
Setelah meluruskan kesalahpahaman diantara mereka malam itu, kini Rara sudah sangat dekat dengan adik iparnya Dea. Rara selalu mengajak Dea kemana pun ia pergi dan kelima sahabat Rara pun tidak mempermasalahkan nya, karena Rara sudah menjelaskan siapa sebenarnya Dea bagi Kenzo agar mereka tidak berpikiran yang macam-macam.
"Kakak ipar nanti jam istirahat kita kantin ya, Dea mau makan bakso sekalian ajak kak Ken",pinta Dea
"Iya nanti kita makan bareng di kantin ya", sahut Rara mengiyakan ajakan Dea.
Sebetulnya Rara telah melarang Dea untuk memanggilnya dengan sebutan 'kakak ipar', cukup memanggilnya dengan nama saja. Namun tidak didengarkan oleh Dea, karena baginya itu adalah rasa hormatnya pada seseorang yang menjadi kekasih/istri dari kakak sepupu kesayangannya. Walaupun usia mereka sama tapi hanya terpaut 3 bulan saja, yang mana Rara lebih tua dari Dea tak menjadi halangan bagi Dea untuk tetap memanggil Rara 'kakak ipar'.
Kenzo pun senang jika istri dan adik sepupu nya sangat dekat bisa berteman bahkan kemana-mana selalu bersama tak terpisahkan. Dan ketika pulang sekolah mereka bertiga pasti akan dalam satu mobil, dimana Kenzo akan mengatarkan adik sepupu nya pulang terlebih dulu ke rumah orangtua nya baru kemudian ia dan Rara pulang ke rumah.
Hari ini kelas Rara ada pelajaran olahraga dan berkumpul dilapangan. Pelajaran olahraga ini waktunya sampai jam istirahat nanti jadi jika mereka merasa lapar, bisa langsung ke kantin. Namun sebelum itu mereka harus mengganti baju mereka dulu dengan baju olahraga khas SMA KEBANGSAAN. Seluruh anak kelas menuju ruang ganti pakaian agar lebih leluasa bergantinya. Ruang ganti anak perempuan dan laki-laki dipisah, saat ini Rara, Dea dan kelima sahabatnya sudah lengkap dengan baju olahraga mereka langsung menuju lapangan, hingga semua anak kelas berkumpul semua di lapangan.
Di salah satu sudut sekolah ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak-gerik Rara dan Dea. Dia berpikir ingin menciptakan masalah antara Rara dan Dea agar hubungan mereka renggang dan ia juga menginginkan Kenzo meninggalkannya. Orang itu tahu jika Dea adalah adik sepupu dari Kenzo jadi ia sengaja ingin membuat masalah antara pacar dan adik sepupu Kenzo agar ia bisa mendapatkan laki-laki yang ia cintai. Dengan tersenyum sinis ia melangkahkan kakinya ke kelas Rara dan Dea, karena ia tahu mereka satu kelas jadi mempermudah rencananya.
Diam-diam ia memasuki kelas Rara yang terletak tak jauh dari lapangan. Dengan celingak-celinguk ia memperhatikan sekitarnya takut ada orang yang akan memergoki dirinya. Dengan cepat ia mencari secarik kertas dan kemudian ia menuliskan kata-kata yang ingin ia tulis menggunakan pena bertinta merah yang memang ada di saku bajunya.
Setelah selesai menuliskan kalimatnya, lalu ia masukan kertas tersebut ke dalam tas Rara yang ada di atas meja tepat ia duduk saat ini.
"Gue gak akan biarin lo rebut Kenzo dari gue, karena Kenzo cuma buat gue seorang", gumamnya seraya tersenyum mengerikan.
Berjalan dengan hati-hati ia melangkah keluar dari kelas tersebut. Masih terlihat senyum mengembang di bibirnya seakan ia akan meraih kemenangan di depan matanya.
•••
Di Lapangan
"Kakak ipar ayo semangat, jangan mau kalah dengan yang lain", sorak Dea menyemangati kakak ipar nya yang sedang bertanding badminton dengan sesama anak kelasnya.
__ADS_1
Rara pun tersenyum mendengar adik sepupu dari suaminya itu menyemangati dirinya. Tak ketinggalan juga kelima sahabat Rara yang tak kalah heboh meneriaki namanya, membuat guru olahraga mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan aksi anak muridnya yang tengah memberi semangat kepada sahabatnya.
"Mama Rara ayo semangat. Kita disini mendukung mu", teriak Laura dari pinggir lapangan.
"Semangat.... Ma, kami selalu dukung mama", Dina tak kalah heboh meneriaki dukungannya.
"Semangat...semangat...semangat", teriak Dea, Bella, Laura, Dina, Dinda dan juga Kartika.
"Pa, jangan bengong aja. Kasih semangat buat mama jangan bengong ntar kesambet tau rasa", ucap Dinda yang duduk di sebelah Arvin untuk memberi semangat pada Rara.
