Ketua Osis Dingin Itu Suamiku

Ketua Osis Dingin Itu Suamiku
Kritis


__ADS_3

"Iya tuan pasti saya dan yang lain berusaha yang terbaik untuk nona muda Aira. Baiklah jangan terlalu lama saya akan langsung menangani nona muda. Saya permisi", ucap sang dokter berlalu ke ruang UGD.


Kenzo dan Olivia tiba di ruang UGD dimana Rara sedang ditangni oleh para dokter. Kenzo menanyakan bagaimana keadaan Rara saat ini, namun ia tak mendengar satu pun jawaban dari mulut mereka.


"Bagaimana keadaan Rara? Rara baik-baik aja kan di dalam sana", tanya Kenzo tapi mereka malah bungkam.


"Gue tanya keadaan Rara gimana saat ini. Kenapa kalian malah diam aja hah! Jawab gue gimana keadaan Rara?", sekali lagi Kenzo bertanya dengan nada yang sedikit meninggi. Arvin yang sedari tadi menahan amarahnya pun kini tidak bisa lagi karena Kenzo membuatnya geram dan mengepalkan tangannya.


Bugh...


Arvin melayangkan pukulan ke wajah Kenzo dengan cukup keras sampai membuat Kenzo terduduk dilantai. Dea, Olivia, Azka, Reza dan Tama hanya diam melihat Arvin memukul Kenzo. Walaupun mereka khawatir ingin melerai, namun mereka urungkan.


"Puas lo udah buat Rara kayak ini hah! Rara kecelakaan gara-gara lo yang ngedorong dia dan ketabrak mobil, gue liat sendiri dengan mata kepala gue! Jadi buat apa lo tanya keadaan dia, lo mau buat dia tambah sekarat hah!", ucap Arvin yang penuh amarah dan masih mencengkram kerah baju Kenzo.


"Gue tanya keadaan Rara gimana. Gue tau ini kesalahan gue, maka dari itu gue tanya keadaan Rara", ujar Kenzo menyesal.


Tak lama kemudian Woo Joon, Indira, Nathan, Lydia, J twins serta Alice dan David pun sampai di ruang UGD Rara. Mereka semua sangat kaget mendengar bahwa Rara mengalami kecelakaan. Ditambah Arvin dan Kenzo yang sedang bertengkar, tapi keduanya tak menyadari kedatangan mereka. Dea yang melihat kedatangan keluarganya pun langsung berlari kepelukan sang mami dan menangis.


Bugh..


Sekali lagi Arvin melayangkan tinjunya tepat di wajah Kenzo yang masih terduduk dilantai dihadapan semua orang, hingga membuat sudut bibir Kenzo mengeluarkan darah. Dan kali ini Kenzo membalas pukulan Arvin.


Bugh...

__ADS_1


Kenzo bangkit langsung memukul wajah Arvin. Di saat Kenzo akan melayangkan tinjunya untuk yang kedua kali, Jayden dan Jordan berlari ke arah mereka untuk memisahkan keduanya. Jayden dengan sekuat tenaga menahan Arvin yang dikuasai amarah, begitu juga dengan Jordan yang berusaha menahan Kenzo.


"Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa kalian malah bertengkar seperti ini, ini rumah sakit bukan ring tinju. Tenangkan diri kalian", ucap Jayden


"Vin, daddy mau tanya kenapa Rara bisa kecelakaan seperti ini. Apa yang terjadi?" tanya daddy Woo Joon


"Ini semua gara-gara dia, dad. Rara kecelakaan itu semua karena dia yang mendorong Rara ke jalan dan langsung ketabrak mobil", jawab Arvin sambil menunjuk Kenzo. Jawaban Arvin membuat yang lain terkejut dan tak percaya mendengarnya.


"Kenzo apa benar yang dikatakan Arvin?" tanya daddy Woo Joon pada mantunya itu. Namun Kenzo hanya diam.


"Kenapa lo diam hah! Kalo daddy nggak percaya, coba daddy tanya sama Dea dan kak Olivia, karena mereka yang tau kejadiannya seperti apa", jawab Arvin


Namun saat daddy Woo Joon ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Dea dan Olivia, tiba-tiba saja seorang suster lari keluar dari ruang UGD sontak membuat semua orang kaget sekaligus panik.


"Lebih baik nanti kita bicarakan lagi, yang terpenting sekarang adalah kondisi Rara. Tapi daddy tidak akan melepaskan orang yang telah berani menyakiti anak perempuan kesayangan satu-satunya milik daddy", kata daddy Woo Joon diangguki semuanya.


Kemudian tak berselang lama dokter Irvan keluar dari ruang UGD bermaksud akan menyampaikan kondisi Rara saat ini. Dan itu membuat yang lain cemas, khawatir dan panik menjadi satu.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya?", tanya daddy Woo Joon


Dokter Irvan menghela nafas panjang sebelum menyampaikan kondisi Rara.


"Tuan Kim, saat ini kondisi nona Aira sedang kritis dan kami akan melakukan operasi terhadap nona Aira sehingga kami memerlukan persetujuan dari keluarga untuk melakukan operasi ini", Jelas dokter Irvan. Membuat mommy Indira, Mama Lydia, dan Dea menangis mendengar jika Rara dalam kondisi kritis dan harus dioperasi.

__ADS_1


"Tolong lakukan apapun yang terbaik untuk Rara, dok. Yang penting Rara bisa sembuh dok", ucap daddy Woo Joon


"Baiklah tuan Kim saya akan segera melakukan operasi pada nona Aira, namun ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan", kata dokter Irvan


"Apa itu dok?" tanya Jordan


"Nona Aira membutuhkan transfusi darah secepatnya sebelum operasi dilakukan. Tapi darah yang dimiliki nona Aira sangat langka dan susah di dapat. Kami sudah menghubungi pihak bank darah, namun stok darah tersebut telah habis. Kalau darah belum didapatkan secepatnya maka itu akan membuat nona Aira dalam keadaan bahaya", walau berat menyampaikannya. Dokter Irvan harus tetap menyampaikan berita tersebut.


"Dad, gimana Rara kalo gak dapat transfusi darah secepatnya akan bahaya, dad", ucap mommy Indira menangis dipelukan sang suami.


"Mommy tenang ya. Kita pasti dapat darahnya, jadi mommy jangan nangis lagi. Darah apa yang Rara butuhkan dok sampai di bilang langka?", tanya daddy Woo Joon


"Nona Aira membutuhkan transfusi darah O resus negatif dan itu sangat langka, tuan", jawab dokter Irvan


"Darah O resus negatif, dok?", tanya Arvin dan papa Nathan kompak.


"Iya tuan", singkat dokter Irvan


"Ambil darah saya dok. Ambil sebanyak mungkin yang dibutuhkan untuk adik saya, karena darah saya juga O resus negatif dan segera lakukan operasinya, jangan ditunda lagi, dok", sela Jayden dan ia bersedia menjadi pendonor untuk adik bungsunya karena darah mereka berdua sama. Perkataan Jayden itu membuat semuanya bernafas lega.


"Baiklah kalau begitu. Silahkan ikut saya untuk melakukan pengecakan terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi", kata dokter Irvan


"Oke dok", ujar Jayden

__ADS_1


__ADS_2