
Di Sekolah
Rara berjalan menuju ke kelasnya dengan langkah gontai dan lesunya, karena ia masih memikirkan soal perjodohan yang akan ia hadapi apalagi nanti malam ia akan di pertemukan dengan calon suaminya yang telah disiapkan oleh sang daddy laki-laki tua awet muda kesayangannya.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya, selamat pagi papa Arvin kesayangan gue", ucap Rara dengan lesu namun masih bisa tersenyum ceria.
"Hmm, pagi juga ma, kenapa lo lesu gitu apa ada sesuatu?", tanya Arvin cemas
"Gak gue baik-baik aja cuma lagi kepikiran aja sama omongan daddy gue semalam", jawab Rara
"Emang apa yang daddy lo bilang sama lo sampe lo lesu kayak gitu?", Arvin dengan penasaran terus bertanya kepada Rara
"Udah kalo ada waktu yang tepat gue bakalan cerita sama lo kok pa, tenang aja oke!", ucap Rara sambil menunjukan senyum manisnya yang membuat Arvin terdiam dan terpesona.
"Oke deh gue pegang ya omongan lo, kalo lo bakalan cerita sama gue", ucap Arvin
"Iya...iya janji, eh iya anak-anak centil dan bar-bar gue pada ke mana?", tanya Rara yang tidak melihat keberadaan sahabatnya.
"Biasa mereka ke kantin dulu buat ngisi perut mereka yang tadi keroncongan", jawab Arvin
Rara duduk di bangkunya dan tanpa sadar ia masih memikirkan perjodohan itu dan melamunkan apa yang akan terjadi nanti malam.
"Kalo gue dijodohin sama Arvin sih pasti gue terima soalnya gue kenal sama dia dan dia orangnya baik dan ga kalah ganteng tapi gimana kalo gue dijodohin sama orang yang gak gue kenal, apa gue bisa", batin Rara
Tak lama kemudian kelima sahabat Rara telah kembali dari kantin dan langsung menghampiri Rara yang terlihat sedang melamunkan sesuatu. Mereka berlima berniat ingin mengejutkan Rara agar tidak melamun lagi.
"Mama Panda...", teriak kelimanya dengan kompak sehingga membuat Rara tersentak dan kembali sadar dari lamunannya.
Arvin yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja dengan kelakuan sahabat Rara itu.
"Astaga kalian ini buat kaget aja tau gak? Kesel gue punya anak kayak lo pada", ucap Rara sambil mengelus dada karena kaget dan kelimanya hanya bisa cengengesan saja.
"ingat jangan lupa ntar ada rapat osis habis pulang sekolah, awas kalo kalian gak datang", ucap Dinda
__ADS_1
"Iya...iya gue bakalan datang kok tenang aja", ucap Rara
"Iya kita juga gak bakalan lupa", ujar Laura dengan entengnya
Pelajaran pertama pun dimulai dengan mata pelajaran matematika yang sangat di sukai oleh Rara dan Arvin namun berbanding terbalik dengan kelima sahabatnya, hingga tak terasa pergantian pelajaran, yang pelajaran berikutnya ialah olahraga dan mereka langsung ingin berganti pakaian mereka ke baju olahraga di ruang ganti pakaian.
Setelah selesai mengganti baju mereka langsung pergi ke lapangan sekolah untuk melakukan pemanasan dan disuruh lari keliling lapangan sebanyak 3 kali, Arvin, Rara dan kelima sahabatnya pun segera melakukan apa yang disuruh oleh guru olahraga tersebut. Dirasa sudah cukup 3 kali lari keliling lapangan mereka istirahat sejenak sambil meluruskan kaki mereka agar tidak adanya varises di kaki mereka apabila tidak diluruskan. 15 menit Rara meluruskan kakinya langsung bangkit dari duduknya bermaksud untuk duduk di kursi yang ada di pinggir lapangan sambil melihat teman-teman kelasnya melakukan kegiatan olahraga seperti ada yang bermain sepak bola, bermain voly dan ada juga yang sedang bermain basket.
