa menggelengkan kepalanya akan tingkah pria yang dicintainya itu. Dan kini saatnya Indira membangunkan menantunya untuk sholat subuh berjamaah.
Ketika hendak mendekat, Indira dibuat haru dengan pemandangan dimana Kenzo tidur lelap disamping Rara sambil menggenggam erat tangan mungil putri semata wayangnya. Hingga detik kemudian tanpa sadar cairan bening mengalir dipipinya ketika melihat ketulusan sang menantu terhadap putrinya. Ia tak menyangka jika secepat ini anak gadisnya dimiliki oleh suaminya, seakan-akan ia belum rela melepas putri tercinta ke tangan menantunya.
__ADS_1
Dengan perlahan Indira mendekati ranjang pasien Rara untuk membangunkan menantunya. Ditepuk pelan lengan Kenzo agar terbangun.
"Ken, bangun dulu yuk kita sholat subuh berjamaah bersama-sama", ucap lembut Indira agar Rara tidak terganggu tidurnya, seraya ia menepuk-nepuk pelan lengan Kenzo. Hingga sang empu terbangun.
"Hmmm... Iya mom, Ken bangun. Daddy mana mom?",tanya Kenzo yang tak melihat ayah mertuanya.
"Itu daddy lagi siap-siap untuk sholat berjamaah dan sekarang kamu bangun dan ambil wudhu sana, daddy sama mommy tunggu kamu", ujar Indira dan Kenzo hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Dengan cepat Kenzo melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam bangsal itu. Disaat Kenzo telah masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba saja ponsel Kenzo yang ada diatas nakas pun berdering dengan begitu nyaringnya.
Dirasa Kenzo masih lama, langsung saja Indira mengambil ponsel Kenzo dan melihat siapa yang menelponnya. Dan ternyata Dea lah yang menyambungkan telpon ke ponsel kakak sepupunya itu. Sebelum sambungan itu terputus sontak Indira menjawabnya.
Dea : "Assalamu'alaikum kak Ken"
Indira : "Wa'alaikumsalam"
Indira : "Ini mommy sayang, ada apa kamu telpon kakak kamu subuh-subuh gini?"
Dea : "Oh mommy. Ini mom, Dea cuma pengen kasih tau kak Ken kalo pihak sekolah dan seluruh anggota osis mau kak Kenzo datang ke sekolah untuk rapat acara kemerdekaan nanti"
Indira : "Ya sudah nanti mommy sampaikan ke Kenzo ya selesai dari sholat subuh"
Dea : "Iya mom. Mom gimana keadaan Rara sekarang? "
Indira : "Alhamdulillah sudah membaik sayang"
Dea : "Alhamdulillah kalo gitu mom. Ya udah gitu aja, thanks ya mom"
Indira : "Iya sama-sama sayang. Ya udah mommy tutup ya. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
Dea : " Wa'alaikumsalam mom"
Setelah sambungan telpon terputus bertepatan dengan keluarnya Kenzo dari kamar mandi. Indira berpikir akan memberitahu menantunya setelah selesai sholat saja.
Tak ingin berlama-lama mereka bertiga langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah yang imamnya adalah Woo Joon sendiri. Sholat subuh berlangsung dengan khusyuk hingga beberapa menit kemudian mereka selesai.
"Alhamdulillah", ucap ketiganya
"Ken, tadi Dea telpon ke hp kamu. Katanya kamu hari ini harus ke sekolah, karena pihak sekolah dan semua anggota osis membutuhkan kehadiran kamu untuk rapat acara kemerdekaan nanti", ujar Indirs yang menyampaikan pesan dari Dea.
"Kenzo nggak mau mom ke sekolah. Kenzo cuma mau disini jagain istri Ken", tolak Kenzo
"Gak apa-apa Ken, kamu ke sekolah aja hari ini biar daddy sama mommy yang jaga Rara. Nanti juga kedua hyung kamu akan datang kesini. Ingat kamu itu ketua osis yang dibutuhkan oleh semua pihak, terutama seluruh anggota kamu", jelas Woo Joon
"Iya Ken, benar kata daddy. Lebih baik kamu ke sekolah dan sekarang kamu siap-siap pulang dulu kan semua keperluan sekolah kamu masih dirumah", ucap Indira
"Ya sudah mom, dad, Kenzo pulang dulu ke rumah untuk ke sekolah", ucap Kenzo dengan lesu
"Kamu jangan lesu gitu sayang, tenang aja disini ada mommy dan daddy yang jaga istri kamu. Jadi kamu gak perlu khawatir ya", terang Indira ketika melihat menantunya tertunduk lesu
"Iya mom", sahut Kenzo tersenyum
"Mom, dad Kenzo pulang dulu ya. Assalamu'alaikum", ucap Kenzo
"Wa'alaikumsalam", jawab keduanya
Dan akhirnya dengan berat hati Kenzo memilih pulang ke rumah untuk bersiap-siap ke sekolah. Karena kehadiran dirinya sangat dibutuhkan dalam rapat osis.
Flashback Off
__ADS_1