Sampai di detik-detik terakhir pertandingan, Rara dengan sekuat tenaga menyerang lawannya hingga kok badminton itu jatuh tepat di dalam garis lawan pada detik terakhir. Mengetahui Rara berhasil memenangkan pertandingan, semua sahabat termasuk Dea langsung melompat ke lapangan menghampiri Rara.
"Yeay......mama menang hore. Mama menang....mama menang", teriak Dinda layaknya melakukan euforia untuk Rara.
Senyum terlukis indah di wajah Arvin yang melihat bagaimana Rara mengalahkan lawan tandingnya dengan gerakan lincahnya. Pelajaran olahraga akhirnya telah habis waktunya dan terdengar suara bel sekolah menandakan istirahat. Tapi sebelum bubar, anak-anak kelas disuruh berkumpul sebentar.
"Baik pak", sahut Rara
"Oke anak-anak, silahkan bagi kalian yang sudah lapar segera ke kantin kemudian ganti baju kalian dengan seragam kembali. Mengerti!", titah pak Angga
"Mengerti pak", kompak semua menjawab
Anak-anak kelas membubarkan diri mereka untuk mengisi perut keroncongan mereka yang sudah memberontak minta diisi. Sementara Rara,Dea dan kelima sahabatnya masih terduduk di lapangan untuk meluruskan kaki mereka agar tidak kram. Sedangkan Arvin telah pamit untuk segera mengganti pakaian nya yang penuh keringat setelah bertanding, Rara dan semuanya pun mengiyakan perkataan Arvin.
"Ayo kita ke kantin. Gue udah laper nih, mana capek lagi badan gue habis tanding badminton. Serasa rontok semua tulang gue", ucap Rara yang terlihat kelelahan.
"Oke kakak ipar. Ayo kita ke kantin sama-sama", ujar Dea
__ADS_1
"Oke" jawab kelimanya.
Mereka berjalan saling menggenggam tangan menyusuri koridor sekolah menuju kantin untuk mengisi perut. Sesampainya di kantin, mereka bertujuh langsung duduk tepat di meja milik mereka dan memesan makanan untuk perut mereka. Kali ini Kenzo dan sahabatnya tidak bisa ikut makan bersama di kantin dengan Rara dan sahabatnya, dikarenakan adanya tugas yang mendesak saat ini. Dan Kenzo telah memberitahukan pada istrinya untuk makan terlebih dulu dan jangan menunggunya sebab ia tak bisa ikut makan bersama.
Selesai membuat perut mereka kenyang, mereka masih duduk-duduk di kantin untuk menurunkan makanan yang mereka makan nanti, setelah itu baru mereka akan ke ruang ganti untuk mengganti kembali pakaian mereka untuk melajutkan pelajaran berikutnya.
"Kita ganti baju sekarang yuk. Bentar lagi pelajaran berikutnya mulai, sebelum guru masuk harus kita duluan sampe kelas", ucap Bella diangguki semua.
Langsung saja bangkit dari duduk mereka dan berjalan menuju ruang ganti. Selesai berganti mereka segera melangkahkan kaki ke kelas mereka agar tidak telat.
Mereka bernafas lega karena guru pelajaran berikutnya belum memasuki ruang kelas. Dengan cepar Rara, Bella, Kartika, Dina, Dinda, Laura dan Dea langsung memduduki bangku mereka masing-masing. Rara yang ingin mengeluarkan buku dari dalam tasnya, tapi ia merasa heran kenapa ada kertas di dalam tasnya. Karena seingatnya ia tidak pernah menaruh kertas apapun di tasnya.
"Kertas apa ini?", gumam Rara
Agar tidak lebih penasaran, Rara mengambil kertas itu dan membaca isi kertas tersebut.
"BERANINYA LO REBUT KENZO DARI GUE. SEGERA LO PUTUS SAMA KENZO KARENA KENZO ITU CUMA MILIK GUE SEORANG BUKAN MILIK LO. KALO DALAM WAKTU DEKAT INI LO BELUM JUGA TINGGALIN KENZO, MAKA JANGAN SALAHIN GUE KALO GUE BAKALAN HANCURIN HIDUP LO. INGAT ITU!!!", seperti itu lah isi dari secarik kertas tersebut yang membuat Rara sangat terkejut setelah membacanya.
Dengan gerakan cepat Rara menyembunyikan kertas itu di dalam saku baju supaya orang lain tidak mengetahuinya. Tak lama kemudian guru telah datang dan siap untuk menerangkan materi.
••••••••••••••^•^•••••••••••
Hai readers kesayangan Auhtor
Menurut kalian siapa ya yang menulis dan menaruh kertas itu di dalam tasnya Rara?
Ikuti terus kisah selanjutnya
__ADS_1
Jangan lupa vote...like...dan komen