Tiba-tiba saja ada bola yang melayang ke arah Rara dan dengan cepat mengenai kepala Rara cukup kuat membuat Rara berteriak dan didengar oleh Arvin dan kelima sahabatnya hingga membuat Rara pingsan.
"Aawww...... Kepala gue", teriak Rara karena kepalanya terkena bola basket yang tak sengaja temannya lempar dan mengenai Rara. Arvin dan sahabatnya langsung menghampiri Rara tapi sebelum itu terlihat Arvin berjalan menuju anak-anak yang sedang bermain basket untuk menanyakan siapa yang melempar bola tersebut sampai mengenai Rara. Dan teman-teman yang lain langsung mengerumuni tempat Rara berada untuk melihat keadaannya.
"Siapa yang diantara kalian yang melempar bola itu sampai mengenai kepala Rara, jawab gue kalo sampe terjadi sesuatu sama Rara gue gak bakalan lepasin lo semua yang membuat Rara kayak itu", ucap Arvin dengan amarahnya hingga membuat mereka ketakutan dengan sikap Arvin. Dan ada salah satu dari mereka yang mengakui perbuatannya di depan Arvin yang telah membuat Rara seperti itu.
"Apa kalian tau kalo sampe om Joon tau Rara anak kesayangannya kalian buat seperti itu, apa yang akan dilakukannya sama kalian semua tapi tenang aja kali ini gue gak akan laporin kalian ke om Joon", ucap Arvin dengan tegas dan kemudian Arvin mendengar teriakan dari Bella.
"Papa Arvin, lo buruan kesini mama pingsan ini bantuin kita bawa mama ke uks kita takut ntar terjadi sesuatu", teriak Bella pada Arvin dan membuat Arvin berlari ke tempat Rara pingsan dan dengan sigapnya Arvin menggendong Rara untuk dibawa ke uks sekolah dengan berlari agar cepat sampai di uks.
Setibanya di uks terlihat ada kakak kelas yang sedang berjaga di uks yang tak lain ada Lily. Lily yang melihat keadaan Rara pun terkejut dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi sama Rara sampai mengakibatkan Rara pingsan dan ada sedikit memar di kepalanya. Arvin yang mengendong Rara langsung saja membaringkan Rara di ranjang uks dengan perlahan. Dan mereka pun menceritakan apa yang Rara alami hingga membuatnya pingsan karena terkena bola basket di kepalanya.
"Oke kak kami ambilin dulu dan kakak tolong jaga Rara dulu di sini ya kak", ucap Dina pada Lily dan mendapat anggukan dari Lily.
Lily dengan khawatir langsung memberikan minyak kayu putih di hidung Rara agar Rara menghirupnya dan cepat sadar tetapi Rara tidak bangun-bangun juga dan membuat Lily semakin khawatir dan tanpa sadar langsung menghubungi Jayden untuk memberitahukan keadaan Rara saat ini.
Lily menelpon Jayden yang saat itu juga sedang bersama dengan Jordan dan langsung mengangkat telpon dari Lily.
Lily : Assalamu'alaikum jayden oppa, oppa lagi dimana?
Jayden : Wa'alaikumsalam Ly, oppa lagi ada di kampus emang ada apa kok kamu khawatir kayak itu, ada apa?
Lily : oppa bisa ke sekolah gak soalnya Rara pingsan karena gak sengaja terkena bola basket.
Jayden : Apa? Ya sudah oppa sekarang kesana dan tolong jaga Rara sampe oppa datang
__ADS_1
Lily : iya oppa, hati-hati di jalan.
Setelah mengakhiri sambungan telponnya Lily masih memberikan minyak kayu putih di hidung Rara agar sadar sambil menggosokan kedua tangan Rara, tak lama Arvin dan kelima sahabat Rara kembali dan membawa apa yang perintahkan Lily. Dengan cepat Lily mengompres kepala Rara yang memar dengan es batu yang dilapisi dengan kain dan membersihkan wajah Rara dengan air hangat.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Jayden yang menerima telpon dari Lily yang memberitahukan kalau Rara pingsan karena terkena bola basket langsung bergegas menuju sekolah Rara dan itu membuat Jordan bertanya-tanya apa yang terjadi.
"Hyung apa yang terjdi kenapa khawatir seperti itu?l, tanya Jodan pada Jayden
"Rara di sekolahnya pingsan karena kena bola basket dan belum sadar, hyung takut Rara kenapa-napa", jawaban Jayden membuat Jordan terkejut dan marah pada orang yang membuat adiknya pingsan.
"Ayo hyung cepat kita ke sekolah Rara sekarang aku takut terjadi apa-apa sama Rara", ucap Jordan langsung diangguki Jayden dan mereka ke parkiran dan membawa mobil Jayden karena Jordan hari ini tidak membawa mobilnya
Setelah 15 menit Jayden dan Jordan menempuh perjalanan ke sekolah Rara pun akhirnya sampai dan langsung berlari ke ruang uks sekolah dimana Rara berada.
"Vin kenapa Rara bisa pingsan kayak ini, apa yang terjadi?", tanya Jayden pada Arvin yang ada di sampingnya
"Itu hyung tadi Rara kena bola basket di lapangan pas pelajaran olahraga tadi", jawab Arvin yang memanggil Jayden dengan kata "hyung" karena Arvin juga sangat dekat dengan kedua kakak kembar Rara sehingga Jyden maupun Jordan menyuruh Arvin memanggil keduanya dengan kata "hyung" dan untuk kelima sahabat Rara memanggil mereka dengan kata "oppa".
"Ya sudah biar nanti hyung urus orang yang sudah membuat adik kesayangan hyung pingsan kayak ini dan sekarang yang paling terpenting adalah buat Rara sadar terlebih dahulu, sini Lily biar oppa yang kasih kayu putihnya sama Rara siapa tau Rara cepat sadar", ujar Jayden yang mengambil alih untuk memberikan kayu putih pada Rara sambil memijat kepala Rara. Tak selang beberapa menit Rara pun akhirnya sadar dari pingsannya dan membuat yang ada di ruangan itu bernafas lega.
"Syukurlah kesayangan oppa udah sadar, apa Rara masih pusing sayang?", tanya Jayden pada Rara yang masih terbaring.
"Iya Jayden oppa Rara masih pusing tapi kok oppa sama Jordan oppa bisa ada di sekolah Rara atau jangan-jangan karena Lily eonni ya yang telpon oppa?", dengan suara lemahnya Rara bertanya pada Jayden yang bisa ada di sekolahnya.
"Iya Ra tadi Lily yang telpon Jayden hyung karena kamu pingsan dan kami berdua langsung ke sini", jawab Jordan
"oh gitu, gomawo Lily eonni sudah telpon oppa buat kesini", ucap Rara pada Lily dan tersenyum, Lily hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum juga.
"Ra, kamu pulang aja yuk ikut oppa sama Jordan ke rumah", kata Jayden yang ingin membawa Rara pulang.
"Ntar aja oppa soalnya nanti habis pulang sekolah Rara ada rapat osis dulu sebentar, Jayden oppa dan Jordan oppa mau kan nunggu Rara pulang dan temani Rara di uks sampe jam pulang sekolah dan temani Rara rapat osis, mau kan oppa please", ucap Rara memohon pada kedua kakak kembarnya ager mau menemaninya sampai jam pulang sekolah.
__ADS_1
"Oke-oke oppa sama Jordan bakalan temani kamu sampe jam pulang sekolah, sekarang kamu istirahat aja ya dan untuk Arvin dan kalian berlima masuk lah ke kelas kalian serta tolong izinkan Rara di kelas ya", ucap Jayden pada Arvin dan kelima sahabat Rara.
Arvin dan kelima sahabat Rara hanya bisa menuruti perkataan Jayden yang menyuruh mereka ke kelasnya.